
Setelah mengetahui jika Angel akan tinggal di kampung halaman Surya, Ayaka memutuskan untuk tinggal di kediaman Angel untuk sampai ibunya pindah.
Beruntung suaminya Stefano mengizinkan, tentunya dengan syarat jika pria itu juga harus ikut bersama dengan istrinya. Karena Stefano begitu tidak ingin berjauhan dengan Ayaka.
Bahkan, akhir-akhir ini Stefano selalu ingin menempel dengan istrinya tersebut. Karena menurutnya, wangi tubuh Ayaka benar-benar seperti parfum dan membuat dirinya begitu candu.
Ternyata selama dua minggu berada di kediman Angel, bukan hanya sikap dari Ayaka yang sangat aneh, tetapi Stefano juga selalu bersikap aneh selama beberapa hari tinggal di rumah Angel. Angel bahkan sampai menggelengkan kepalanya dengan tingkah keduanya.
Ayaka yang awalnya menyukai makanan manis kini berubah menjadi penyuka makanan pedas dan juga asam, bahkan saat malam tiba Ayaka akan menonton TV seraya menyiapkan banyak camilan.
Tentunya selama Ayaka menonton TV, Ayaka ingin ditemani oleh Angel, ibunya. Stefano yang tidak ingin ditinggalkan oleh istrinya tentunya ikut menemani istrinya tersebut.
Ayaka akan memeluk Angel, sedangkan Stefano akan memeluk istrinya. Terkadang Surya dan juga Anaya merasa iri dan cemburu karena ketiganya terlihat begitu dekat.
Namun, jika mengingat Surya dan juga Anaya yang akan pergi untuk tinggal di kampung halaman Surya, pada akhirnya keduanya mengalah. Mereka membiarkan Angel dimiliki oleh Ayaka sementara waktu.
Karena setelah mereka nanti pindah ke kampung halaman Surya, tentunya Ayaka justru tidak akan bisa bertemu bebas lagi dengan ibunya.
Seperti malam ini, kembali Ayaka memeluk ibunya dengan posesif seraya menonton serial drama tv dan tentunya Stefano tidak mau kalah, ia duduk di samping istrinya seraya memeluk istrinya tersebut.
"Dek! Sini," ujar Ayaka ketika dia melihat adiknya malah diam saja saat melihat dirinya memeluk Angel.
Ayaka menolehkan wajahnya ke arah Stefano, jika saja Ayaka cuma berpelukan dengan ibunya, pasti gadis itu akan langsung menghampiri kakaknya itu.
Namun, karena adanya Stefano di sana rasanya Anaya tidak bisa ikut bergabung. Gadis itu hanya tersenyum lalu duduk di salah satu sofa yang ada di sana.
"Aku duduk di sini aja, Kak," jawab Anaya.
Ayaka yang seakan paham kenapa adiknya tidak mau berdekatan dengan dirinya langsung menolehkan wajahnya ke arah Stefano, lalu dia mendorong tubuh suaminya itu agar menjauh dari dirinya.
"Kamunya duduknya pindah dulu, aku mau deketan sama adik aku." Ayaka menunjuk sofa kosong yang lainnya.
Stefano langsung menatap Ayaka dengan tatapan tidak suka, dia merasa diusir oleh istrinya sendiri. Angel yang melihat akan hal itu langsung tertawa dibuatnya.
__ADS_1
"Jangan usir aku, Yang." Stefano hendak kembali memeluk istrinya, tetapi dengan cepat Ayaka menahan dada suaminya tersebut.
"Dua hari lagi Naya mau pulang kampung, akunya mau sayang-sayangan dulu sama adik aku. Kamunya pindah dulu, jangan egois ih." Ayaka menatap Stefano dengan tatapan penuh permohonan.
Pada akhirnya Stefano hanya bisa menghela napas berat dan mengangguk-anggukan kepala, dia langsung pindah sesuai dengan apa yang diinginkan oleh istrinya tersebut.
"Terima kasih," ujar Ayaka.
Lalu, wanita itu menolehkan wajahnya ke arah adiknya. Anaya sampai tersenyum seraya menggelengkan kepalanya, kemudian gadis itu menghampiri kakaknya tersebut.
"Nanti Naya pasti kangen sama Kakak, Kakak jangan lupain Naya ya, Kak?" Gadis itu langsung memeluk kakaknya dengan posesif.
Ayaka membalas pelukan dari adiknya, dia bahkan sampai menitikan air matanya. Tiba-tiba saja wanita itu menjadi sedih sekali, Angel sampai mengusap-usap punggung Ayaka agar dia bisa lebih tenang.
Bagaimana Ayaka tidak bersedih jika ibunya ternyata akan pindah ke kampung halaman ayah sambungnya, kampung halaman Surya berada di luar pulau.
Pulau paling timur di tanah air, tentunya hal itu membuat Ayaka nantinya akan kesulitan untuk bertemu dengan ibunya.
Jika saja masih tinggal di pulau yang sama, mungkin Ayaka bisa menemui Angel satu minggu sekali karena jaraknya yang tidak terlalu jauh.
"Jangan sedih kaya gini, Sayang. Nanti kita bisa video callan tiap hari. Maafkan Bunda, Bunda ingin pindah tapi bukan berarti ingin meninggalkan kamu kembali," ucap Angel seraya memeluk putri kesayangannya tersebut.
Berat sekali rasanya Angle jika harus meninggalkan Ayaka, terlebih lagi dulu dia pernah meninggalkan putrinya tersebut. Akan tetapi, ini demi kebaikan semuanya. Angel harus melakukannya.
"Hem! Aya paham," jawab Ayaka.
Karena Angel bahkan sudah menceritakan alasan lainnya kenapa mereka harus pindah, Anaya meminta kepada ayah dan ibunya untuk pindah ke kampung halaman Surya, karena dia merasa tidak mungkin tinggal di ibu kota.
Gadis itu bahkan sudah membicarakan tentang perasaannya terhadap Kenzo, dia juga sudah membicarakan jika Anaya tidak mungkin tinggal terus di lingkungan yang sama bersama dengan Kenzo.
Karena walau bagaimanapun juga mereka tidak bisa bersatu, oleh karena itu Anaya memilih untuk pergi, agar nantinya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena walau bagaimanapun juga Anaya hanyalah manusia biasa.
Selama dua minggu ini bahkan Anaya berusaha untuk menjaga jarak, mereka hanya bertemu saat acara kelulusan dan perpisahan saja. Itu pun mereka tidak berbicara banyak, karena Anaya takut ingin melakukan hal yang lebih.
__ADS_1
Ayaka yang begitu sedih terus saja menangis, hingga tidak lama kemudian wanita itu nampak sesak napas. Angel nampak begitu kaget, apalagi dengan Stefano. Pria itu langsung menghampiri istrinya dan menepuk-nepuk dada istrinya.
"Kamu kenapa, Yang?" tanya Stefano.
"Dada aku sesak, kepala aku pusing, mual juga." Ayaka memejamkan matanya yang terasa berputar-putar.
Surya dengan cepat mengambilkan minyak hangat, lalu pria itu memberikan minyak hangat itu kepada Stefano.
"Borehkan pada dada dan juga lehernya," ujar Surya.
"Ya, Ayah," jawab Stefano yang dengan cepat melakukan apa yang dikatakan oleh Surya.
Setelah diborehkan minyak hangat, bukannya terlihat lebih baik justru Ayaka malah terlihat memegangi kepalanya yang terasa berat dan juga sakit.
"Ini sangat sakit," ujar Ayaka seraya mencengkram kuat lengan Stefano.
"Kamu kenapa?" tanya Stefano dengan panik.
"Aku--"
Ayaka tidak bisa meneruskan ucapannya, wanita itu malah terlihat tidak sadarkan diri. Stefano terlihat begitu panik sekali, dia bahkan dengan cepat menepuk-nepuk pipi istrinya.
"Sayang! Bangun, jangan bikin aku khawatir." Stefano sampai menangis karena takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan terhadap istrinya.
Melihat akan hal itu, Angel langsung menepuk pundak menantunya. Dia juga sama-sama merasakan kepanikan seperti yang Stefano rasakan, dia juga tidak mau terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan terhadap istrinya tersebut.
"Cepat gendong Aya, kita bawa Aya ke rumah sakit," ucap Angel pada akhirnya.
"Iya, Bun," jawab Stefano.
Dengan cepat Stefano membopong tubuh istrinya, Surya juga tidak kalah sigap. Pria itu langsung berlari keluar untuk membukakan pintu mobilnya, bahkan pria itu langsung duduk di balik kemudi karena tidak mungkin Stefano mengemudi dalam keadaan panik.
"Bunda ikut," ujar Angel yang langsung duduk tepat di samping Surya.
__ADS_1
"Naya juga ikut," ucap Anaya yang langsung duduk di samping Stefano yang nampak mendudukkan Ayaka di pangkuannya.