Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
Bab 40


__ADS_3

Aruna begitu sedih mendengar permintaan dari Almira, tetapi sayangnya dia tidak bisa kembali kepada Sam. Karena dia tidak bisa memaafkan perbuatan dari pria itu, hati Aruna sudah terlanjur sakit.


"Sayang, kenapa diam saja? Kamu ngga mau nikah lagi sama Sam? Ada Ay yang membutuhkan kasih sayang seorang ayah, tolong jangan pisahkan Sam dengan Ay," pinta Almira.


"Aku tidak akan memisahkan Sam ataupun Mom dengan Ay, aku sudah bilang kalian boleh berkunjung kapan pun ke kediaman Dinata jika ingin bertemu dengan Ay. Untuk menikah lagi dengan Sam, maaf aku tidak bisa. Jika Sam tidak berselingkuh, aku masih bisa memaafkan dia."


"Mom paham, kamu pasti merasa begitu sakit hati dengan apa yang dilakukan oleh Sam. Tapi, bagaimana dengan Mom?" tanya Almira.


"Aku akan tetap menyayangi Mom, aku tetap menganggap Mom seperti ibuku sendiri. Jaga kesehatan Mom, jangan sampai sakit. Jika rindu dengan aku atau Ay, datanglah kapan pun Mom mau," jawab Aruna.


Almira kembali menangis mendengar apa yang dikatakan oleh Aruna, sungguh dia merasa tidak ikhlas jika kehilangan menantu terbaik seperti Aruna.


Di luar ruangan, Sam hendak masuk ke dalam ruang perawatan milik ibunya. Namun, saat dia hendak membuka pintu, samar-samar dia mendengar obrolan antara ibunya dan juga Aruna.


Ada rasa sedih yang menyeruak ke dalam dasar hatinya, tetapi ada juga rasa bahagia karena Aruna mau datang untuk menjenguk ibunya.


"Apa yang harus aku lakukan agar Aruna mau kembali kepadaku?" tanya Sam lirih.


Sam memejamkan matanya, dia seolah-olah sedang berpikir dengan begitu keras. Tidak lama kemudian, Sam tersenyum dengan begitu lebar. Dia menghubungi temannya dan meminta temannya itu untuk membawakan sesuatu yang Sam butuhkan.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, teman dari Sam sudah datang dan membawa paper bag berisikan apa yang dipesan oleh Sam.


"Terima kasih," ujar Sam.


Setelah mengatakan hal itu, Sam langsung masuk ke dalam ruang perawatan milik ibunya. Aruna dan Almira langsung menolehkan wajahnya ke arah Sam, Sam tersenyum lalu menghampiri Aruna.


"Kamu datang, Yang? Terima kasih," ujar Sam dengan senyum manis di bibirnya.


Dia bahkan langsung menghampiri Aruna dan berdiri di dekat wanita itu, Aruna yang merasa risih langsung bangun dan menjauhi Sam.


"He'em, aku datang untuk menjenguk Mom." Aruna tersenyum canggung.


"Sayang, kok kamu malah jauhin aku kaya gitu? Padahal aku hanya ingin memberikan minuman kesukaan kamu," ujar Sam.


Sam mengambil botol berisikan jus alpukat, lalu membukakan tutupnya dan memberikannya kepada Aruna.

__ADS_1


"Minumlah, Sayang. Kamu pasti haus," ujar Sam.


Aruna awalnya merasa ragu untuk menerima minuman tersebut, tetapi karena merasa tidak enak hati, akhirnya Aruna menerima jus alpukat dari Sam dan meminumnya.


"Minum yang banyak, Yang," ujar Sam senang.


"Hem, aku kenyang." Aruna menyimpan jus alpukat itu di atas nakas, dia hanya menghabiskan setengahnya saja.


"Oiya, Sayang. Ay mana? Aku rindu," ucap Sam seraya kembali mendekat ke arah Aruna.


Almira hanya tersenyum melihat usaha dari Sam, ia sangat tahu jika putranya sedang berusaha untuk membuat Aruna mau kembali kepada dirinya.


"Ay kecapean, dia sedang istirahat sambil bermain dengan kakek dan neneknya," jawab Aruna.


"Oh! Syukurlah, besok aku akan menemui Ay. Boleh?" tanya Sam seraya memperhatikan wajah Aruna yang mulai memerah.


"Boleh, temuilah. Dia anak kita, aku sudah berkata tidak akan menghalangi kamu untuk bertemu dengan anak kita." Aruna berusaha untuk membuka matanya yang tiba-tiba saja terasa begitu berat.


Bahkan, kini Aruna merasa jika tubuhnya mulai memanas. Ada sebuah gelombang yang seakan hendak meledak, ada gumpalan hasrat yang seakan ingin minta untuk dipuaskan.


Aruna langsung mendongakkan kepalanya, lalu dia menatap Sam dengan tatapan sayu. Aruna seakan menginginkan sesuatu dari pria itu, tetapi Aruna berusaha untuk menahannya.


"Badanku tiba-tiba saja tidak enak, aku pulang saja." Aruna hendak pergi, tetapi dia malah terjatuh.


Beruntung dengan cepat Sam memeluk tubuh Aruna, dia bahkan sengaja meremat kedua dada mantan istrinya dengan cukup kencang. Aruna sampai mengerang dibuatnya, Sam langsung tersenyum penuh kemenangan.


Almira yang melihat akan hal itu benar-benar merasa sangat aneh, dia merasa ada sesuatu yang janggal yang terjadi terhadap Aruna.


"Sam, Aruna kenapa?" tanya Almira.


"Sepertinya dia begitu kelelahan, aku akan mengantarkan dia pulang, Mom."


"Antarkan dia pulang dengan selamat Sam, kalau perlu ajak dia untu memeriksakan kondisi tubuhnya," titah Almira.


"Yes, Mom. Aku akan mengantar dia pulang, sepertinya tidak usah diperiksa terlebih dahulu. Aruna hanya kecapean," jawab Sam bersemangat.

__ADS_1


Sam langsung menuntun Aruna untuk keluar dari ruang perawatan milik ibunya, Aruna yang kesusahan untuk melangkah bahkan memeluk tubuh Sam dengan begitu erat.


Aruna seolah tidak sadar, dia terus saja memeluk tubuh mantan suaminya itu. Sam tidak keberatan, justru dia merasa sangat senang.


"Kita pulang pakai mobil aku aja, ya?" tawar Sam.


"Hem!" jawab Aruna dengan mata yang terpejam.


Sam tersenyum dengan begitu lebar, kemudian dia menuntun Aruna untuk masuk ke dalam mobilnya.


"Kita pulang ke rumah mom ya, Sayang. Aku kangen," ujar Sam seraya melajukan mobilnya.


Aruna tidak mengatakan apa pun, dia malah melepas sabuk pengamannya. Lalu, dia naik ke atas tubuh Sam dan mengecupi leher pria itu. Pinggulnya bahkan dia goyangkan, walaupun Sam kesulitan dalam mengemudi, tetapi dia tidak menegur apa yang dilakukan oleh Aruna terhadap dirinya.


"Sam! Ayo buruan, aku udah ngga tahan!" bisik Aruna tepat di telinga pria itu.


Sam mempercepat laju mobilnya, karena dia sudah tidak tahan ingin menuruti keinginan dari mantan istrinya tersebut.


Beruntung bagi Sam, jarak dari rumah sakit menuju kediaman Almira begitu dekat, sepuluh menit kemudian mereka sudah sampai dan dengan cepat Sam menggendong tubuh Aruna lalu membawanya ke dalam kamar.


"Aruna, Sayang. Kamu tidak akan pernah bisa pergi lagi dariku," ujar Sam seraya melucuti pakaiannya.


Aruna tertawa dengan begitu senang ketika melihat tubuh polos Sam, dia bahkan langsung menghampiri mantan suaminya itu dan mengusap dada dan juga perut Sam.


Bahkan, tanpa Sam duga, Aruna langsung mengurut milik pria itu. Sam sampai memejamkan matanya seraya mengerang penuh nikmat, Aruna begitu lihai saat bermain dengan miliknya.


"Kamu sangat seksi, Sam. Sentuh aku, aku mau kamu." Aruna membusungkan dadanya, lalu dia merapatkan tubuhnya dan kembali menggoyangkan pinggulnya.


"Ouch! Sayang, aku tidak tahan." Sam mengerang dengan penuh nikmat karena ulah dari Aruna.


Sam yang merasa tidak tahan langsung melepaskan kain yang melekat di tubuh Aruna, lalu dia mendorong tubuh Aruna sampai terhempas ke atas tempat tidur.


"Ugh! Kamu kuat sekali, Sam. Ayo sini, aku mau kamu." Aruna mendongakkan kepalanya, lalu dia mengerlingkan matanya seraya menggigit bibir bawahnya.


"Seperti keinginan kamu, Sayang." Sam dengan cepat merangkak naik ke atas tempat tidur, dia sudah tidak tahan untuk segera menyatukan tubuhnya dengan tubuh Aruna.

__ADS_1


__ADS_2