Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
Bab 17


__ADS_3

Jika di luar sana banyak pelakor yang menggoda suami orang untuk mendapatkan uangnya, berbeda dengan Aruna yang menggoda suaminya sendiri untuk mendapatkan uang yang banyak.


"Boleh ngga, ya?" tanya Sam seraya memejamkan matanya karena tangan Aruna mulai turun dan menelusup ke dalam piyama tidur yang Sam pakai.


Sebenarnya, Walaupun tanpa meminta dia mempunyai uang yang banyak, tetapi entah kenapa dia ingin meminta uang yang banyak kepada suaminya tersebut.


Ya, uang tabungan selama Aruna bekerja, uang dari Sam untuk menggugurkan kandungannya dan juga uang dari Steven masih tersimpan dengan rapi di buku tabungan miliknya.


Bahkan, jika ada uang sisa dari Sam dalam setiap bulannya, Aruna akan menabungkan uang tersebut untuk masa depan Ayana, itulah pikirnya.


"Ayo dong, Sam. Selama ini aku tidak pernah meminta apa pun kepada kamu, bahkan aku tidak pernah meminta perhiasan. Tapi, aku mohon beri aku uang yang banyak. Besok aku mau kembali pergi jalan-jalan bersama dengan putriku," ujar Aruna seraya menaik turunkan tangannya pada milik suaminya.


"Baiklah, ambil kartuku di dalam dompet. Tapi, sebelum kamu ambil kamu harus--"


Sam tidak meneruskan ucapannya, dia langsung membopong tubuh istrinya dan merebahkannya di atas tempat tidur. Walaupun hati Aruna terasa sakit, tapi dengan senang hati dia melayani suaminya tersebut.


Keesokan harinya.


Pagi-pagi sekali Aruna sudah terbangun dari tidurnya, dia sudah mandi dan juga terlihat begitu cantik dengan dress yang dia beli kemarin saat di mall. Saat melihat dompet milik suaminya, dia mengambil kartu sakti milik suaminya dan memasukkannya ke dalam tas miliknya.


"Ini baru permulaan, Sayang." Aruna langsung pergi tanpa membangunkan Sam terlebih dahulu.


"Loh, Aruna, Sayang. Kamu kok udah cantik? Mau ke mana?" tanya Almira.


"Mau nganter Ay sekolah, sekalian ada perlu. Maaf, Mom. Aku tidak bisa sarapan bareng Mom," ucap Aruna.


Entah kenapa dia merasa enggan untuk sarapan bersama dengan Sam, rasanya hatinya begitu sakit jika mengingat perselingkuhannya dengan wanita lain.


"Oh! Kok tumben?" tanya Almira.


"Yes, Mom. Maaf ya, Mom. Mom pasti paham," ucap Aruna seraya tersenyum hangat.

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Aruna langsung masuk ke dalam kamar Ayana. Lalu, dia segera mengajak Ayana untuk pergi dari kediaman Rahardi.


"Kita mau ke mana, Buna? Kok pagi-pagi udah pergi? Waktu untuk masuk sekolah masih satu jam loh!" protes Ayana.


"Kita makan sarapan terlebih dahulu di resto siap saji yang Ay inginkan," jawab Aruna.


Binar bahagia terlihat begitu jelas dari raut wajah Ayana, selama ini dia tidak pernah diperbolehkan untuk memakan makanan siap saji. Sam selalu berkata jika makanan yang dijual di resto tersebut tidaklah sehat.


"Seriusan, Bun?" tanya Ayana dengan tidak percaya.


"Iya, Sayang. Kita pergi ke Resto siap saji yang buka selama dua puluh empat jam deket tempat Buna bekerja dulu," ujar Aruna.


Sebenarnya selain untuk sarapan di luar, Aruna juga ingin menyelidiki tentang tempat tinggal Angel. Karena dia sempat memeriksa ponsel milik suaminya, dia sempat memeriksa pengeluaran suaminya. Ternyata suaminya membeli sebuah rumah mewah di dekat perusahaan Siregar.


Sebuah perumahan mewah dan juga elit yang dulu pernah begitu dia dambakan, Aruna sempat berpikir ingin membeli rumah mewah yang ada di perumahan tersebut. Maka dari itu dia selalu saja rajin menabung, karena ingin membelikan satu unit rumah mewah untuk ibunya.


"Yeeeey!" sorak Ayana dengan senang.


"Ke mana Aruna? Apakah dia terlalu sibuk mengurusi Ay?" tanya Sam.


Awalnya Sam terlihat tidak ambil pusing, dia langsung turun dari tempat tidur dengan tubuh polosnya menuju kamar mandi. Dia mengguyur tubuhnya dengan air dingin agar merasa lebih segar.


Saat Sam selesai dengan ritual mandinya, Sam langsung mencari baju yang biasanya sudah disiapkan oleh Aruna. Namun, tidak ada baju kerja yang biasanya sudah disiapkan di atas sofa oleh istrinya tersebut.


"Ya ampun, apakah dia begitu sibuk?" tanya Sam dengan bingung.


Pada akhirnya Sam mengambil bajunya sendiri dan memakainya, setelah memakai bajunya Sam mengambil dasi lalu keluar dari dalam kamarnya menuju ruang makan, karena biasanya Aruna sedang menyiapkan sarapan pagi untuk semua anggota keluarga.


"Sayang, tolong pakaikan aku dasi," pinta Sam seraya mengedarkan pandangannya.


Sayangnya di sana tidak ada Aruna, hanya ada Almira dan wanita paruh baya yang sedang menata makanan di atas meja. Wanita yang tidak dia kenal.

__ADS_1


"Mom, Aruna mana?" tanya Sam.


"Sudah berangkat dengan Ay, kenapa?" tanya Almira seraya menatap tangan putranya.


"Mau minta dipakaikan dasi, tapi kenapa dia tidak berpamitan kepadaku kalau mau pergi, Mom? Dia bahkan tidak membangunkanku," adu Sam.


"Sepertinya dia sangat terburu-buru, biar Mom yang pakaikan." Almira mengambil dasi dari tangan putranya, lalu dia memakaikan dasi tersebut di leher putranya.


"Manja!" goda Almira dengan bibir yang mencebik.


Sam tidak begitu memedulikan apa yang dikatakan oleh ibunya, dia yang merasa sangat lapar langsung duduk di salah satu kursi yang ada di sana dan langsung menyantap makanan yang sudah disiapkan oleh Almira.


"Mom! Ini masakan siapa? Kenapa rasanya tidak enak?" tanya Sam.


"Astaga, Sam! Sepertinya kamu itu sudah tercandu-candu dengan istri kamu, apa-apa istri kamu. Semuanya maunya dilayani istri kamu, sekarang Ay sudah sekolah, dia pasti akan lebih sibuk. Jadi, tugas masak bibi yang kerjakan," jelas Almira.


"Oh, gitu. Tapi, Mom. Untuk urusan makanan aku tidak mau disiapkan oleh orang lain, aku mau Aruna yang masak," protes Sam.


"Protes sana sama istri kamu!" ketus Almira.


"Ck!" hanya suara decakan yang keluar dari bibir Sam.


Dia tidak meneruskan sarapan paginya, dia langsung berpamitan untuk segera pergi bekerja kepada Ibunya. Setelah berpamitan, Sam langsung pergi dari kediaman Rahardi.


Tentunya Sam pergi ke kediaman Angel terlebih dahulu, karena dia merasa masih ada waktu sekitar setengah jam sebelum masuk untuk bekerja.


"Yang! Aku datang," ucap Sam ketika dia turun dari mobilnya.


Angel yang mendengar suara Sam langsung membukakan pintu rumah dan segera menarik Sam agar cepat masuk, Angel terlihat begitu senang saat Sam datang.


Tanpa Sam tahu, Aruna berada tidak jauh dari sana. Setelah sarapan dengan putrinya, Aruna langsung menitipkan Ayana kepada ibu wali kelas dari putrinya. Setelah itu, dia langsung terburu-buru pergi ke perumahan mewah di mana Sam sudah membeli satu unit rumah di sana.

__ADS_1


"Ternyata benar, Sam. Kamu bermain api di belakangku," ujar Aruna seraya mengusap air matanya.


__ADS_2