Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
BUSM2 S2 bab 54


__ADS_3

Anisa sudah bertekad akan menghancurkan hubungan Kenzo dan juga Anaya, bahkan dia sudah berencana akan kembali menghasut Anaya ketika mereka bertemu.


Wanita itu bahkan terus saja memantau kamar pengantin yang ditinggali oleh Kenzo dan juga Anaya, hal itu dia lakukan agar dia tahu kapan bisa menjalankan rencananya.


Anisa bahkan tidak sempat beristirahat, dia juga tidak sempat sarapan karena terus fokus untuk menjalankan rencananya. Padahal, tadi malam saja dia tidak pulas dalam tidurnya.


Saat siang menjelang, Anisa melihat Anaya yang keluar dari dalam kamar pengantin bersama dengan Kenzo. Tentunya Anisa terus saja memperhatikan apa yang mereka lakukan dari balik jendela yang sedikit terbuka.


"Aku pergi dulu, mungkin perginya bakalan lama. Lagian percuma juga aku sama kamu berdua-duaan di dalam kamar tapi nggak bisa ngelakuin itu, akunya juga datang bulan," ucap Anaya yang tentunya didengar oleh Anisa.


"Ya udah, kamu pergi aja gih! Lagian kamu itu bikin aku kesel aja, masa baru nikah udah datang bulan aja. Aku kan, jadinya nggak bisa ngelakuin itu sama kamu! Kamu tuh nyebelin!" jawab Kenzo.


"Iya!"


Tidak ada pelukan hangat, tidak ada juga ciuman mesra yang biasa dilakukan oleh sepasang suami istri. Wajah Kenzo terlihat ditekuk, wajah Anaya juga nampak biasa saja.


Keduanya lebih mirip seperti orang yang sedang bertengkar, Anisa tersenyum melihat akan hal itu. Walaupun hatinya merasa heran.


Tidak lama kemudian, Anisa melihat Anaya yang pergi sendirian. Sedangkan Kenzo berdiam di depan kamar pengantinnya seraya melipat kedua tangannya di depan dada.


Anisa merasa heran melihat pasangan pengantin baru itu, dia jadi berpikir di dalam hatinya. Apakah Kenzo tidak bahagia karena mereka tidak bisa melakukan itu atau bagaimana, pikirnya.


Jika memang Kenzo mencintai Anaya, seharusnya pria itu bisa bersabar ketika istrinya datang bulan. Walaupun memang Kenzo begitu menginginkannya.


Atau mungkin Kenzo bukanlah tipe pria yang penyabar, atau mungkin Anisa memang tidak mengenal pria itu lebih dalam lagi. Karena mereka memang tidak pernah mengobrol.


"Mau ke mana wanita itu?" tanya Anisa ketika melihat Anaya yang hilang dari pandangannya.


Padahal yang Anisa incer adalah Anaya, jika wanita itu tidak ada, itu artinya Anisa tidak bisa menjalankan rencananya.


"Haish! Menyebalkan! Lebih baik aku tidur saja," ujar Anisa seraya merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dia bahkan berusaha untuk menutup matanya yang begitu lelah.


Baru saja Anisa memejamkan matanya, karena dia benar-benar merasa begitu lelah. Namun, dia malah mendengar pintu kamarnya diketuk. Anisa berdecak sebal, karena dia merasa terganggu.


"Siapa sih yang datang? Aku ngga pesan apa-apa deh," ujar Anisa.


Walaupun dia merasa kesal, tetapi wanita itu nampak turun dari tempat tidur dan melangkahkan kakinya untuk membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


Anisa sempat menyingkap hordeng, dia ingin melihat siapa yang mengetuk pintunya. Namun, dia tidak melihat siapa pun di sana.


"Siapa sih yang iseng?" kesal Anisa seraya membuka pintunya.


Saat pintu kamar dia buka, Kenzo yang sejak tadi bersembunyi di balik tembok langsung menampakan wajahnya dan dengan cepat mendorong Anisa untuk masuk ke dalam kamar wanita itu.


"Ke--Kenzo? Kamu mau apa?" tanya Anisa.


Wanita itu benar-benar terlihat kaget karena tiba-tiba saja Kenzo mendorong wanita itu sampai terhempas ke atas tempat tidur, Kenzo bahkan langsung menutup pintu kamar itu dan kembali menghampiri Anisa.


"Mau apa kamu, Ken?" tanya Anisa karena tiba-tiba saja Kenzo mengungkung pergerakan wanita itu.


Kenzo menyeringai, tentu saja hal itu membuat Anisa merasa ketakutan. Walaupun dia begitu terobsesi untuk memiliki Kenzo, tetapi dia tidak ingin disakiti oleh pria itu.


"Ken! Jangan macam-macam!" ujar Anisa ketika dengan beraninya Kenzo membuka hijab yang dipakai oleh Anisa.


"Kenapa? Bukankah dari dulu kamu begitu menginginkan untuk aku sentuh? Sekarang aku akan menyentuh kamu, nikmatilah!" ujar Kenzo yang mulai mengusap pipi wanita itu.


"Hentikan, Ken! Jangan macam-macam," ujar Anisa kembali.


Wajah Anisa nampak memerah mendengar apa yang dikatakan oleh Kenzo, karena jika Kenzo mengatakan hal seperti itu, itu artinya Kenzo menganggap dirinya sebagai wanita bayaran.


"Maksud kamu apa, Ken? Kamu menyamakan aku dengan seorang pelacur? Kamu meminta aku untuk melayani kamu lalu kamu akan membayarku?" tanya Anisa yang mulai tersulut emosi.


"Ya! Bukankah kamu memang wanita jalangg? Maka dari itu, puaskan aku mumpung istriku tidak ada. Aku akan membayar kamu dengan mahal," ujar Kenzo.


"Brengsek!" pekik Anisa yang langsung memukuli dada pria itu.


Kenzo langsung menangkap kedua tangan Anisa dan mengungkung pergerakan wanita itu, Anisa menjadi takut dibuatnya.


"Ck! Jangan munafik, bukankah kamu begitu menginginkan sentuhanku? Kalau begitu, aku akan menuruti kamu. Aku akan menyentuh wanita jalangg seperti kamu," ujar Kenzo yang dengan kasar menggigit cuping telinga Anisa.


"Jangan! Lepaskan!" teriak Anisa.


Sungguh Anisa tidak ingin diperlakukan seperti ini oleh Kenzo, terlebih lagi disebut sebagai wanita jalangg dan sebagai wanita pemuas napsu dari pria itu.


"Jangan pura-pura, Sayang. Mau mulai dari mana dulu?" tanya Kenzo seraya memperhatikan raut wajah Anisa yang begitu ketakutan.

__ADS_1


"Jangan, Ken. Aku mohon, aku sedang hamil. Tolong jangan sakiti aku," pinta Anisa mengiba. Sengaja dia mengaku sedang hamil, agar Kenzo merasa kasihan terhadap dirinya.


Kenzo benar-benar terlihat menakutkan bagi Anisa, rasanya Anisa baru pertama kalinya melihat wajah Kenzo yang seperti itu.


"Waaah! Kamu hamil ya? Bagus dong kalau hamil, aku suka. Katanya kalau orang hamil dipakainya makin enak loh, makin empuk dan gemoy. Dadanya juga jadi besar, enak buat diisep," ujar Kenzo.


"Jangan, Ken! Jangan!" teriak Anisa.


Anisa kali ini benar-benar sangat takut, dia takut jika Kenzo benar-benar memperkosa dirinya dan membuat dirinya serta anak yang ada di dalam kandungannya mati bersama.


"Aih! Kamu tuh teriak-teriak mulu, mau main kasar ya? Boleh, Nisa. Aku akan melakukannya dengan kasar, kamu pasti suka." Kenzo menatap Anisa dengan tatapan yang begitu sulit untuk diartikan.


"Jangan! Aku tidak mau!" ujar Anisa karena tiba-tiba saja Kenzo mengambil hijab milik Anisa dan mengikat kedua tangannya.


"Sepertinya kaki kamu juga harus aku ikat, biar masuknya gampang! Biar kamu tinggal--"


"Jangan, Ken! Aku mohon!"


Anisa menangis dengan histeris, dia benar-benar ketakutan. Kenzo malah tertawa lalu dia mengeluarkan gunting kecil dari dalam saku celana yang dia pakai.


"Kamu tuh berisik, mendingan aku gunting aja tuh baju kamu. Biar aku bisa dengan cepat melihat tubuh kamu yang gemoy itu," ujar Kenzo.


Kenzo semakin mendekatkan diri ke arah Anisa, dia terlihat hendak menggunting gamis yang dipakai oleh wanita itu. Wajah Anisa benar-benar terlihat pucat pasi, dia takut akan apa yang akan Kenzo lakukan terhadap dirinya.


"Ken! Jangan!" teriak Anisa ketika dia mulai menggunting ujung gamis yang Anisa pakai.


Brak!


Suara pintu kamar itu nampak dibuka dengan kasar, tidak lama kemudian Anisa bisa melihat jika di sana ada sosok pria yang sudah pernah bercinta dengan dirinya.


"Yan! Tolong aku!" jerit Anisa.


******


Yang belum mampir, boleh dong mampir di kisahnya Babang Keanu dan Neng Kiara.


__ADS_1


__ADS_2