
"Ya Tuhan! Pasti Aruna selama ini sangat menderita," ucap Steven dengan sedih.
"Maka dari itu aku ingin secepatnya menjadikan dia sebagai istriku, aku Ingin secepatnya membahagiakan Aruna dan juga Ay. Ayah dan Ibu setuju, kan?" tanya Sigit.
Anjana dan juga Steven terlihat saling pandang mendengar apa yang dikatakan oleh putranya tersebut, mereka benar-benar heran karena putranya itu begitu tergila-gila kepada Aruna.
Di hari pertama Sigit datang ke kantor dan bertemu dengan Aruna, putranya itu selalu saja memuji kecantikan dan juga kepiawaian Aruna dalam bekerja. Padahal saat itu Sigit masih sekolah SMA.
Steven pada awalnya hanya menyangka jika putranya itu sedang bercanda ketika mengatakan menyukai Aruna, atau mungkin hanya iseng semata.
Namun, saat kuliah di luar negeri pun Sigit sama sekali tidak pernah menolehkan wajahnya ke arah wanita-wanita cantik yang menggodanya. Padahal wanita yang mendekati Sigit terlihat begitu seksi dan juga menggoda.
Saat Steven menanyakan apa alasannya, Sigit menjawab jika hatinya sudah terpaut kepada Aruna. Steven sampai menggelengkan kepalanya dengan tidak percaya, karena cinta Sigit kepada Aruna sangatlah besar.
Maka dari itu Steven pernah meminta Aruna untuk menjadi menantunya, tetapi Aruna malah tersenyum canggung dan seolah tidak percaya dengan apa yang dia katakan.
"Ayah, Ibu! Kenapa malah diam saja?" tanya Sigit penasaran.
Steven menolehkan wajahnya ke arah putranya tersebut, dia tersenyum seraya menepuk-nepuk pundak putranya dan berkata.
"Kalau Aruna mau kamu nikahi, Ayah dan ibu tidak keberatan." Steven akhirnya bersuara.
Aruna adalah wanita yang begitu baik, walaupun dia seorang janda Steven tidak keberatan. Justru Aruna yang seorang janda dan memiliki seorang putri cantik mempunyai nilai tambahan di mata Steven.
Terlebih lagi Aruna ternyata adalah putri dari keluarga Dinata yang hilang setelah dilahirkan, dia merupakan turunan keluarga terpandang. Steven sangat tidak keberatan.
"Tapi syaratnya sangat susah, Aruna berkata jika aku harus dekat dengan Ay. Kalau Ay bisa menyayangi aku lebih dari Sam, Aruna tidak akan berpikir lagi untuk menikah denganku." Sigit menunduk lesu.
Dia saja belum berpengalaman dalam urusan anak-anak, dia merasa pusing harus menggunakan cara apa agar bisa berdekatan dengan Ayana.
Anjana yang melihat kekalutan di wajah putranya merasa iba, dia mengelus lembut lengan putranya dengan penuh kasih lalu berkata.
__ADS_1
"Jika kamu memang mencintai Aruna, tidak akan sulit bagi kamu menaklukkan hati putrinya. Terlebih lagi hati Ay pastinya sedang terluka, ini adalah kesempatan yang baik untuk kamu masuk ke dalam kehidupan Ay dan menyembuhkan lukanya."
Mendengar apa yang dikatakan oleh ibunya, Sigit mulai melebarkan senyumannya. Karena dia merasa jika apa yang dikatakan oleh ibunya adalah benar adanya, Sigit bahkan langsung memeluk ibunya dengan begitu erat.
"Aku akan mencoba untuk mengambil hati Ay,'' ujar Sigit bersemangat.
"Kalau memang kamu mencintai Aruna dan mau menikahi perempuan itu, kamu harus merasa bersyukur. Karena kamu sudah mendapatkan bonus Ay jika menikah dengan Aruna," ujar Steven.
"Maksudnya?" tanya Sigit bingung.
"Ibu dulu mau punya anak aja susah banget, ibu harus melakukan program bayi tabung. Kamu kalau nikah sama Aruna sudah punya anak duluan, anak yang cantik dan juga pandai. Itu adalah sebuah kebanggaan, bukan penghalang."
Sigit tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh ibunya, karena Sigit sudah mendengar cerita itu berkali-kali. Bahkan, Sigit juga sempat mendengar jika Steven merupakan pria yang tidak sabar ketika menghadapi masa liburnya.
Di saat istrinya melahirkan dan mengalami masa nifas, Steven selalu menghitung hari dan menanyakan kapan masa nifas istrinya berakhir.
"Hem! Allah sangat baik, setelah itu Ibu begitu mudah melahirkan. 3 tahun Ibu memiliki tiga anak," imbuh Sigit.
"Ya, alhamdulilah sekarang Ayah sudah punya 3 jagoan." Steven tertawa kala mengingat dirinya yang tidak sabar untuk menggempur istrinya, padahal usia putra pertamanya kala itu baru 1 bulan.
"Sekarang tidurlah, besok kalian harus ke kantor untuk membahas masalah Sam." Anjana mendorong punggung putranya Agara segera keluar dari dalam kamarnya.
"Ck! Ibu jahat sekali, padahal aku masih mau curhat," ujar Sigit dengan bibir yang mengerucut.
"Ini sudah malam, Sayang. Selain besok kamu akan berurusan dengan Sam, kamu juga membutuhkan tenaga untuk merayu Aruna dan putrinya agar mau menerima kamu." Anjana tersenyum penuh arti.
"Hem!" jawab Sigit seraya menghembuskan napas panjang.
Walaupun masih ingin mengobrol dengan kedua orang tuanya, akhirnya Sigit melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Dia merebahkan tubuhnya, berdoa lalu memejamkan matanya.
Keesokan paginya.
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul 5 pagi, Angel bangun dari tidurnya. Dia tersenyum penuh arti seraya menatap wajah Sam, dia benar-benar puas bercinta dua kali dengan Sam setelah dirinya memberikan obat kuat kepada pria itu.
Dia merasa bangga dengan keperkasaan Sam yang terus saja bangun dan terasa begitu keras, Angel begitu puas menerima serangan kenikmatan dari mantan suami Aruna itu.
"Wow!" puji Angel ketika dia menyingkap selimut dan melihat milik Sam yang sedang berdiri tegak.
Angel benar-benar tidak tahan, dia langsung bangun dan kembali naik ke atas tubuh Sam. Dia memosisikan miliknya untuk menelan batang kenikmatan milik Sam.
"Ouch!" pekik Angel ketika milik pria itu masuk dan memenuhi liang kelembutan miliknya.
Angel dengan penuh gairah langsung menaik turunkan pinggulnya, Sam yang sedang tidur langsung menggeliatkan tubuhnya. Terlebih lagi ketika Angel menunduk dan menggigit ujung dada Sam, pria itu kaget dan langsung membuka matanya.
"Angel, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Sam dengan suara tertahan, karena Angel kini menggoyang pinggulnya dengan gerakan memutar.
Nikmat sekali rasanya, apalagi miliknya kini terasa terhisap dan terasa dijepit oleh milik Angel. Sam merasa tidak tahan, gejolak hasratnya tiba-tiba saja datang dan membuat otaknya terasa tidak waras.
"Jangan banyak bicara Sam, kita nikmati kebersamaan kita sebelum kamu berangkat bekerja." Angel langsung memagut bibir Sam dengan penuh gairah.
Sam yang disuguhkan kenikmatan oleh Angel tidak bisa berkata apa pun, dia hanya terdiam seraya menikmati serangan fajar penuh nikmat dari wanita itu.
Dalam hati Sam memuji Angel, karena mereka selesai bercinta pukul dua belas malam. Namun, kini pagi-pagi sekali Angel sudah kembali mengajak dirinya memadu kasih, bahkan Angel yang memimpin permainan penuh gairah ini.
"Sam! Punya kamu keras banget, enak. Bikin aku cepet keluar," ujar Angel seraya merapatkan kedua pahanya. Karena gelombang kenikmatan datang menerjang.
Sam tertawa melihat tubuh Angel yang mengejang, dia mengangkat bokong wanita itu dan menghentaknya dari bawah.
Tubuh Angel sampai ambruk ke atas tubuh pria itu, dia tidak tahan dengan serangan kenikmatan yang diberikan oleh Sam. Tidak lama kemudian, Angel merasa jika Sam memperdalam miliknya dan menyemburkan cairan cintanya.
Angel tersenyum penuh arti karena Sam sudah tiga kali menyemburkan cairan cintanya di dalam rahimnya, itu artinya ada kemungkinan besar untuk dirinya hamil kembali. Karena Angel sudah tidak mengkonsumsi pil KB lagi.
"Ini sangat luar biasa, Sayang." Sam menarik tengkuk leher Angel dan menyesap bibir tipis itu.
__ADS_1
"Kamu juga sangat luar biasa nikmat, Sam." Angel berkata dengan napas yang terengah-engah.
'Sam hanya akan menjadi milikku, Aruna.' Angel berkata dalam hati dengan raut penuh kepuasan.