Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
BUSM2 S2. Bab 11


__ADS_3

Selama satu minggu ini Kenzo begitu sibuk mengurusi kepergiannya menuju kota Sorong, dia bahkan sampai melupakan Anisa. Pria itu tidak pernah pulang sama sekali ke rumah kontrakan mereka.


Selain karena sibuk mengurusi kepergiannya menuju Sorong, dia juga begitu sibuk menuruti keinginan dari Ayana. Namun, dia tidak merasa kesal kepada Ayana, justru dia merasa senang menuruti apa keinginan dari kakak sulungnya tersebut.


Ayana menunggu kehamilannya selama lima tahun lamanya, tentunya kabar kehamilan dari Ayana ini menjadi kebahagiaan bagi semua keluarga. Maka dari itu, apa pun yang diinginkan oleh wanita itu, Kenzo dan semua keluarga akan berusaha untuk menuruti keinginan dari Ayana.


"Ken, dua hari lagi elu bakal berangkat loh. Ngga kangen sama istri elu yang sok polos itu?" goda Ayana.


Kenzo yang sedang duduk di samping Aruna langsung menolehkan wajahnya ke arah Ayana, dia baru sadar jika dirinya sudah satu minggu ini meninggalkan Anisa.


"Ngga," jawab Kenzo.


"Elu tuh lucu banget, temuin gih. Seenggaknya walaupun elu ngga cinta sama dia, elu datang untuk berpamitan," ujar Ayana.


Kenzo jadi berpikir jika apa yang dikatakan oleh Ayana ada benarnya juga, dia harus menemui Anisa dan berbicara secara baik-baik dengan wanita itu.


Karena Anisa memang pernah berkata ingin ikut bersama dengan dirinya, tetapi sungguh Kenzo tidak ingin pergi bersama dengan wanita itu.


"Hem," jawab Kenzo yang langsung memeluk Ibunya dan menyandarkan kepalanya di pundak Aruna.


"Kakak kamu benar, Ken. Temui Nisa dulu sebelum kamu berangkat," ujar Aruna.


"Ya, Buna," jawab Kenzo.


Di lain tempat.


Anisa terlihat begitu gelisah sekali, karena sudah satu minggu Kenzo tidak pernah pulang ke rumah kontrakan mereka. Awalnya Anisa mengira jika pria itu mungkin sedang mencari pekerjaan, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Kenzo.


Maka dari itu dia hanya berdiam diri saja di dalam rumah kontrakan, tetapi lama-kelamaan dia merasa jenuh dan juga merasa takut. Pada akhirnya dia memutuskan untuk menemui Aruna.


Dia ingin membicarakan tentang masalah pernikahannya dengan Kenzo kepada mertuanya, tetapi saat dia tiba di halaman rumah mertuanya itu, dia begitu terkejut karena ternyata Kenzo ada di sana.


Bahkan, setelah dia bertanya kepada security yang berjaga di sana, ternyata pria itu memang sudah tinggal di kediaman Aruna selama satu minggu.


Kesal?


Tentu saja Anisa merasa begitu kesal dengan apa yang sudah dia lihat, dia juga benar-benar merasa dibohongi oleh Kenzo. Pada akhirnya Anisa berpikir untuk menjebak suaminya kembali, karena dia ingin memberikan pelajaran kepada Kenzo.


"Sepertinya aku harus menemui Sofyan, aku harus meminta bantuan dia untuk menjebak Kenzo. Setidaknya aku harus bisa tidur dengan Kenzo, agar aku bisa hamil anaknya. Kalau sudah seperti itu, Kenzo pasti tidak akan bisa lepas dari aku."

__ADS_1


Anisa tersenyum penuh kelicikan setelah mengatakan hal itu, lalu dia bersiap untuk pergi ke apartemen milik sahabatnya. Karena memang malam ini Sofyan sedang off dalam bekerja.


Sofyan adalah teman Anisa semasa SMA saat di kampung halaman, pria itu langsung merantau ke ibu kota setelah lulus SMA. Tentunya karena ada yang mengajak Sofyan untuk bekerja di sebuah klub malam.


Pria itu bekerja sebagai bartender di Klub malam yang cukup terkenal di pusat kota, selain itu dia juga suka menjual obat terlarang ataupun obat perangsang.


Di saat Anisa keluar dari dalam rumah kontrakannya, tepat di saat itu Kenzo datang untuk menemui istrinya tersebut.


Namun, saat dia melihat Anisa yang berpenampilan dengan begitu rapi dan sedang mengunci pintu rumah kontrakan mereka, Kenzo mengurungkan niatnya untuk menemui wanita itu.


Kenzo langsung bersembunyi di balik tembok, tentunya karena dia ingin tahu ke mana Anisa akan pergi. Dia begitu penasaran, karena wanita itu kini terlihat menggunakan cadar.


"Mau ke mana dia?" tanya Kenzo yang dengan cepat pergi dari sana, lalu dia cepat-cepat menaiki motornya yang dia parkirkan tidak jauh dari sana.


Saat Kenzo melihat Anisa yang berdiri di pinggir jalan, Kenzo langsung memakai helmnya. Lalu, dia juga memakai jaketnya. Dia sudah bersiap untuk mengikuti Ke mana perginya Anisa.


Tidak lama kemudian, Anisa nampak mencegat taksi. Lalu, Anisa masuk ke dalam taksi tersebut dan pergi ke arah selatan.


Kenzo tentunya mengikuti ke mana wanita itu pergi, karena sungguh Kenzo merasa penasaran ke mana Anisa akan pergi malam ini. Tidak lama kemudian Kenzo melihat Anisa turun dari taksi tersebut tepat di sebuah apartemen yang ada di daerah selatan.


"Ini kan' apartemen milik om Sayaka, kenapa Nisa datang ke sini?" tanya Kenzo lirih.


Setelah Sayaka menikah dengan Aisyah, dia mencoba peruntungannya dengan membuat apartemen untuk kalangan menengah ke bawah.


"Aku harus mengikutinya," ujar Kenzo yang dengan cepat memarkirkan motornya dan mengikuti ke mana Anisa pergi.


Kenzo sudah terlihat seperti penguntit, dia terus saja mengikuti Anisa. Hingga tidak lama kemudian Anisa masuk ke dalam Kafe yang ada di lantai tiga, selain ada Kafe, ada juga Resto dan swalayan.


Hal itu sengaja Sayaka buat, agar para penghuni apartemen tersebut tidak perlu pergi ke tempat lain jika ingin sekedar berbelanja bahan makanan atau sekedar nongkrong di Kafe.


Sayaka juga sengaja membuat Resto, agar para penghuni apartemen tidak perlu jauh untuk pergi mencari makanan jika memang sedang malas untuk memasak.


Selain itu, Sayaka juga akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Dengan usaha yang dia ciptakan di dalam usaha, sungguh pemikiran yang luar biasa hebat bukan.


"Dengan siapa dia duduk?" tanya Kenzo ketika melihat Anisa yang duduk bersama dengan seorang pria yang tidak dia kenal.


Karena merasa penasaran dengan apa yang akan diobrolkan oleh Anisa dan juga pria itu, Kenzo meminta salah satu pelayan untuk merekam obrolan antara Anisa dan juga pria itu.


"Saya harus bagaimana, Tuan?" tanya pelayan wanita itu.

__ADS_1


"Rekam obrolan antara wanita bercadar itu dan pria itu, pake hp saya." Kenzo memberikan ponselnya kepada pelayan itu.


"Caranya?" tanya pelayan itu.


"Terserah, yang terpenting kamu bisa merekam percakapan antara wanita bercadar itu dan pria tersebut," ujar Kenzo seraya memperhatikan Anisa.


"Apa ada upahnya?"


"Tentu, nanti saya akan memberikan uang yang banyak untuk kamu, jika kamu berhasil mereka pembicaraan antara mereka berdua," ujar Kenzo.


"Baik, Tuan," ujar pelayan wanita tersebut dengan raut wajah bahagia.


Setelah mengatakan hal itu, pelayan itu nampak membawa segelas minuman. Lalu, dia berpura-pura menumpahkan minuman tersebut di meja dekat Anisa sedang duduk.


Setelah itu, dia mulai merekam apa yang sedang dibicarakan oleh Anisa dan juga pria tersebut. Agar Anisa tidak curiga, pelayan wanita itu terlihat berpura-pura untuk mengelap meja yang tertumpah air.


"Jadi, kamu datang untuk meminta bantuan aku?" tanya Sofyan.


"Ya, tolong bantu aku untuk menjebak Kenzo. Setidaknya dia harus tidur denganku, kalau aku hamil anak dia, pasti Kenzo tidak akan meninggalkan aku. Dia pasti akan bersikap manis karena ada benihnya di dalam perutku," pinta Anisa.


Sofyan nampak menggelengkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan oleh Anisa, karena sahabatnya itu terlihat begitu terobsesi untuk memiliki Kenzo.


Padahal, pria itu sudah mengungkapkan rasa cintanya kepada Anisa, apa salahnya jika Anisa menikah saja dengan dirinya, daripada mengejar-ngejar Kenzo yang sudah ketahuan tidak menyukai Anisa.


"Oh! Jadi kamu mau aku jebak Kenzo biar bisa tidur sama kamu?" tanya Sofyan.


Anisa langsung menganggukkan kepalanya mendengar apa yang dipertanyakan oleh sahabatnya itu.


"Iya," jawab Anisa.


"Lalu, apa upah yang akan aku dapatkan jika bisa membantu kamu?" tanya Sofyan lagi.


Anisa berpikir jika dia benar-benar bisa menjadi istri Kenzo seutuhnya, maka dia akan memiliki harta yang banyak. Dia juga akan mendapatkan kasih sayang yang utuh dari kedua keluarga besar Siregar dan juga Dinata.


"Nanti aku kasih uang yang banyak," ujar Anisa.


"Aku ngga butuh uang, aku mau kamu. Bisa ngga? Kalau ngga bisa, aku ngga mau bantu kamu," ujar Sofyan yang terdengar begitu kurang ajar di telinga Anisa.


"Kamu tuh gila, ya? Kalau aku tidur sama kamu, itu artinya malah aku menyerahkan keperawanan aku terlebih dahulu kepada kamu. Bagaimana kalau nanti Kenzo tahu kalau aku bukan perawan?" tanya Anisa.

__ADS_1


"Gampang, bukannya kamu meminta aku untuk menjebak dia? Nanti aku akan membuat dia tidak sadar jika kamu sudah tidak perawan, mau?" tanya Sofyan.


Anisa nampak terdiam seraya menatap wajah Sofyan dengan serius, pria itu hanya mencebikkan bibirnya seraya menggedikkan kedua bahunya.


__ADS_2