Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
Bab 39


__ADS_3

Aruna langsung membulatkan matanya dengan sempurna, dia tidak menyangka jika pria muda yang ada di hadapannya seakan tahu semua tentang dirinya.


"Dari mana kamu tahu akan hal itu?" tanya Aruna dengan kaget.


Sigit tersenyum mendengar pertanyaan dari Aruna, lalu dia mencondongkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya pada wajah Aruna. Aruna sampai memundurkan wajahnya karena perbuatan dari Sigit.


"Ck! Ngga usah deket-deket juga, cepat katakan dari mana kamu tahu kalau aku sudah jadi janda?" tanya Aruna.


Sigit tertawa karena ternyata Aruna terlihat tidak sabar untuk mendengar jawaban dari mulutnya, setelah puas tertawa akhirnya Sigit berkata.


"Ra-ha-sia!" jawab Sigit dieja.


Sontak saja Aruna terlihat benar-benar kesal mendengar jawaban dari bibir Sigit, pria muda yang ada di hadapannya itu terasa benar-benar sangat menyebalkan, menurutnya.


"Aih! Kamu tuh nyebelin!" kesal Aruna yang langsung bangun dan pergi dari sana.


Sigit hanya tersenyum melihat kepergian Aruna, dia sama sekali tidak berniat untuk menyusul kepergian wanita itu. Karena Sigit tahu jika hari ini Aruna akan pergi ke masjid agung untuk mengislamkan dirinya dan Ayana.


"Semoga saja kamu bisa menyukaiku, Aruna. Kalau memang tidak bisa, semoga saja kamu bisa menerima cintaku. Karena aku akan terus mengejar kamu sampai menjadi istriku," ujar Sigit ketika melihat mobil yang Aruna tumpangi hilang dari pandangan.


Setelah Aruna pergi, Sigit langsung masuk ke dalam mobilnya dan pergi ke perusahaan Siregar. Karena memang masih ada hal yang harus dia kerjakan di sana, sore hari pun dia masih harus menjenguk sang ayah yang kini sedang dirawat di rumah sakit.


Kondisi Steven sempat drop, karena pria itu terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis. Tentu saja hal itu membuat Steven dinyatakan terkena diabetes, gula darahnya sangat tinggi dan dia diharuskan untuk dirawat.


Pagi-pagi sekali dia sudah pergi untuk bertemu dengan klien, di saat akan kembali ke perusahaan Siregar, Sigit tanpa sengaja melihat Aruna yang baru keluar dari kediaman Rahardi.


Karena merasa penasaran, akhirnya Sigit mengikuti ke mana Aruna pergi. Dia ingin mengetahui apa yang akan dilakukan oleh wanita itu, selain itu dia juga begitu rindu dengan Aruna.


5 tahun tidak bertemu dengan wanita itu, membuat Sigit sangat rindu. Awalnya Sigit sempat kecewa ketika mendengar Aruna yang sudah menikah dengan Sam, tetapi rasa kecewa itu berubah menjadi rasa senang ketika tahu jika Aruna sudah menjadi janda.

__ADS_1


Sebenarnya Sigit dan juga Sagara berteman dengan begitu baik, bahkan mereka kuliah di universitas yang sama. Maka dari itu dia bisa tahu keadaan Aruna saat ini, dia bisa tahu kabar terbaru tentang Aruna dari Sagara.


Berbeda dengan Sigit yang baru saja pergi ke perusahaan Siregar, berbeda juga dengan Aruna. Wanita itu langsung pergi ke masjid agung, karena Satria mengirimkan pesan chat kepada dirinya untuk bertemu di sana saja.


Saat tiba di sana, Aruna sudah ditunggu oleh kedua orang tuanya dan juga Ayana. Sepulang sekolah, gadis kecil itu langsung diajak ke masjid dan langsung menurut.


"Sudah siap kembali ke agama kamu, Sayang?" tanya Satria.


"Siap, Ayah," jawab Aruna yakin.


Selama dia hidup dengan Arimbi, memang Aruna merasa tidak ada yang salah dengan agama yang dia anut. Namun, setelah dia tahu jika dirinya lahir dari keluarga muslim, besar keinginannya untuk kembali menganut agama yang sama dengan keluarganya.


Terlebih lagi setelah dia mendengarkan shalawat dan juga lantunan ayat suci Al-Qur'an, rasanya begitu menangkan hatinya yang sedang gundah, tentu saja hal itu membuat Aruna yakin untuk segera masuk Islam.


Begitupun dengan Ayana, gadis kecil itu begitu antusias untuk masuk Islam. Dia terlihat sangat bersemangat dan bahkan selama perjalanan menuju masjid dia terus saja meminta Satria untuk memutarkan lantunan shalawat.


Setelah dibimbing untuk mengucap dua kalimat syahadat, akhirnya Aruna dan juga Ayana resmi masuk Islam. Lalu, mereka berdua dibimbing dan dinasehati oleh ulama yang ada di sana.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu benar-benar kembali kepada kami, Nak." Rachel tersenyum bahagia seraya memeluk Aruna.


"Iya, Bun. Tolong bimbing aku agar bisa menjadi umat muslim yang lebih baik," pinta Aruna.


"Ya, Sayang. Setiap sore kamu akan diajarkan shalat dan juga mengaji oleh pak ustadz secara langsung," jelas Rachel.


"Terima kasih," ujar Aruna dengan tulus.


Hari sudah mulai sore, setelah melakukan shalat ashar berjamaah, akhirnya semuanya kembali pulang ke kediaman Dinata. Semuanya sudah merasa lelah dan ingin bersantai.


Satria dan Rachel langsung mengajak Ayana untuk bermain di ruang keluarga, berbeda dengan Aruna, dia meminta izin untuk pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi Almira.

__ADS_1


"Tapi, Sayang. Ayah takut kalau Sam akan melakukan hal yang tidak-tidak terhadap kamu, apa tidak sebaiknya tidak usah menemui keluarga Rahardi lagi?" tanya Satria.


"Aku pergi ke rumah sakit untuk bertemu dengan mantan mertuaku, bukan untuk bertemu dengan Sam. Jika ada Sam di sana, aku tidak akan menemui mom Almira," jawab Aruna.


"Pergilah! Ayah akan meminta Ben untuk menjaga kamu," ujar Satria.


"Ya, Ayah," jawab Aruna yang tidak mau membantah ucapan dari ayahnya.


Setelah mendapatkan izin dari Satria, Aruna langsung pergi ke rumah sakit. Walau bagaimanapun juga dia sangat menghawatirkan keadaan Almira, wanita yang selalu bersikap baik terhadap dirinya.


Saat tiba di rumah sakit, Aruna langsung berjalan menuju ruang perawatan milik Almira. Tentunya dia berani untuk masuk ke sana karena dia sudah bertanya kepada perawat jika Almira sedang sendirian saja di sana, karena Sam sedang pergi untuk makan.


Dari pagi pria itu tidak sempat sarapan, karena terlalu sibuk mengurusi ibunya. Bahkan, tadi siang Sam harus tetap pergi untuk mendampingi Sigit melakukan kunjungan ke perusahaan cabang.


Sepulang bekerja Sam langsung meminta perawat untuk menjaga ibunya, karena dia begitu lapar dan ingin mengisi perutnya.


"Mom!" sapa Aruna ketika dia membuka ruang perawatan tersebut.


"Aruna, Sayang." Almira berusaha untuk duduk, lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran ranjang pasien.


"Mom sudah sadar? Mom sakit apa? Kenapa wajahnya pucet banget?" tanya Aruna beruntun seraya duduk di bangku tunggu.


Almira begitu bahagia karena Aruna ternyata begitu mengkhawatirkan dirinya, Aruna bahkan datang untuk menemui dirinya. Padahal, dia sempat mengira jika Aruna tidak akan mau lagi bertemu dengan dirinya setelah apa yang sudah dilakukan oleh Sam.


"Kata dokter, Mom terkena serangan jantung. Tapi sekarang keadaan Mom sudah lebih baik," jawab Almira.


Aruna begitu sedih mendengarnya, Aruna sangat yakin jika Almira mengalami serangan jantung karena mengetahui perceraian antara dirinya dan juga Sam.


"Maafkan Aruna, Mom. Aruna sudah tidak bisa menjadi menantu Mom lagi, tapi Mom boleh datang ke rumah ayah Satria kapan pun Mom mau untuk bertemu dengan aku dan juga Ay." Aruna langsung menggenggam tangan Almira setelah mengatakan hal itu.

__ADS_1


Almira menangis mendengar apa yang dikatakan oleh Aruna, dia mendengar pernyataan pahit yang terlontar dari bibir Aruna. Rasanya dunianya runtuh saat ini juga.


"Sayang, tidak bisakah kamu memaafkan Sam dan kembali menikah dengan Sam?" tanya Almira penuh harap.


__ADS_2