
Angel yang mendengar ucapan yang keluar dari bibir Sam terlihat begitu marah dan juga kecewa, dia terlihat bangun dan menunjuk dada Sam dengan penuh emosi.
"Ingat, Sam. Jika kamu tidak menemui putri kita dengan cepat, maka aku akan segera membeberkan kelakuan kamu di hadapan tuan Steven. Kamu sangat tahu bukan jika pria itu sangat tidak menyukai yang namanya perselingkuhan?" ujar Angel dengan nada ancaman.
Tentu saja Sam sangat tahu jika Steven tidak menyukai perselingkuhan, dia adalah tipe pria yang sangat setia kepada istrinya. Dia adalah sosok pria yang begitu menyayangi ketiga putranya.
Walaupun dulu istrinya tidak langsung hamil, bahkan mereka harus berjuang terlebih dahulu dengan melakukan program bayi tabung, Steven sangat sabar dan selalu berada di sisi Istrinya.
Sama sekali dia tidak pernah berniat untuk berselingkuh, dia sama sekali tidak berniat untuk menikah siri dan meminta istri sirinya untuk melahirkan keturunannya.
"Jangan macam-macam kamu, Angel! Lagi pula kalau kamu melakukan itu, aku yakin jika tuan Steven tidak akan percaya terhadap kamu." Sam berbicara dengan percaya diri.
Aruna benar-benar merasa jengah berada dalam situasi seperti ini, rasa cintanya terhadap Sam memang sangat besar. Akan tetapi rasa kecewanya lebih besar lagi, Aruna berdiri tepat di hadapan Sam lalu memberikan akta cerai milik pria itu tepat di tangan kanan Sam.
"Sam, terima kasih karena selama ini sudah menjadi suamiku. Terima kasih kamu sudah memberikan kebahagiaan terhadap diriku dan juga Ay, terima kasih juga atas perselingkuhan yang telah kamu lakukan selama lima tahun ini. Semuanya sangat indah, Sam."
Sam sangat sedih mendengar apa yang dikatakan oleh Aruna, wanita itu mengatakan hal itu dengan perasaan terluka. Sam bisa merasakannya dari cara Aruna berbicara, dia juga bisa merasakannya dari cara Aruna menatap dirinya.
"Ini apa, Sayang?" tanya Sam seraya menatap akta cerai yang diberikan oleh Aruna kepada dirinya.
"Akta cerai milik kamu, kita sudah resmi bercerai dan untuk hak asuh anak jatuh terhadapku. Jika kamu ingin menemui anak kita, aku tidak keberatan. Datanglah kapan pun kamu mau," jawab Aruna.
Aruna sudah memikirkan hal ini, Ayana tetap membutuhkan sosok ayah. Dia tidak boleh egois dengan memisahkan Sam dengan Ayana, dia boleh saja memiliki masalah dengan Sam, tetapi Ayana tidak boleh merasakan cinta kasih sayang dari ayah kandungnya.
"Akta cerai? Maksudnya aku dan kamu sudah cerai gitu?'' tanya Sam dengan wajah syok.
__ADS_1
Berbeda dengan Angel, wanita itu terlihat begitu bahagia mendengar apa yang dikatakan oleh Aruna. Itu artinya dia bisa memiliki Sam seutuhnya, karena Aruna sudah menceraikan Sam.
"Ya, Sam. Mulai saat ini aku bukan lagi istri kamu, tapi kamu tetap ayah dari anak kita. Jangan lupa untuk mengunjungi Ay, dia sangat terluka setelah mengetahui kamu memiliki anak dari wanita lain. Perbaiki mentalnya, dia masih kecil, Sam. Jangan rusak mental anak kita," ujar Aruna.
Sam dengan cepat memeluk Aruna, Ia benar-benar tidak rela diceraikan begitu saja oleh wanita yang baru dia sadari ternyata sangat berarti di dalam hidupnya.
"Jangan ceraikan aku, Sayang. Aku tidak mau," ujar Sam seraya merobek akta cerainya.
Aruna tertawa sinis melihat apa yang dilakukan oleh Sam, pria itu bersikap seolah-olah Aruna adalah orang yang paling berharga di dalam hidupnya.
Padahal, Aruna masih sangat ingat jika Sam meminta dirinya untuk menggugurkan kandungannya ketika dia mengatakan tentang kehamilannya.
"Maaf, Sam. Walaupun kamu merobek akta cerainya, kita tetap tidak bisa bersama lagi. Tolong jaga dan rawat Mom, aku pergi dulu." Aruna berusaha untuk melerai pelukannya.
"Lepaskan aku, Sam. Sekarang bukan saatnya kamu mempertahankan aku, karena semuanya sudah terlambat. Kamu sudah tidak seharusnya memeluk aku seperti ini," ucap Aruna.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Aruna, Sam malah menunduk dan berusaha untuk membungkam bibir Aruna dengan bibirnya. Sayangnya, Aruna dengan cepat menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
"Tidak mau, Sayang. Aku tidak mau melepaskan kamu. Ayo masuk kita bikin dede lagi kaya dulu, kalau kamu hamil kita akan menikah lagi. Ayo kita--"
Plak!
Belum sempat Sam menyelesaikan ucapannya, sebuah tamparan keras mendarat di pipi Sam, dia tidak menyangka jika Sam akan mengatakan hal seperti itu. Dulu dia melakukan hal itu karena sebuah kesalahan, dia tidak mau lagi melakukan kesalahan yang sama.
Tentu saja karena mendapatkan tamparan yang begitu keras dari Aruna, Sam langsung melepaskan pelukannya dan memegangi pipinya yang terasa sangat panas.
__ADS_1
"Jangan pernah berkata seperti itu lagi, Sam. Bukankah kamu sendiri yang berkata jika dulu kamu mengatakan hal itu bukan kepadaku, perasaan saat itu yang kamu ungkapkan adalah perasaan kamu terhadap dia."
Aruna menunjuk Angel yang saat ini terdiam karena syok mendengar apa yang dikatakan oleh Sam kepada Aruna, Sam menolehkan wajahnya ke arah Angel. Entah kenapa Angel dirasa tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Aruna.
"Aku tidak mau dengan dia, Sayang. Aku maunya kamu aja, aku mau kita nikah lagi. Aku janji ngga bakalan nemuin Angel lagi," ucap Sam.
"Maaf, Sam. Aku pergi," ucap Aruna.
Aruna dengan cepat masuk ke dalam mobilnya, dia benar-benar tidak tahan lagi menghadapi pria seperti Sam. Dia tidak menyangka jika dirinya menikah dengan pria seperti Sam, pria yang tidak memiliki keteguhan hati.
"Aruna! Jangan pergi!" teriak Sam ketika melihat mobil yang ditumpangi oleh Aruna melaju dengan cepat dari kediaman Rahardi.
Sam terlihat hendak masuk ke dalam mobilnya, dia Ingin menyusul Aruna. Namun, dengan cepat Angel menarik tangan Sam dan berkata.
"Kamu tidak boleh pergi untuk menyusul dia," ujar Angel.
Sam memandang tidak suka ke arah Angel, dia bahkan langsung menepis tangan wanita itu dengan kasar. Dia ingin segera menyusul Aruna dan membawa kembali Aruna pulang ke rumahnya.
"Aku sudah bilang jika kita sudah tidak ada hubungan lagi, untuk urusan Aya, aku akan bertanggung jawab seutuhnya." Sam kembali membuka pintu mobilnya, tetapi Angel kembali menarik tangan Sam.
"Bukan karena aku ingin kamu bersama denganku, tapi karena itu." Angel menunjuk ke arah Almira yang sudah tergeletak tidak sadarkan diri di ambang pintu.
Melihat akan hal itu, Sam begitu kaget dibuatnya. Dia dengan cepat berlari untuk menghampiri ibunya, lalu dia menepuk-nepuk pipi Almira dengan cukup kencang.
"Mom! Bangun, Mom. Mom kenapa?" tanya Sam seperti orang bodoh.
__ADS_1