
Malam ini Kenzo dan juga Anaya tidak bisa tidur dengan lena, karena keduanya sudah tidak sabar ingin segera melakukan tes kehamilan.
Sepasang pengantin baru itu sudah tidak sabar ingin mendapatkan kabar baik, sesekali Kenzo akan terbangun dalam tidurnya. Begitupun dengan Anaya.
Pada akhirnya, pukul setengah tiga pagi keduanya memutuskan untuk bangun saja dan melaksanakan shalat tahajud. Lebih baik mereka shalat malam daripada terjaga tetapi tidak melakukan apa-apa.
Selesai shalat tahajud tentunya keduanya berdoa kepada Tuhan agar diberikan yang terbaik, setelah itu Anaya dan juga Kenzo kembali ke kamar mandi.
Kenzo bahkan dengan sigap mengambil sebuah wadah kecil, tentunya wadah Itu untuk menampung urine istrinya. Anaya tersenyum, lalu mengambil wadah Itu dari tangan suaminya.
"Terima kasih, Sayang," ucap Anaya.
"Sama-sama," jawab Kenzo yang langsung berdiri dan menyandarkan tubuhnya pada pintu kamar mandi. Sedangkan Anaya terlihat melakukan tugasnya.
Setelah dia menampung urine ke dalam wadah yang disediakan oleh Kenzo, Anaya dengan cepat membuka test pack yang sudah tadi malam mereka beli.
Tidak tanggung-tanggung, Anaya membuka semua test pack yang sudah dia beli bersama dengan Kenzo. Lalu, dia memasukkannya ke dalam penampungan urine tersebut.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Kenzo dengan tidak sabar.
Pria itu menatap test pack yang sudah dimasukkan ke dalam urine Anaya, Kenzo benar-benar tidak sabar untuk mengetahui hasilnya seperti apa.
"Sebentar, Sayang. Di dalam tulisan petunjuknya itu tertulis jika kita harus menunggu selama tiga sampai lima menit," jawab Anaya.
"Oh, gitu. Ya udah, kita tunggu aja," ujar Kenzo.
"Tunggunya jangan di kamar mandi. ayo kita keluar," ajak Anaya seraya membawa 5 buah test pack di tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya digunakan untuk menuntun Kenzo agar keluar dari dalam kamar mandi.
"Iya," jawab Kenzo.
Anaya menyimpan kelima test pack itu di atas meja, lalu dia mengajak Kenzo untuk duduk di atas sofa. Keduanya kini sedang duduk di atas sofa seraya menatap lima buah tespek yang ada di hadapan keduanya.
"Lihat deh, Yang. Yang itu udah mulai ada pink pinknya gitu, tapi baru satu garis." Kenzo menatap kalimat test pack itu tanpa berniat untuk berkedip.
Anaya langsung menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan, karena dia juga bisa melihat akan hal itu.
__ADS_1
"Iya bener, Yang. Tapi lihat deh yang ini, udah mulai muncul garis dua tapi samar," ucap Anaya dengan hati yang berdebar.
Keduanya terlihat begitu tegang saat menatap tes pack tersebut, mereka tetap berharap agar hasilnya positif. Akan tetapi, keduanya juga takut jika hasilnya negatif dan mereka akan kecewa karena terlanjur berharap.
"Iya, Sayang. Kamu benar, semoga hasilnya sesuai dengan harapan kita," ucap Kenzo.
Kenzo menarik Anaya ke dalam pelukannya dengan begitu lembut, lalu dia mengusap-usap punggung Anaya. Bukan untuk mencoba menenangkan hati Anaya, tetapi mencoba untuk menenangkan hatinya.
Tidak lama kemudian, muncul garis dua pada kelima test pack tersebut. Hanya saja ada yang samar ada yang begitu jelas. Namun, walaupun seperti itu Kenzo dan juga Anaya tentunya merasa senang. Karena itu artinya Anaya benar-benar positif mengandung.
"Yang, semuanya garis dua loh. Itu tandanya kamu hamil, kan?" tanya Kenzo memastikan.
"Iya, Sayang. Di petunjuknya kaya gitu, katanya kalau garis dua itu artinya aku hamil," jawab Anaya dengan raut wajah yang begitu sumringah.
"Alhamdulillah," ujar Kenzo yang langsung mengeratkan pelukannya kepada istrinya.
Pria itu begitu terharu karena istrinya kini tengah mengandung, tidak lama kemudian Kenzo terlihat meneteskan air matanya. Dia begitu bahagia karena sebentar lagi akan menjadi ayah.
"Kamu senang?" tanya Anaya seraya mengurai pelukannya.
Tentu saja Anaya dengan cepat membalas ciuman dari suaminya tersebut, ciuman yang selalu dirasa manis dan membuat Anaya semakin nyaman berada di dekat suaminya tersebut.
Ciuman yang awalnya terasa begitu manis itu tiba-tiba saja berubah menjadi ciuman yang begitu panas, bahkan Kenzo mendengar istrinya mendessah dengan suaranya yang terdengar begitu seksi sekali di telinga Kenzo.
Dengan cepat Kenzo melepaskan tautan bibir mereka, dia takut jika dirinya akan kebablasan dan meminta haknya sebagai seorang suami. Walaupun selalu nikmat, tetapi sekarang Kenzo harus pandai menahan diri.
Kini Kenzo harus bisa mengontrol dirinya, karena Anaya sedang mengandung dan dia tidak boleh menyakiti calon buah hati yang ada di dalam perut istrinya tersebut.
"Selepas sarapan nanti, pokoknya kita harus langsung ke klinik. Kita harus langsung memeriksakan kondisi kandungan kamu, aku juga maunya kamu langsung melakukan USG."
Bukan tanpa alasan Kenzo mengatakan hal seperti itu kepada istrinya, karena tidak jauh dari rumahnya ada klinik. Jika mereka harus pergi ke rumah sakit, itu artinya mereka membutuhkan waktu yang lumayan lama.
Karena nyatanya Kenzo sudah tidak sabar ingin mengetahui kondisi dari kandungan Anaya, maka dari itu lebih baik melakukan pemeriksaan di klinik saja terlebih dahulu.
"Ya, Sayang," jawab Anaya seraya mengusap bibir Kenzo yang basah setelah ciuman panas mereka.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian.
Kenzo dan juga Anaya sudah selesai sarapan, keduanya bahkan sudah bersiap untuk pergi ke klinik. Keduanya terlihat bersemangat sekali.
"Sudah siap pergi?" tanya Kenzo.
Kenzo menatap wajah istrinya dengan tatapan penuh cinta, dia bahkan tanpa henti mencuri waktu untuk mengusap perut istrinya.
"Sudah," jawab Anaya.
"Apa test packnya sudah dibawa?" tanya Kenzo lagi.
"Sudah dong," jawab Anaya lagi.
Keduanya nampak tertawa, lalu berpelukan. Setelah itu mereka pergi ke klinik dengan raut penuh semangat. Tiba di klinik Anaya langsung menunjukkan test pack yang dia bawa kepada dokter.
"Di sini terlihat dengan jelas jika anda memang positif mengandung, sudah berapa lama anda tidak datang bulan?" tanya Dokter.
"Pas baru nikah aku datang bulan dan setelah itu belum datang bulan lagi," jawab Anaya.
"Oke! Kalau begitu kita akan melakukan USG setelah memeriksa kondisi kesehatan anda," ujar Dokter.
Dokter meminta anaknya untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang pasien, kalau dokter memeriksa kesehatan Anaya dan melakukan USG.
"Kondisi kesehatan anda sangat baik, baby yang anda kandung juga sangat baik. Usianya menginjak 5 minggu," jelas Dokter.
"Alhamdulillah, kita akan jadi orang tua, Yang," ucap Kenzo dengan senang.
Kenzo yang begitu senang bahkan terlihat menunduk dan hendak mencium bibir istrinya, tetapi dengan cepat Anaya mendorong wajah suaminya tersebut.
"Aku juga sangat senang karena akhirnya kita akan menjadi orang tua, tapi... Jangan cium-cium. Ada dokter," ujar Anaya dengan pelan.
"Tidak apa, Yang. Dokter pasti mengerti, ini adalah bentuk terima kasih aku sa kamu. Karena kamu sudah mau mengandung benihku," ujar Kenzo.
"Ck! Nanti saja," tolak Anaya ketika Kenzo kembali menunduk untuk mencium bibirnya.
__ADS_1
"Hem, pelit!" ujar Kenzo dengan bibir yang mengerucut.