
Awalnya Kenzo ingin pergi menggunakan motor sport kesayangannya, tetapi Ayana menolaknya. Dia merasa risih jika harus dibonceng oleh adiknya menggunakan motor sport, rasanya sangat tidak pantas.
Karena pastinya ketika Ayana dibonceng oleh Kenzo, wanita itu akan duduk seraya memeluk adiknya. Posisi duduknya terasa tidak enak, dia merasa menjadi seorang wanita penyuka brondong.
Pada akhirnya keduanya pun pergi menggunakan mobil milik Ayana, hal itu dirasa lebih baik dan juga lebih nyaman di saat bepergian malam-malam seperti ini.
"Kamu mau ngambil buku di mana sih?" tanya Ayana sesaat setelah Kenzo melajukan mobilnya.
"Ke rumah temen, nggak jauh kok. Paling setengah jam juga nyampe," jawab Kenzo.
"Jangan lupa sambil lihat-lihat, tengok kanan tengok kiri. Siapa tahu ada tukang bakso," ujar Ayana mengingatkan.
Rasanya wanita itu ingin sekali memakan makanan yang pedas, sepertinya sebentar lagi dia akan datang bulan. Setiap akan datang bulan tiba, Ayana pasti akan memakan makanan yang pedas.
Jika tamu bulanannya telah datang, wanita itu akan merasa lemas dan merasa tidak enak makan.
"Hem," jawab Kenzo seraya menganggukan kepalanya.
Saat sedang asik menyetir, tiba-tiba saja Kenzo melihat seorang wanita muda yang sedang dikelilingi empat orang pria. Keempat pria itu nampak sedang menggoda wanita remaja tersebut.
Salah satu di antara keempat pria itu bahkan terlihat mengelus pipi wanita itu dengan tatapan mata penuh minta, Kenzo merasa geram.
Terlebih lagi ketika dia melihat siapa wanita muda yang sedang digoda oleh keempat pria tersebut, Kenzo nampak mengepalkan kedua tangannya dengan sempurna.
Wanita itu nampak menjerit, keempat orang pria itu nampak kesenangan. Bahkan, salah satu diantaranya ada yang mengelus pundak wanita itu.
Kenzo merasa tidak tahan dibuatnya, pria itu nampak menepikan mobilnya dan memberhentikan mobil tersebut.
"Ada apa? Apa sudah sampai?" tanya Ayana.
Mereka baru saja melakukan perjalanan selama lima belas menit, rasanya tidak mungkin kalau sudah sampai. Karena Kenzo sendiri yang berkata jika mereka akan tiba setelah melakukan perjalanan selama tiga puluh menit.
"Belum, Kakak tunggu saja di mobil. Aku turun sebentar," jawab Kenzo.
Walaupun tubuh Kenzo tidak tinggi besar seperti keempat preman itu, tetapi dia sudah menguasai beberapa macam ilmu bela diri.
Aruna memang mengharuskan anak-anaknya untuk belajar bela diri, zaman sekarang ini kejahatan sering terjadi di mana-mana. Setidaknya ketika anak-anaknya dibekali ilmu bela diri, agar mereka bisa membela dirinya sendiri ketika ada yang menggangu mereka.
Ayana bahkan selalu diminta untuk selalu membawa sprei cabai dan juga alat kejut listrik, dengan seperti itu Aruna berpikir kalau putra-putrinya akan aman.
Tanpa Aruna tahu, Ayana bahkan selalu membawa tongkat baseball di dalam bagasi mobilnya. Wanita itu sering pulang malam setelah bertemu dengan klien, maka dari itu dia selalu berusaha untuk melindungi dirinya sendiri.
__ADS_1
Karena setelah Stefano tidak lagi bekerja dengan dirinya, Ayana selalu pulang dan pergi sendiri dalam bekerja. Kecuali jika memang ada Sandi yang mengantar dan menjemput dirinya.
Kenzo dengan cepat mendorong salah seorang preman yang ada di sana dengan cukup kencang, hal itu membuat preman itu langsung jatuh tersungkur karena dalam keadaan belum siap.
Pria itu juga langsung menendang kedua preman yang lainnya, setelah itu dia memberikan bogem mentah kepada satu preman yang masih berdiri dengan kaget seraya menatap Kenzo.
"Anak kecil sialan! Beraninya bermain-main dengan kami!" teriak preman A.
Keempat preman itu nampak bangun dan bersiap untuk membalas pukulan dari Kenzo, wanita muda yang tadi digoda oleh keempat preman tersebut terlihat ketakutan.
"Ken! Hati-hati," ucapnya ketika melihat salah satu preman yang ada di sana mulai memukul Kenzo. Namun, dengan cepat Kenzo menangkis pukulan itu.
Wanita itu tidak lain tidak bukan adalah Anaya, dia begitu ketakutan ketika keempat preman itu hendak mengeroyok Kenzo.
"Hem! Kamu pergi sana, masuk ke dalam mobil. Di sana ada kak Ay, cepat pergi." Kenzo menolehkan wajahnya sebentar ke arah Anaya, tidak lama kemudian dia fokus kembali untuk membalas pukulan dari preman itu.
Salah satu preman itu berhasil memukul rahang Kenzo, Anaya sampai menjerit ketakutan. Dia tidak berani untuk pergi meninggalkan pria itu.
"Pergilah, Nay!" teriak Kenzo.
"Tidak mau," ujar Anaya yang dengan cepat mengambil batu dan melemparkannya ke arah salah satu preman yang sempat memukul Kenzo.
Batu itu tepat mengenai kepala preman B, bahkan kepala preman itu nampak mengeluarkan darah. Preman B langsung berteriak kesakitan, lalu dia menghampiri Anaya dan hendak mencekik wanita itu.
Kenzo tentunya tidak tinggal diam, dia dengan cepat melindungi wanita itu. Ayana yang sejak tadi ada di dalam mobil nampak kesal dibuatnya, wanita itu langsung mengambil tongkat baseball dan segera turun dari dalam mobilnya.
"Ck! Beraninya hanya anak kecil!" ujar Ayana dengan kesal.
Setelah mengatakan hal itu, Ayana dengan cepat langsung memukuli keempat preman itu menggunakan tongkat baseball yang dia bawa. Kenzo dan juga Anaya nampak melongo dibuatnya.
Mereka benar-benar begitu kaget dengan apa yang dilakukan oleh Ayana, Karena wanita itu tidak sampai lima menit bisa melumpuhkan para preman tersebut.
"Ampun!" teriak para preman itu.
"Aku mengampuni kalian! Pergilah! Tapi, jika besok polisi menangkap kalian, aku ucapkan selamat." Ayana tertawa setelah mengatakan hal itu.
Para preman itu tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Ayana, tetapi mereka langsung berlari tunggang langgang karena ketakutan.
Ayana begitu tidak suka dengan kelakuan para preman ataupun para lelaki yang suka melecehkan wanita, mereka seakan menganggap wanita itu hanya sebagai barang yang bisa dimainkan.
"Elu ngga apa-apa kan' Dek?" tanya Ayana yang sempat melihat salah satu preman itu memukul rahang Kenzo.
__ADS_1
"Ngga apa-apa," jawab Kenzo.
"Aih! Rahangnya memar, Kak." Anaya memperhatikan rahang pria yang masih sangat dia cintai itu.
Karena walaupun selama ini dia berusaha untuk menghindari pria itu, berusaha untuk melupakan perasaan cintanya kepada Kenzo, tetap saja Anaya begitu mencintai Kenzo.
"Tidak apa-apa, ini luka yang tidak seberapa. Nanti juga sembuh," jelas Kenzo.
"Iya, iya. Gue tahu kalau adik gue ini sangatlah kuat, oiya, Nay. Itu tangan kamu berdarah loh," ujar Ayana yang melihat luka di tangan adik dari Ayaka itu.
"Ah! Ini tidak apa-apa, hanya terkena kuku preman tadi. Nanti juga sembuh," ujar Ayaka yang menahan sakit di tangannya.
Kenzo yang melihat raut kesakitan pada wajah Anaya langsung menolehkan wajahnya ke arah Ayana, pria muda itu tersenyum lalu berkata.
"Kak, elu kompresin lukanya Nay. Sekalian kita antar Nay pulang terlebih dahulu," usul Kenzo.
"Boleh," jawab Ayana yang langsung menuntun Anaya untuk masuk ke dalam mobil miliknya.
"Ngga usah, Kak. Naya mau mesen ojek online aja," tolak Anaya yang merasa tidak enak hati jika harus satu mobil bersama dengan Kenzo.
"Jangan nolak, Dek. Kamu adalah adiknya Aya, itu artinya kamu juga adalah adik aku juga." Ayana tersenyum lalu membukakan pintu mobil untuk Anaya.
Anaya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, setelah itu dia masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku penumpang. Ayana juga ikut masuk dan duduk tepat di samping wanita itu.
Kenzo tentunya langsung masuk dan duduk di balik kemudi, kemudian dia mengambil kotak P3K yang memang selalu disediakan oleh Ayana di dalam mobilnya.
''Ini kotak P3K-nya, Kak." Kenzo memberikan kotak P3K tersebut kepada Ayana.
"Terima kasih," ujar Anaya ketika Ayana mengambil kotak P3K tersebut dari tangan Kenzo dan mulai mengobati lukanya.
"Sama-sama, Dek. Lain kali kamu tuh nggak boleh keluar malam-malam sendirian seperti itu," ujar Ayana menasehati.
"Tadi aku habis makan malam sama keluarga ayah Surya, bunda sama ayah nginep di sana. Aku ngga bisa nginep, karena aku belum ngerjain tugas. Tadi aku naik ojek, tapi malah mogok di jalan. Giliran mau mesen ojek lagi, malah ada preman itu." Anaya menceritakan tentang hal itu seraya menundukkan kepalanya.
"Makanya, jadi cewek itu harus pintar bela diri. Jangan bisanya dandan doang, terus... pake baju yang bener. Kalau kamu pakai baju kayak gitu, yang ada kamu bisa diperkosa di jalan." Kenzo mengatakan hal itu tanpa menolehkan wajahnya ke arah Anaya.
Anaya langsung menundukkan wajahnya mendengar apa yang dikatakan oleh Kenzo, wanita muda itu saat ini memang terlihat menggunakan dress yang nampak seksi.
Dress berwarna marun dengan panjang selutut, bahkan dress yang dipakai oleh Anaya memiliki belahan dada yang lumayan rendah.
"Iya, nanti aku akan belajar bela diri. Aku juga akan membiasakan diri untuk memakai baju yang lebih tertutup," ujar Anaya.
__ADS_1
Ayana yang mendengar pembicaraan di antara keduanya hanya terdiam seraya mengobati luka di tangan Anaya, dia sempat menolehkan wajahnya ke arah Anaya dan juga Kenzo. Lalu, Ayana terkekeh dibuatnya.