Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
BUSM2 S2. Bab 55


__ADS_3

Anisa memang begitu ingin menikah dengan Kenzo, Anisa ingin menghancurkan pernikahan pria itu dengan Anaya. Karena Anisa ingin hidup bahagia dengan pria itu, tetapi jika kenzo memperlakukan dirinya dengan kasar seperti itu, tentu saja Anisa tidak mau.


Lebih baik dia menggugurkan kandungannya dan memulai hidupnya dari awal, karena rasanya itu lebih baik daripada diperlakukan kasar oleh seorang pria.


Tatapan Kenzo benar-benar terlihat begitu mengerikan, Anisa sampai merasa jika itu bukan Kenzo. Pria itu sepertinya kesurupan setan messum yang membuat pria itu tidak punya jati diri.


Walaupun Anisa memiliki niat yang jahat, tetapi sungguh kali ini dia berdoa kepada Tuhan agar ada orang yang mau menyelamatkan dirinya.


"Jangan, Ken! Lepaskan aku!" teriak Anisa.


Di saat dia sedang merasakan ketakutan yang luar biasa, Anisa benar-benar merasa jika Tuhan mendengar doanya. Karena tidak lama kemudian dia melihat Sofyan datang, rasa takutnya sedikit berkurang.


"Yan, tolong aku!" teriak Anisa.


Kenzo yang melihat kedatangan dari Sofyan langsung mengedipkan sebelah matanya, Sofyan yang paham langsung menghampiri Kenzo dan memasang kuda-kuda seraya bersiap untuk memberikan bogem mentahnya kepada Kenzo.


"Lepasin cewek gue! Kalau elu nekat ngelakuin hal yang aneh-aneh, gue laporin elu ke polisi. Gue ngga peduli kalau elu anak orang kaya, gue bakal bawa elu ke jalur hukum!" teriak Sofyan.


"Ck! Elu datengnya kecepetan, seharusnya datengnya entaran aja. Biar gue bisa nikmatin cewek gemoy yang begitu menggoda ini," ujar Kenzo yang mulai menggunting ujung gamis yang dipakai oleh Anisa.


"Ken! Lepasin, jangan lakuin itu! Aku janji ngga bakal datang di kehidupan kamu lagi, tapi lepasin aku. Kumohon!" pinta Anisa.


"Bener itu! Lepasin cewek gue, kalau ngga! Polisi akan datang dengan segera," timpal Sofyan.


"Kalian itu berisik sekali, aku jadi tidak bergairah." Kenzo menolehkan wajahnya ke arah Sofyan. "Ini gara-gara elu, elu harus tanggung jawab."


Kenzo nampak mendekati Sofyan, pria itu dengan cepat melumpuhkan Sofyan dan merobek baju Sofyan. Baju itu dia gunakan untuk mengikat kedua tangan pria itu.


"Berani melawan, elu bakal tau akibatnya." Kenzo mendorong Sofyan sampai terjatuh di lantai.


Anisa ketakutan, dia takut jika Sofyan akan mati. Walaupun dia merasa tidak ingin menikah dengan pria itu, tetapi dia tidak ingin melihat Sofyan mati di tangan kenzo. Karena walau bagaimanapun juga, pria itulah yang selalu mencintainya dengan tulus.


Walaupun memang dia menolak pria itu berkali-kali, tetapi Sofyan selalu saja setia kepada dirinya.


"Berani menghalangi gue, elu bakalan mati. Resort ini sudah dikuasai oleh keluarga gue, kalau elu mati juga ngga bakal ada yang tau." Kenzo menodongkan gunting itu ke leher Sofyan.

__ADS_1


Anisa nampak menggelengkan kepalanya, dia benar-benar takut jika pria itu akan mati saat itu juga.


"Jangan sakiti dia, Ken. Dia bapak dari calon anak aku, masa dia udah jadi yatim. Padahal. masih di perut," ujar Anisa dengan menangis. Karena Kenzo menekan gunting itu pada leher Sofyan.


"Oh, jadi dia bapaknya, ya? Kalau gue lepasin dia, itu artinya elu bakalan nikah dong sama dia?" tanya Kenzo.


Anisa terdiam mendengar pertanyaan dari Kenzo, karena dia tidak ingin menikah dengan pria itu. Namun, Anisa juga tidak mau melihat Sofyan terluka. Apalagi sampai mati di hadapannya sendiri.


"Kalau elu diem, berarti elu nggak bakalan nikah sama pria itu. Artinya gue boleh bunuh dia, gue juga boleh nikmatin tubuh elu. Elu bisa jadi wanita pemuas napsu gue," ujar Kenzo.


"Ngga mau, Ken. Aku lebih baik nikah sama Sofyan daripada harus jadi pemuas napsu kamu, aku ngga mau," ujar Anisa dengan begitu kencang.


Baik Kenzo ataupun Sofyan nampak tersenyum dengan begitu tipis mendengar apa yang dikatakan oleh Anisa, karena itu artinya rencana mereka berdua sudah berhasil.


"Baiklah! Gue bakal lepasin elu berdua, tapi gue bakal terus mantau elu. Kalau terbukti elu nggak nikah sama dia, gue bakal jadiin elu buat muasin gue kapan pun gue mau."


"Ngga mau, aku mending nikah sama Sofyan aja. Aku ngga mau diperlakukan seperti wanita jallang!" teriak Anisa.


"Oke!" jawab Kenzo.


Pria itu dengan cepat melepaskan ikatan tangan Sofyan, lalu dia mendorong Sofyan sampai tersungkur ke atas tempat tidur.


Anisa hanya bisa mengepalkan kedua tangannya dengan sempurna, karena dia tidak bisa menjawab perkataan yang dilontarkan oleh Kenzo.


Kenzo yang melihat kebencian dari mata Anisa memutuskan segera pergi dari sana, sedangkan Sofyan dengan cepat membuka ikatan dari tangan dan juga kaki Anisa.


'


"Terima kasih, Yan. Tapi kenapa kamu bisa tahu kalau aku ada di sini?" tanya Anisa.


"Kamu nggak ingat kalau kita ketemu di bandara? Aku khawatir sama kamu, makanya aku nyusul kamu. Oiya, Sa. Kamu beneran lagi hamil anak aku?" tanya Sofyan.


"Iya," jawab Anisa.


"Alhamdulillah, aku bentar lagi bakalan jadi bapak. Ayo pulang, kita nikah." Sofyan mengusap-usap pergelangan tangan Anisa yang memerah.

__ADS_1


"Iya, kita nikah setelah pulang. Tapi, kamu harus belajar ilmu bela diri. Biar kamu bisa melindungi aku sama calon buah hati kita, masa tadi kamu lembek banget. Ngga bisa berantem," ujar Anisa dengan kesal.


Bagaimana dia tidak kesal jika melihat Sofyan yang ternyata tidak bisa berkelahi, bagaimana pria itu bisa melindungi dirinya dan calon buah hatinya jika melindungi diri sendiri saja tidak bisa.


Sofyan tersenyum dengan apa yang dikatakan oleh Anisa, tentu saja dia bisa berkelahi karena dia adalah seorang pria. Namun, dia tidak memukul Kenzo karena sesuai dengan perjanjian yang sudah mereka sepakati.


Kenzo dan juga Sofyan sepakat untuk menakut-nakuti Anisa, tetapi tidak boleh ada yang sampai terluka. Sofyan tidak diperbolehkan untuk memukul wajah Kenzo, karena dia takut jika wajahnya nanti tidak tampan lagi.


"Iya, nanti aku akan belajar ilmu bela diri. Tapi, yang terpenting saat ini aku tetap merupakan pria perkasa," ujar Sofyan.


Anisa langsung mengerutkan dahinya dengan dalam, bisa-bisanya pria itu berkata jika dirinya adalah pria perkasa, padahal dia tidak bisa melawan Kenzo sama sekali.


"Perkasa apanya? Kamu tadi ngelawan Kenzo aja ngga bisa, kamu bikin aku takut. Ini ngga apa-apa, kan?" tanya Anisa seraya mengusap leher Sofyan yang memerah.


Ah! Sofyan merasa begitu senang mendapatkan perhatian seperti itu dari Anisa, dia merasa dicintai walaupun Anisa berkata tidak pernah menyukai pria itu.


"Perkasa dong, buktinya udah bisa bikin kamu hamil." Sofyan langsung mengusap perut wanita itu.


"Geli ih!" ujar Anisa yang tampak malu-malu.


"Ayo kita pulang, kita nikah secepatnya. Aku udah ngga sabar mau nengokin dia," ujar Sofyan.


"Apaan sih? Tapi, Yan. Bagaimana dengan pekerjaan kamu?" tanya Anisa.


Anisa tetap saja merasa khawatir ketika mengingat pekerjaan pria itu yang hanya seorang bartender, lebih khawatirnya lagi ketika mengingat jika Sofyan memiliki pekerjaan yang tidak halal.


Pria itu sering menjual obat perangsang, obat kuat dan obat yang mengandung psikotropika. Jika dia menikah dengan pria itu, apakah pekerjaan pria itu tidak akan berbahaya untuk dirinya dan calon buah hatinya, pikirnya.


"Aku sudah meninggalkan pekerjaan itu, sekarang aku mengurus sebuah perusahaan di pulau S. Kamu mau kan, ikut aku ke sana?" tanya Sofyan.


Anisa tersenyum senang mendengar perkataan dari Sofyan, dia bahkan langsung menganggukkan kepalanya di hadapan pria itu.


"Iya, aku mau. Mari kita mulai semuanya dari awal," ujar Anisa.


Dia merasa lebih baik menikah dengan Sofyan, daripada dia menggugurkan kandungannya dan memulai kehidupannya yang belum tentu seperti apa.

__ADS_1


Lagi pula Sofyan sangat mencintai dirinya, Anisa yakin pria itu mampu membahagiakan dirinya dan juga calon buah hatinya.


Bukankah pepatah mengatakan lebih baik dicintai daripada mencintai, apa salahnya Anisa mencoba untuk berumah tangga dengan pria yang begitu mencintai dirinya itu.


__ADS_2