
Angel dengan cepat membersihkan diri setelah selesai bercinta dengan Sam, begitupun dengan Sam. Pria itu membersihkan diri di kamar yang berbeda, hal itu dia lakukan agar tidak kembali bercinta dengan Angel.
Entah apa yang salah dengan dirinya, karena setiap dirinya berdekatan dengan Angel, miliknya selalu saja bangun dan ingin bercinta kembali.
Selesai mandi Sam langsung memakai baju kerja dan segera keluar dari kamar, lalu dia menghampiri Angel yang sedang membuatkan kopi untuknya.
"Minum dulu kopinya, biar lebih semangat kerjanya." Angel memberikan secangkir kopi buatannya kepada Sam.
Sam tersenyum karena Angel bersikap layaknya seorang istri, padahal biasanya dia sangat cuek. Sam akan membuat kopi dan juga sarapan sendiri ketika dia menginap di tempat Angel.
Namun, kali ini Angel terlihat begitu berbeda. Lebih perhatian, pengertian dan juga terlihat ingin terus menempel dengan dirinya.
"Terima kasih," ujar Sam seraya menerima kopi yang dibuatkan oleh Angel.
Saat Sam menyesap kopi yang dibuatkan olah Angel, dahinya nampak mengernyit. Rasanya tidak enak seperti buatan Aruna, kopi yang Angel buatkan terasa sangat manis sekali.
Padahal, Sam tidak terlalu menyukai makanan atau minuman manis. Apalagi kopi, dia suka dengan kopi buatan Aruna karena selalu sesuai dengan lidahnya. 2 sendok kopi dan 1 sendok teh gula.
"Kenapa?" tanya Angel saat melihat raut wajah Sam yang tidak bersahabat.
Sam berusaha untuk tersenyum kepada wanita yang ada di hadapannya, dia tidak mungkin mengatakan yang sejujurnya karena takut Angel akan terluka.
"Tidak apa-apa, sepertinya aku sedang tidak begitu menginginkan kopi," jawab Sam seraya menyimpan kopi di atas meja makan.
Angel merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Sam, tetapi dia berusaha untuk tersenyum. Angel lalu mengambil roti isi yang sudah dia buat, lalu memberikannya kepada Sam.
"Sarapan dulu, Yang. Roti isi ini spesial aku buatkan untuk kamu loh," ujar Angel dengan manja.
Sam merasa sangat senang karena Angel berubah begitu perhatian, walaupun memang tadi ketika dia mencicipi kopi buatan Angel rasanya sangat tidak enak.
__ADS_1
"Iya," jawab Sam seraya menatap roti isi yang kini terhidang di hadapannya.
Wajah Sam berubah pias, bahkan dia terlihat menelan salivanya berkali-kali. Roti isi yang Angel buat terlihat gosong, timun dan seladanya terlihat sudah layu. Bahkan, saosnya terlihat begitu banyak. Sam sudah bisa menebak jika roti isi itu pasti tidak enak.
"Sepertinya aku tidak ingin sarapan, masih kenyang karena tadi pagi sudah minum susu dari sumbernya," ujar Sam seraya tersenyum kecut.
Angel tersenyum malu-malu, dia menjadi ingat akan pergulatan panas yang sudah dia lakukan dengan pria yang kini ada di hadapannya. 3 kali bercinta dengan Sam membuat tubuhnya terasa panas dingin, bahkan dia merasa tidak puas dan ingin mengulangnya kembali.
Ternyata efek obat kuat yang Angel beli di tukang jamu sangat ampuh, Angel bahkan berencana akan membeli obat kuat itu kembali. Bahkan, dia berencana akan menyetok jamu kuat tersebut.
"Tapi aku sudah berusaha dengan susah payah dalam membuatkan roti isi ini loh, kamu harus coba walaupun sedikit. Hargai usaha aku, Sam," ucap Angel manja.
Angel langsung mengambil roti isinya dan menyuapkan roti isi itu ke dalam mulut Sam, mau tidak mau pria itu memakan roti isi tersebut. Rasa pahit dan juga pedas terasa menyengat di lidahnya.
Uhuk! Uhuk!
Sam terbatuk-batuk, dia bahkan langsung berlari dan memuntahkan roti isi yang masuk ke dalam mulutnya di atas wastafel. Angel terlihat kecewa, dia langsung memasukkan roti isi itu ke dalam mulutnya karena penasaran.
Sam yang sudah membasuh mulutnya kembali menghampiri Angel, dia memaksakan senyumnya lalu berkata.
"Aku harus segera berangkat bekerja, aku sudah 3 hari izin sakit. Maaf tidak bisa lama-lama menemani kamu," ucap Sam.
Sam saat ini merasa ketakutan jika Angel akan memaksa dirinya untuk memakan makanan yang dibuat oleh wanita itu, lebih baik dia segera pergi ke kantor walaupun memang waktu baru menunjukkan pukul 7 pagi, pikirnya.
"He'em, pergilah. Tapi, temui Aya dulu. Walaupun dia masih tidur, setidaknya kamu memberikan kecupan manis untuk putri kita," ujar Angel.
"Oke," jawab Sam.
Angel mencoba memasangkan dasi di leher Sam, sayangnya selalu saja gagal. Sam berdecak dan mengambil alih dasi tersebut dari tangan Angel.
__ADS_1
"Sepertinya aku tidak perlu memakai dasi hari ini," ujar Sam.
Setelah mengatakan hal itu, Sam langsung melangkahkan kakinya menuju kamar Ayaka, dia tersenyum kala melihat putrinya yang masih terlelap dalam tidurnya. Dia mendekati Ayaka dan mengecup kening putrinya dengan penuh kasih.
"Ayah kerja dulu, jangan nakal. Maaf kalau misalkan ke depannya Ayah akan jarang menemui kamu," ujar Sam.
Setelah mengatakan hal itu, Sam langsung melangkahkan kakinya untuk keluar dari kediaman Angel. Tentunya wanita itu sudah menunggu di dekat mobil miliknya yang dibelikan oleh Sam, karena memang pria itu datang ke sana tidak membawa mobil.
"Bawalah mobilku, Sam. Kalau pake taksi nanti takut lama," ujar Angel seraya memberikan kunci mobil miliknya kepada Sam.
Untuk sesaat Sam terdiam, dia merasa keberatan jika harus membawa mobil milik Angel. Namun, dia takut jika Angel akan tersinggung kalau dirinya tidak mau memakai mobil wanita itu.
"Ya!" jawab Sam seraya menerima kunci mobil yang diberikan oleh Angel.
Sam langsung masuk ke dalam mobil tersebut dan melajukannya menuju perusahaan Siregar, dia ingin segera bekerja dan meminta maaf karena terlalu lama izin bekerja.
Saat tiba di perusahaan Siregar, Sam memarkirkan mobilnya dan langsung berjalan untuk masuk ke lobi perusahaan.
Sam yang belum menyadari video percintaan panasnya dengan Angel tersebar luas berjalan dengan begitu santainya, para karyawan yang melihat Sam masuk ke lobi perusahaan langsung mendelik tidak suka.
Bahkan, ada beberapa karyawan yang menghampiri Sam seraya membawa secangkir kopi di tangannya. Ada juga yang membawa sebotol air mineral dan membawa segelas teh manis.
Melihat banyaknya karyawan Siregar yang menghampiri dirinya, Sam menjadi bertanya-tanya di dalam hatinya, ada apa dengan mereka semua. Terlebih lagi saat melihat tatapan mereka yang begitu tidak suka ketika menatap Sam, dia menjadi takut.
"Eh? Kenapa kalian menatapku seperti itu? Ada apa sebenarnya? Kenapa kalian--"
Belum juga Sam menyelesaikan ucapannya, para karyawan tersebut tanpa banyak bicara langsung mengguyur tubuh Sam dengan air yang mereka bawa.
Byur!
__ADS_1
"Ah! Panas!" teriak Sam seraya melompat-lompat dan mengusap-usap dadanya dan juga wajahnya yang terasa begitu panas.