
Setelah mendapatkan perawatan selama 3 hari, akhirnya Aruna diperbolehkan untuk pulang. Almira langsung mengajak Aruna untuk pulang ke kediaman Rahardi, karena walau bagaimanapun juga Aruna adalah menantunya.
Selama Aruna dirawat di rumah sakit, Almira akan menjaga Aruna di saat siang hari. Sedangkan Sam akan menjaga Aruna di saat malam hari, setelah Aruna tidur dia akan datang, lalu akan pergi sebelum wanita itu bangun dari tidurnya.
Entah apa yang terlintas di pikiran pria itu, hanya pria dingin itu yang mengetahuinya. Aruna bahkan tidak pernah tahu jika Sam selalu menjaga Aruna setiap malamnya.
"Masuklah, Sayang. Ini adalah kamar Sam, itu artinya ini juga adalah kamar kamu." Almira membukakan punya kamar Sam.
"Tapi, Mom. Bolehkah aku tinggal di kamar lain saja?" tanya Aruna yang merasa enggan tinggal satu kamar yang sama bersama dengan Sam.
Walaupun Sam sudah resmi menjadi suaminya, tetapi dia begitu enggan untuk tinggal satu kamar dengan pria itu. Bahkan, kalau bisa dia tidak ingin tinggal satu atap dengan pria itu.
"Tidak bisa, Sayang. Kamu harus tidur dengan Sam, baju-baju milik kamu juga sudah Mom masukan ke dalam lemari. Oiya, Sayang. Saat Mom merapikan rumah ibu kamu, Mom menemukan kalung ini. Pakailah, kalung secantik ini kenapa tidak dipakai, hem?" tanya Almira.
"Ehm! Belum sempet pake, Mom. Nanti aku pake," jawab Aruna.
"Biar Mom yang pakaikan," ucap Almira seraya memakaikan kalung tersebut di leher Aruna.
Rasanya Aruna ingin menangis saat memakai kalung itu, dia malah teringat akan wanita yang berjuang untuk melahirkan dirinya. Namun, ketika dirinya sudah terlahir malah dibawa pergi oleh Arimbi.
Aruna merasa jika ibu kandungnya dan juga keluarganya pasti sangat tersiksa dan juga bersedih, setelah merasa siap, Aruna berjanji akan mencari keluarga kandungnya.
"Wow! Kamu sangat cantik, apalagi kalau perawatan ke salon. Pasti lebih glowing lagi, kita ke salon aja yuk?" ajak Almira.
"Ngga usah, Mom. Aku di rumah aja," jawab Aruna.
"Tidak bisa, kita harus pergi. Sudah terlalu lama kamu tiduran saja di rumah sakit, kamu butuh perawatan," ujar Almira.
Setelah mengatakan hal itu, Almira langsung mengajak Aruna untuk pergi ke salon. Keduanya melakukan perawatan full body, Aruna yang pada dasarnya memang sudah cantik, kini terlihat semakin cantik saja.
Terlebih lagi Almira membelikan beberapa dress yang sangat cantik untuk menantunya tersebut, Aruna kini benar-benar terlihat luar biasa.
__ADS_1
"Ah! Mom sangat lelah, Mom ke kamar dulu," ujar Almira setelah mereka tiba di kediaman Rahardi.
"Iyes, Mom. Aku juga mau mandi, udah sore juga," ujar Aruna menimpali.
Aruna dan Arimbi nampak masuk ke dalam kamar masing-masing, Aruna dengan cepat membersihkan tubuhnya.
Dia kini begitu sadar jika dirinya sudah menjadi seorang istri, dia harus terlihat rapi ketika suaminya pulang dari kantor. Walaupun memang mereka menikah secara tidak wajar, menurut Aruna.
Selepas mandi, Aruna langsung keluar dari dalam kamar mandi. Dia hanya menggunakan handuk yang menutupi tubuhnya sampai sebatas dada, rambutnya juga terlihat terurai dengan basah.
"Ehm!"
Aruna yang hendak duduk di depan meja rias mengurungkan niatnya, karena ternyata Sam sudah pulang. Pria itu menghampiri Aruna dan menyalakan hair dryer untuk mengeringkan rambutnya.
"Duduklah, biar aku bantu kamu mengeringkan rambut," ujar Sam.
Walaupun merasa risih dengan keadaan seperti ini, tetapi Aruna menuruti apa yang dikatakan oleh Sam. Dia duduk di depan meja rias seraya menatap Sam dari pantulan cermin.
Sam tetap saja terlihat dingin seperti biasanya, tetapi sikapnya sangat manis sekali. Karena pria itu benar-benar membantu dirinya untuk mengeringkan rambut.
Setelah mengatakan hal itu, Sam langsung menunduk. Lalu, dia mengecupi leher jenjang istrinya sampai ke pundak polos Aruna.
"Kamu sangat wangi, aku mau kamu boleh?" tanya Sam.
Aruna begitu kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Sam, dia bahkan tidak sanggup mengatakan apa pun. Dia hanya bisa menatap suaminya dengan lekat, dia benar-benar merasa tidak percaya dengan apa yang Sam katakan kepada dirinya.
"Kamu istri sah aku, boleh, kan?" tanya Sam seraya menatap Aruna dengan tatapan penuh puja.
Aruna masih terdiam, dia tidak sanggup mengatakan hal apa pun. Terlebih lagi saat mengingat ucapan yang keluar dari mulut Sam yang begitu menyakitkan, rasanya dia seperti tidak sedang melihat suaminya. Melainkan melihat orang lain dari sosok pria yang kini ada di dekatnya tersebut.
"Lama!" keluh Sam.
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu, Sam langsung membopong tubuh istrinya. Lalu, dia merebahkan tubuh istrinya di atas tempat tidur. Dengan tidak sabarnya dia melucuti pakaian yang melekat di tubuhnya, setelah itu dia menarik handuk yang dipakai oleh Aruna dan melemparkannya dengan sembarang.
Aruna sempat menolehkan wajahnya ketika dia melihat milik Sam yang berdiri dengan tegak, wajahnya bahkan langsung memerah karena malu dan juga mau. Sam tertawa lalu mulai mencumbui wanita yang sudah menjadi istrinya itu.
Keesokan harinya.
Tubuh Aruna terasa sakit semua, tetapi dia berusaha untuk bangun dan segera membersihkan tubuhnya. Hari ini dia ingin pergi ke kantor untuk menemui Steven, dia ingin mengundurkan diri karena setelah tadi malam Aruna bercinta dengan Sam, pria itu berkata jika dirinya sudah tidak boleh bekerja kembali.
"Mau ke mana?" tanya Sam ketika melihat Aruna yang sudah terlihat cantik.
"Mau ke kantor," jawab Aruna.
"Mau apa?" tanya Sam lagi.
"Mau mengundurkan diri, kamu bangun gih. Mandi biar seger, bajunya sudah aku siapin. Aku tunggu di ruang makan," jawab Aruna.
Sam tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, Aruna merasa senang karena dia bisa melihat senyum di bibir suaminya pagi ini. Terlebih lagi ketika mengingat akan apa yang sudah mereka lakukan tadi malam, rasanya Aruna mulai berpikir jika rumah tangganya akan baik-baik saja.
"Hem!" jawab Sam dengan deheman saja.
Sam bangun dan turun dari tempat tidur, sebelum dia masuk ke dalam kamar mandi, Sam mendekati Aruna dan mengecup bibir istrinya. Wajah Aruna langsung memerah karena ulah pria itu.
"Haish! Kenapa dia jadi manis seperti itu?" tanya Aruna dengan kebahagiaan yang tiba-tiba datang begitu saja.
Selesai sarapan, Sam dan Aruna berangkat bersama ke kantor. Tentunya setelah mereka berpamitan kepada Almira terlebih dahulu, Almira tentunya mendukung jika Aruna memang mau berhenti bekerja. Karena itu demi kebaikan janin yang dia kandung.
"Sam, Aruna! Tumben kalian barengan!" ujar Steven kaget.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Steven, Aruna dan Sam langsung saling pandang. Tidak lama kemudian Sam terlihat menganggukkan kepalanya, Aruna tersenyum lalu berkata.
"Ehm! Anu, Tuan. Saya datang untuk mengundurkan diri, saya sudah menikah dengan Sam. Saya akan fokus untuk mengurus rumah tangga," jelas Aruna dengan wajah malu-malu.
__ADS_1
Steven terlihat begitu kaget dengan apa yang dikatakan oleh Aruna, dia tidak menyangka jika asisten pribadinya akan menikahi sekretarisnya.
"Ya ampun, kapan kalian menikah? Kenapa aku tidak tahu?" tanya Steven saya menatap wajah Aruna dan juga wajah Sam secara bergantian.