Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
BUSM2 S2. Bab 57


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Seluruh keluarga besar Siregar dan juga Dinata sudah pulang ke ibu kota, Kenzo dan juga Anaya sudah pulang ke rumah Kenzo. Pasangan pengantin baru itu menghabiskan waktu di resort tanpa melakukan percintaan panas seperti yang mereka inginkan.


Alan juga sudah kembali ke rumah makan milik Kenzo yang dikelola oleh dirinya, karena lelaki paruh baya itu lebih nyaman tinggal di rumah makan tersebut daripada harus tinggal di rumah Kenzo.


Bukan karena tidak sayang kepada Kenzo dan juga Anaya, tetapi dia merasa jika Kenzo dan juga Anaya butuh waktu untuk berduaan saja. Mereka adalah pasangan pengantin baru yang tentunya butuh waktu untuk bermesraan.


Setelah pulang ke kediamannya, Kenzo bahkan langsung memutuskan untuk bekerja. Karena rasanya jika dia berduaan saja dengan Anaya, waktu yang dia lalui terasa begitu lama.


Selesai bekerja Kenzo langsung pulang ke kediamannya, karena ternyata tidak bertemu dengan istrinya seharian membuat dia begitu rindu dengan istrinya tersebut.


Setibanya di kediamannya, Kenzo langsung masuk ke dalam kamar utama, dia langsung menyimpan tas kerjanya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Ah! Lelahnya," ujar Kenzo seraya menghela napas berat.


Walaupun selama satu minggu ini Aman menghandle perusahaan batubara miliknya, tetap saja di saat pertama dia masuk bekerja justru banyak bekerja yang harus dia selesaikan.


Karena memang ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa diwakilkan kepada Aman, ada beberapa klien yang ingin bertemu secara langsung dengan Kenzo.


Di saat pria itu sedang meluruskan punggungnya yang terasa pegal, tiba-tiba saja dia melihat pintu kamar mandi terbuka. Matanya langsung membulat ketika melihat Anaya yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


Wanita itu terlihat begitu seksi sekali, Anaya hanya menggunakan handuk kecil yang menutupi tubuhnya sampai sebatas dada.


Kenzo juga melihat rambut wanita itu nampak sedikit basah, tentunya hal itu membuat Anaya semakin cantik dan juga menggoda.


"Yang! Tumben kamu mandi jam segini? Pake keramas segala lagi, aku kan' jadi pengen." Kenzo menatap tubuh istrinya dengan tatapan penuh minat.


"Sengaja keramas, sekalian bersih-bersih. Soalnya darahnya udah ngga ada," jawab Anaya.


Setelah mengatakan hal itu, Anaya langsung duduk di depan meja rias. Lalu, dia menyalakan hair dryer dan mengeringkan rambutnya.


Kenzo nampak terdiam dengan apa yang dikatakan oleh Anaya, pria itu sedang berpikir keras dengan apa yang dikatakan oleh istrinya.


Tidak lama kemudian, Kenzo nampak bangun dan segera menghampiri istrinya. Dia usap kedua pundak polos istrinya lalu berkata.

__ADS_1


"Ehm! Kalau darahnya udah ngga ada, berarti datang bulannya udah selesai dong?" tanya Kenzo.


Kanaya menatap wajah suaminya dari pantulan cermin, dia bisa melihat dengan jelas jika suaminya itu begitu menginginkan dirinya.


"Iya, Sayang. Makanya aku bersih-bersih, biar bisa shalat maghrib," jawab Anaya.


Mendengar jawaban dari istrinya, Kenzo langsung tersenyum dengan begitu lebar. Lalu, pria itu melirik jam yang melingkar di tangan kirinya.


"Ehm! Yang, baru jam lima. Masih ada waktu satu jam lagi, boleh dong ya?"


Tangan Kenzo mulai merambat untuk mengusap kedua dada istrinya, lalu tangan itu dengan nakalnya menurunkan handuk yang dipakai oleh istrinya tersebut.


"Ken!" pekik Anaya karena kini dirinya dalam keadaan polos setelah Kenzo melemparkan handuk yang dia kenakan.


"Pengen, Yang. Udah nggak tahan ini, perenya sampai satu minggu loh. Kamu ngga kasian sama aku?" ujar Kenzo yang langsung menggendong tubuh istrinya dan merebahkannya di atas tempat tidur.


"Kamu baru pulang loh, belum mandi. Bau tau, Ken." Anaya langsung salah tingkah karena Kenzo kini mulai melepaskan satu persatu kain yang melekat di tubuhnya.


Ah! Suaminya itu memiliki tubuh yang begitu seksi sekali, Anaya benar-benar mengagumi bentuk tubuh suaminya tersebut. Namun, dia merasa malu untuk menyentuh tubuh pria itu.


Anaya tidak bisa bergerak sama sekali, Kenzo benar-benar membuat dirinya tidak berkutik sama sekali.


"Aduh! Jangan gigit!" keluh Anaya ketika pria itu mulai menyesap ujung dadanya dan sesekali menggigitnya.


"Gemes, Yang. Boleh langsung nggak sih? Aku ngga tahan banget," pinta Kenzo.


Waduh! Abang Kenzo nih suka macam-macam aja, kalau langsung masuk ya nanti neng Anaya bisa kesakitan. Minimal pemanasanlah sepuluh menit.


"Jangan, Yang. Nanti sakit," jawab Anaya.


"Iya, deh iya."


Kenzo yang tidak ingin membuat istrinya kesakitan langsung memberikan sentuhan pada setiap titik sensitif tubuh Anaya, wanita itu sampai memejamkan matanya mendapatkan sentuhan dari pria itu.


Setelah melihat Anaya yang mulai nyaman dan setelah meraba milik istrinya yang nampak basah, Kenzo dengan perlahan memasukkan miliknya.

__ADS_1


"Sakit, Yang. Pelan-pelan," ujar Anaya ketika merasakan milik pria itu memenuhi inti tubuhnya.


Kenzo nampak nyengir kuda, Ia benar-benar merasa sudah tidak sabar. Namun, Kenzo seakan lupa jika ini adalah permulaan setelah libur satu minggu.


"Maaf, Yang. Abisan enak," ujar Kenzo yang mulai menggoyangkan pinggulnya.


Pria itu merasa begitu senang sekali, karena pada akhirnya dia bisa kembali merasakan nikmatnya memadu kasih dengan istri tercintanya.


Awalnya Anaya merengek karena sakit, tetapi tidak lama kemudian Anaya nampak keenakan dengan tumbukan dari milik suaminya itu.


"Terima kasih, Sayang." Kenzo langsung mengecup bibir istrinya dengan mesra setelah dia mendapatkan pelepasannya.


"He'em! Kamu tuh buru-buru banget, enak sih. Tapi sakit,'' protes Anaya.


Ini kali kedua Anaya kembali dimasuki oleh milik suaminya setelah libur satu minggu, rasanya sangat nikmat tetapi juga meninggalkan rasa sakit.


Namun, Anaya sempat mencari tahu tentang hal itu. Memang sangat wajar terjadi kepada pasangan pengantin baru, terlebih lagi dia memang masih perawan saat menikah dengan Kenzo.


"Maaf, Sayang. Selain enak, waktunya juga mepet banget," jawab Kenzo seraya melepaskan miliknya dan merebahkan tubuhnya di samping istrinya.


"Iya, Sayang. Aku paham," ujar Kanaya.


Kanaya langsung memeluk tubuh Kenzo, lalu dia mengusap dada suaminya yang basah dengan keringat. Kenzo langsung menangkap tangan istrinya.


"Jangan diusap-usap kaya gitu, nanti aku pengen lagi."


"Maaf, Sayang." Anaya langsung mengecup bibir Kenzo, lalu dia berusaha turun dari tempat tidur dengan perlahan.


Inti tubuhnya terasa perih, tetapi dia tidak merasa kapok sudah melakukan percintaan panas dengan suaminya. Karena rasanya sangat nikmat.


"Mau ke mana?" tanya Kenzo.


"Mandi, Yang. Adzan maghrib sudah berkumandang," jawab Anaya.


Kenzo hanya bisa melihat tubuh polos Anaya seraya menelan ludahnya dengan kasar, karena Anaya masuk ke dalam kamar mandi dalam keadaan polos.

__ADS_1


"Ya ampun! Dia sangat seksi," ujar Kenzo ketika melihat bokong bulat istrinya yang seakan melambai-lambai untuk disentuh.


__ADS_2