Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
Bab 21


__ADS_3

Tadi malam Aruna memberikan servis yang terbaik untuk Sam, dia bahkan menjadi joki yang terlihat begitu handal saat bermain di atas tubuh suaminya tersebut.


Sam sampai merasa tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh istrinya, Aruna terlihat begitu lain malam tadi. Sam benar-benar merasa puas dengan percintaan panas malam tadi bersama dengan Aruna, percintaan luar biasa yang baru dia rasakan bersama dengan istrinya tersebut.


Pukul 2 malam barulah mereka selesai bercinta, itu pun setelah mereka kembali bercinta di dalam kamar mandi. Ini adalah malam terpanas dan juga teristimewa yang Sam rasakan selama berumah tangga dengan Aruna.


Kini, waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Namun, Sam masih terlelap di dalam tidurnya. Sepertinya pria itu benar-benar lelah dan juga puas setelah bercinta dengan Aruna, beruntung ini adalah hari Sabtu. Sehingga Aruna dengan sengaja tidak membangunkan suaminya.


Berbeda dengan Aruna yang kini sudah terlihat begitu cantik, dia bahkan sudah mengotak-atik handphone milik suaminya. Sengaja dia melakukan hal itu agar bisa menyadap setiap obrolan yang dilakukan oleh suaminya tersebut bersama dengan Angel.


Aruna hari ini sudah ada janji temu dengan Arin, tentunya untuk menjalankan rencana yang sudah mereka susun. Beruntung Arin masuk kerja jam 2 siang, sehingga pagi ini dia bisa membantu Aruna terlebih dahulu.


"Mom! Kemaren aku bertemu dengan teman sekolahku, Aku mau bertemu dengan dia lagi, boleh?" tanya Aruna dengan wajah memelas.


"Mom sih boleh aja, terus Sam sama Ay gimana?" tanya Almira yang sangat tahu jika keduanya begitu bergantung kepada Aruna.


"Mereka masih tertidur dengan pulas, kalau minta izin kepada mereka berdua, nanti aku kesiangan perginya Mom." Aruna memeluk Almira, dia berusaha untuk merayu Ibu mertuanya tersebut.


"Tunggu sebentar, kok tumben Sam belum bangun? Biasanya kalau libur kayak gini pagi-pagi pasti sudah pergi joging," ucap Almira.


Ya, dia selalu pergi untuk joging. Itu adalah alasan saja, padahal dia akan pergi untuk melakukan panggilan video call dengan Angel.


"Dia kecapean, Mom," jawab Aruna dengan suara yang begitu pelan tetapi Almira masih bisa mendengarnya.


"Oh ya ampun, Mom paham." Almira tertawa lalu melerai pelukannya bersama dengan Aruna. "Pergilah, Sayang. Nikmati hari libur kamu, Mom akan menjaga Ay. Tapi, kalau nanti Ay nanyain kamu, Mom akan telepon ya?" ucap Almira.


"Telpon aja, Mom. Aku pasti langsung pulang," jawab Aruna.


"Hem! Bersenang-senanglah,'' ujar Almira.


''Yes, Mom. Oiya, Mom. Apa yang selalu diinginkan oleh Sam, tetapi tidak bisa dia wujudkan?" tanya Aruna.


"Sejak kecil Sam sangat suka melukis, tetapi dia tidak bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi seorang pelukis. Dia berkata jika dia adalah seorang pria yang harus menafkahi ibunya, jadi dia malah lebih memilih bekerja sebagai asisten pribadinya tuan Steven," jawab Almira.

__ADS_1


"Oh gitu, tapi Mom. Kenapa dia tidak meneruskan usaha dari mendiang daddy?" tanya Aruna karena dia sangat tahu jika keluarga saya memiliki beberapa Resto di pusat kota.


"Kata Sam dia tidak suka dengan aroma makanan yang tercampur," jawab Almira.


"Oh, ya udah. Aku pergi dulu, titip Sam sama Ay," pamit Aruna.


Aruna benar-benar merasa senang karena mendapatkan izin dari mertuanya untuk bisa pergi, setelah berpamitan kepada mertuanya tersebut, Aruna langsung janji temu bersama dengan Arin di kamar kost milik Arin.


"Sudah siap?" tanya Arin.


"Siap, dong!" jawab Aruna.


"Kalau gitu elu ganti bajunya, kalau udah selesai nanti gue dandanin." Arin memberikan baju kepada Aruna, baju petugas kebersihan yang memang sudah mereka beli kemarin.


Arin juga melakukan hal yang sama, dia memakai baju petugas kebersihan yang sama dengan yang Aruna pakai. Setelah selesai berganti baju, Arin langsung mendandani Aruna, Aruna nampak cantik sekali.


"Let's go! Jangan lupa bawa alat kebersihannya, biar gue yang bawa alat yang sudah kita siapkan kemarin."


"Siap, Arin. Tapi, kenapa elu bisa tahu masalah ginian sih?" tanya Aruna.


"Ya ampun! Elu udah punya pacar? Ikut seneng gue, cepetan nikah. Inget umur udah dua puluh delapan tahun," ujar Aruna.


"Siap madam!" jawab Arin.


Setelah mereka bersiap, keduanya langsung pergi ke perumahan yang dihuni oleh Angel. Saat tiba di depan rumah Angel, Arin langsung menekan bel beberapa kali. Saat Arin sedang menekan bel, Aruna dengan cepat memakai masker, karena dia takut jika Angel akan mengenali dirinya.


Tidak lama kemudian, Angel keluar dari dalam kamarnya dengan masih menggunakan baju tidur dan menghampiri Arin dan juga Aruna.


"Kalian siapa?" tanya Angel dengan kening yang mengerut dalam.


"Selamat pagi menjelang siang, Nyonya. Kami petugas kebersihan yang bertugas untuk merapikan rumah anda," jawab Arin.


"Tapi saya ngga mesen petugas kebersihan loh! Terus, itu temennya kenapa pake masker gitu?" tanya Angel.

__ADS_1


"Jadi begini, Nyonya. Kata pak bos anda belum memiliki pelayan, jadi kami ditugaskan untuk membersihkan rumah anda. GRATIS! Kalau teman saya alergi debu, jadi harus pake masker," ujar Aruna.


"Oh gitu, tapi beneran gratis?" tanya Angel senang.


"Iya, Nyonya. Ini sebagai bonus karena anda sudah membeli rumah termewah di komplek ini," jawab Arin.


"Ah! Baguslah, silakan masuk!" ujar Angel.


Angel merutuki dirinya sendiri, karena dia baru saja membersihkan rumah mewah tersebut. Walaupun memang belum semuanya dia bersihkan, kamar utama, dapur dan juga ruang tamu belum sempat dia bersihkan.


"Kami mulai membersihkannya dari ruang tamu saja ya, Nyonya?" ujar Arin meminta izin.


"Lakukanlah, saya mau mandi. Gerah, tapi kalau bisa jangan sampai sore ya. Soalnya ayahnya Ayaka akan datang," ujar Angel.


"Tidak masalah, kami di sini tidak sampai 2 jam." Arin berusaha tersenyum dengan sangat manis.


"Ah! Syukurlah, kalau begitu saya tinggal dulu," ujar Angel yang langsung masuk ke dalam kamar utama.


Setelah Angel masuk ke dalam kamar utama, Arin dan Aruna langsung melakukan tugasnya. Keduanya langsung memasang kamera CCTV di tempat-tempat yang biasanya dijangkau oleh pasangan suami istri. Tentunya mereka memasang CCTV tersebut dengan begitu rapi.


"Tinggal masang di dalam kamar utama, gue apa elu yang masuk ke sana?" tanya Arin.


"Elu aja," jawab Aruna seraya memaksakan senyumnya. Walaupun Aruna memakai masker, tetapi Arin bisa melihat kerutan di bawah mata Aruna yang menandakan dia sedang tersenyum.


"Aih! Minta tolongnya ngga nanggung-nanggung," keluh Arin.


Dengan begitu perlahan Arin masuk ke dalam kamar utama, sedangkan Aruna membersihkan ruang tamu dan juga ruang keluarga yang memang tidak kotor sama sekali.


Arin memasang 2 kamera CCTV dari sudut yang berbeda, setelah itu dia tersenyum dengan penuh bangga karena bisa menyelesaikan misinya.


Namun, saat hendak keluar dari dalam kamar utama, pintu kamar mandi hendak terbuka. Dengan cepat Arin duduk di atas tempat tidur, lalu dia mencubit kaki Ayaka yang sedang tertidur pulas.


Sontak saja Ayaka langsung menangis dengan begitu kencang, Arin langsung berpura-pura sedang mendiamkan anak itu.

__ADS_1


"Eh? Sedang apa kamu di dalam kamar saya? Itu, kenapa anak saya nangis?" tanya Angel.


__ADS_2