Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
Bab 55


__ADS_3

Angel berbisik tepat di telinga pria itu, pria itu nampak tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Dia seolah sudah paham dengan apa yang diminta oleh Angel, sepertinya memang sudah banyak orang yang bertindak seperti itu di sana.


"Anda berani bayar saya berapa?" tanya pria itu.


Angel tersenyum penuh arti mendengar apa yang dipertanyakan oleh pria itu, karena itu artinya rencananya tidak akan gagal. Angel mengambil uang dari dalam dompetnya, lalu dia memberikan uang tersebut kepada pria itu.


"Apa segini cukup?" tanya Angel.


Pria paruh baya itu nampak tertawa tertahan, dia begitu senang karena Angel memberikan uang yang begitu banyak kepada dirinya.


"Sangat cukup, Nyonya. Tunggulah sebentar di dalam kamar, pasti semuanya akan beres." Pria itu membungkuk hormat.


"Oke!" jawab Angel.


Angel terlihat begitu bahagia, raut wajahnya yang sejak tadi muram kini menjadi sumringah. Dengan langkah yang begitu ringan dia masuk ke dalam kamar penginapan yang sudah dihuni oleh Sam dan juga Ayaka.


Saat dia masuk, Sam sedang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur berukuran sedang. Berbeda dengan Ayaka, dia sedang duduk sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.


"Kenapa, Sayang?" tanya Angel.


"Kepala Aya masih sakit," jawab Ayaka.


"Kamu boboan dulu sama Ayah, biar Bunda pakaikan minyak telon sambil dipijat," ujar Angel.


"Ya, Bunda." Ayaka dengan cepat merebahkan tubuhnya di samping Sam.


Angel mengambil minyak telon dan mulai memijat kepala putrinya tersebut, dia pandang putrinya yang terlihat begitu cantik itu. Tidak lama kemudian, air matanya terlihat turun membasahi kedua pipinya.


Melihat ada air mata di kedua pipi bundanya, Ayaka ikut bersedih. Dia mengusap air mata tersebut dan berkata.


"Bunda sedih? Kenapa?" tanya Ayaka.


"Tidak apa-apa, Sayang. Kamu tidak boleh nakal ya? Bunda sayang Aya," ujar Angel seraya memeluk putrinya.

__ADS_1


"Aya juga sayang sama Bunda, Aya janji tidak bakalan nakal." Ayaka membalas pelukan dari ibunya.


Sam yang sedang merebahkan tubuhnya langsung beringsut dan menghampiri Ayaka dan juga Angel, lalu dia memeluk keduanya dengan begitu erat.


"Terima kasih karena kalian masih bersama dengan aku sampai saat ini, aku berjanji akan tetap berusaha untuk membahagiakan kalian. Walaupun memang keadaan aku tidak seperti dulu lagi," ujar Sam.


Angel hanya terdiam tidak menyahuti apa yang dikatakan oleh Sam, Ayaka juga tidak berani mengatakan apa pun. Dia hanya terdiam di dalam pelukan ayah dan juga bundanya.


Tidak lama kemudian, pintu kamar tersebut nampak diketuk dari luar. Angel dengan cepat membuka pintu kamar tersebut dan mempersilakan petugas yang berjaga di penginapan tersebut untuk masuk.


Tentunya hal itu dilakukan karena pria itu membawa banyak makanan di tangannya, dia juga bahkan meminta tolong kepada seorang wanita untuk membantu dirinya membawakan makanan tersebut.


"Silakan dinikmati, terima kasih sudah memesan." Pria itu menata makanan di atas meja bersama dengan wanita yang dia bawa, setelah itu mereka berdua langsung pamit keluar.


Sam yang memang sangat lapar makan dengan begitu lahap, begitupun dengan Ayaka, gadis kecil itu makan dengan cepat karena ingin mengisi perutnya yang benar-benar terasa lapar.


Angel hanya terdiam seraya memperhatikan putrinya dan juga pria yang sudah memberikan ancaman kepada dirinya itu. Angel malah asih terdiam, dia seolah tidak ingin memakan apa pun.


"Sayang, kenapa kamu hanya diam saja? Ayo kita makan," ajak Sam.


"Kamu tuh ada-ada aja, masa lihatin kami makan doang udah bisa kenyang." Sam membalas senyuman dari Angel lalu kembali melahap makanannya.


Angel adalah wanita yang sejak dulu dia cintai, wanita yang dia kejar-kejar dan wanita yang dia jadikan selingkuhan selama 5 tahun. Sam begitu memercayai wanita itu, sampai-sampai Sam tidak curiga dengan tingkah Angel yang berbeda saat ini.


Satu jam kemudian.


Sam dan juga Ayaka terus saja menguap, mereka seperti begitu lelah sekali. Angel tersenyum lalu dia merebahkan tubuh Ayaka di atas tempat tidur, dia mengusap puncak kepala putrinya dan berkata.


"Bobo dulu, Sayang." Angel mengecup kening Ayaka.


"Ayah juga ngantuk banget, Aya bobo sama Ayah. Bunda mau ikut bobo ngga?" tanya Sam.


"Bunda belum ngantuk, pengen mandi dulu. Kalian tidurlah dulu," ujar Angel.

__ADS_1


Sam menganggukan kepalanya, dia ikut merebahkan tubuhnya disamping putri cantiknya. Tidak lama kemudian, Sam dan juga Ayaka tertidur dengan begitu pulas. Angel tertawa dengan begitu senang karena akhirnya rencananya berhasil.


"Maafkan aku, karena aku tidak bisa hidup dengan kalian lagi. Setidaknya aku akan berusaha untuk melindungi diriku sendiri, maafkan aku, Sam. Aku titip Aya, kamu adalah ayahnya dan pastinya bisa mengurusnya." Angel menangis setelah mengatakan hal itu.


Sebenarnya dia ingin sekali mengajak Ayaka pergi bersama dengan dirinya, karena walau bagaimanapun juga Ayaka adalah darah dagingnya.


Namun, dia tidak akan sanggup jika membawa Ayaka pergi dengan dirinya. Karena Ayaka pasti akan banyak bertanya, sedangkan dia takut tidak mempunyai jawaban yang akan terlontar dari bibirnya untuk Ayaka.


"Aku sangat mencintai kamu, Sam. Tapi, aku tidak mau hidup dengan orang yang mempunyai masalah. Justru Aku mau menjadi selingkuhan kamu agar bisa hidup enak, kalau untuk dibawa susah dan harus memiliki banyak masalah, aku tidak mau, Sam."


Setelah mengatakan hal itu, Angel terdiam seraya memperhatikan wajah Sam dan juga Ayaka. Cukup lama Angel terdiam seraya memperhatikan Sam dan juga Ayaka, hingga tidak lama kemudian dia pun pergi dari penginapan tersebut.


"Maaf," ujar Angel seraya melajukan mobilnya menuju tempat yang pastinya sudah dia pikirkan sebelumnya.


Keesokan harinya.


Sam mengerjapkan matanya seraya memegangi kepalanya yang terasa begitu berat, pria itu berusaha untuk bangun dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur.


Cukup lama Sam terdiam seraya memijat kepalanya yang terasa sakit, hingga tidak lama kemudian Sam mengedarkan pandangannya karena dia merasa jika di kamar itu terasa begitu sepi.


"Ya ampun, ini sudah jam 7 pagi. Aku tidur dalam waktu yang begitu lama, lalu ke mana Angel? Apakah dia sedang mencari sarapan?" tanya Sam seraya menatap Ayaka yang masih tertidur dengan lelap di sampingnya.


Sam dengan perlahan turun dari tempat tidur, karena takut membangunkan putrinya. Dia keluar dari kamar tersebut dan masuk ke dalam kamar mandi, dia hanya membasuh wajahnya saja lalu keluar dari dalam kamar mandi dan menghampiri penjaga penginapan yang ada di sana.


"Maaf, Pak. Apa bapak melihat istri saya?" tanya Sam yang tidak mungkin menyebutkan Angel sebagai selingkuhannya.


Cukup lama pria itu terdiam sambil memejamkan matanya, dia seperti sedang mengingat-ingat Siapa wanita yang ditanyakan oleh Sam. Tidak lama kemudian, pria itu tersenyum dan berkata.


"Istri Tuan sudah pergi dari tadi malam," jawabnya.


"Pergi?" tanya Sam dengan tidak percaya.


Sam dengan cepat melangkahkan kakinya keluar dari penginapan tersebut, alangkah kagetnya saat dia tidak melihat mobil milik Angel berada di sana.

__ADS_1


"Ya Tuhan! Apakah benar dia sudah pergi? Tapi, kenapa?" tanya Sam dengan raut wajah bingung.


__ADS_2