Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
Bab 191


__ADS_3

Kini Ayaka sudah berada di rumah sakit, wanita itu sedang berada di dalam ruang IGD dan sudah mendapatkan penanganan dari dokter.


Stefano dengan setia menemani wanita itu, wanita yang sudah menjadi istrinya dan wanita yang sangat dia cintai.


Berbeda dengan Angel, Anaya dan juga Surya yang nampak harap harap cemas menunggu di depan ruangan tersebut. Tentunya mereka berdoa supaya Ayaka cepat diberikan kesehatan kembali oleh Tuhan.


Tidak lama kemudian, Sam datang karena memang Angel memberitahukan keadaan dari putri mereka kepada pria itu. Angel merasa berhak memberitahukan keadaan Ayaka kepada Sam, karena walau bagaimanapun juga pria itu adalah ayah kandung dari putrinya.


"Bagaimana keadaan Aya?" tanya Sam.


Terlihat dengan begitu jelas raut kekhawatiran dari wajah Sam, dia begitu mengkhawatirkan keadaan putri keduanya. Terlebih lagi sudah dua minggu ini Ayaka berada di kediaman Angel.


Selama dua minggu itu Sam tidak pernah bertemu dengan putrinya secara langsung, mereka hanya melakukan panggilan video call. Karena memang Ayaka begitu sibuk bekerja dan dia akan pulang ke kediaman Angel.


Sam merasa kasihan jika harus meminta putrinya untuk pulang sementara waktu ke kediamannya, walaupun hanya untuk melepas rindu. Karena takutnya Ayaka akan kelelahan jika harus pulang ke rumah Sam terlebih dahulu.


Jika dia ingin datang ke rumah Angel, rasanya juga tidak mungkin. Karena walaupun dia ayah kandung dari Ayaka, dia harus menjaga perasaan dari Surya.


Dia juga lelaki, dia takut jika nantinya malah akan ada kesalahpahaman antara dirinya dan juga Surya. Sam lebih banyak pertimbangan.


"Belum ketahuan, sedang diperiksa di dalam," jawab Angel.


"Berdoa saja yang terbaik, karena kami juga mengharapkan yang terbaik," timpal Surya seraya menepuk pundak Sam yang terlihat begitu gelisah.


"Iya," jawab Sam berusaha untuk menenangkan dirinya.


Tidak lama kemudian ruang IGD nampak terbuka, nampaklah Stefano yang keluar seraya menatap semua orang yang ada di luar ruangan tersebut.


Sam dan juga Angel terlihat tidak sabar untuk segera mengetahui keadaan dari Ayaka, dengan cepat mereka menghampiri menantunya tersebut dan bertanya.


"Bagaimana keadaan Aya?" tanya Angel.


"Apakah Aya memiliki riwayat penyakit yang parah?" tanya Sam dengan gelisah.

__ADS_1


Jika benar Ayaka memiliki riwayat penyakit yang parah, Sam benar-benar merasa sangat bersalah. Karena selama ini Ayaka tinggal bersama dengan dirinya.


Seharusnya dia tahu dengan kondisi kesehatan dari putrinya tersebut, sungguh keterlaluan jika memang Sam tidak menyadari jika Ayaka memiliki penyakit yang berbahaya.


Stefano nampak menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari kedua mertuanya tersebut, tentunya hal itu membuat Angel dan juga Sam merasa tidak sabar ingin mendengarkan jawaban dari bibir Stefano.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Aya?" tanya Angel tidak sabar.


"Cepat katakan apa yang terjadi dengan putriku!" ujar Sam dengan tidak sabar, karena Ia benar-benar mengkhawatirkan keadaan putrinya.


"Dokter bilang Aya sedang hamil, sebentar lagi Aya akan dipindahkan ke ruang dokter kandungan. Agar kami bisa mengetahui lebih jelas berapa usia kandungan dari Aya," jawab Stefano dengan senyum yang begitu lebar di bibirnya.


Namun, air matanya mengalir deras di kedua pipinya. Dia begitu bahagia, dia begitu terharu. Akan tetapi, dia juga merasa kasihan saat melihat kondisi istrinya yang begitu lemah.


Angel dan juga Sam terlihat saling tatap, tidak lama kemudian mereka ikut tersenyum dan langsung memeluk Stefano.


Surya dan juga Anaya yang mendengar kabar tersebut langsung saling memeluk, keduanya ikut bahagia dengan kabar yang mereka dengar.


"Tidak lama kemudian seorang suster nampak mendorong Ayaka menggunakan kursi roda, karena wanita itu harus segera masuk ke dalam ruang obgyn untuk periksakan kondisi kandungannya.


Pada akhirnya Sam, Angel surya dan juga Anaya dengan setia menunggu di luar ruangan obgyn tersebut. Mereka terlihat menunggu dengan sabar, kabar bahagia yang ingin mereka dengar.


"Bagaimana keadaan calon buah hati kami, Dok?" tanya Stefano dengan tidak sabar ketika dokter melakukan USG.


"Keadaan calon buah hati kalian sangat baik, usia kandungan istri anda sudah mencapai 6 minggu," jawab Dokter.


"Lalu, bagaimana dengan keadaan ibunya?" tanya Stefano yang tentunya mengkhawatirkan keadaan istrinya.


"Keadaan istri anda baik-baik saja, keduanya sangat sehat." Dokter tersenyum hangat ke arah Stefano.


"Lalu, kenapa istri saya tadi mengalami sesak napas?" tanya Stefano yang merasa penasaran.


"Sepertinya istri anda terlalu banyak pikiran, dia terlalu bersedih dan terlalu banyak menangis. Maka dari itu dia mengalami sesak napas," jelas Dokter.

__ADS_1


"Begitu ya, Dok?" tanya Stefano.


"Ya, Ibu hamil memang tidak boleh stres. Tidak boleh banyak pikiran, tidak boleh terlalu banyak mengerjakan pekerjaan berat. Rasanya sangat wajar jika istri anda mengalami sesak napas," jelas Dokter.


Dokter bisa berkata seperti itu karena dia sempat bertanya kepada Ayaka, wanita itu berkata jika selama dua minggu ini dia terus saja memikirkan perpisahannya dengan ibunya.


Ayaka juga menangis dalam waktu yang terlalu lama, maka hal itu menyebabkan Ayaka kesulitan untuk bernapas.


"Oh begitu, ya, Dok? Jadi, kondisi istri saya dan juga janinnya baik-baik saja?" tanya Stefano dengan raut wajah yang kini berubah menjadi lebih ceri.


"Ya, kondisi kesehatan istri dan juga bayi yang dikandung oleh istri anda sangatlah baik. Jadilah suami yang baik dan jadilah suami yang siaga," ujar Dokter.


Stefano tersenyum seraya menganggukkan kepalanya, karena pastinya dia akan menjadi seorang suami yang benar-benar siaga.


"Pasti, Dok. Terima kasih," ucap Stefano dengan begitu tulus.


"Sama-sama," jawab Dokter.


Dokter nampak menuliskan resep yang harus ditebus oleh Stefano, tidak lama kemudian dokter memberikan resep obat tersebut kepada Stefano.


Setelah pemeriksaan selesai, dia ngajak Ayaka untuk keluar dari dalam ruangan obgyn tersebut. Saat Ayaka dan juga Stefano keluar dari ruangan tersebut, tentu saja hal itu membuat Angel, Surya Sam dan juga Anaya tidak sabar untuk bertanya.


"Bagaimana kondisi kesehatan dari Aya?" tanya Angel.


"Bagaimana keadaan calon buah hati yang berada di dalam rahim Aya itu?" tanya Sam.


"Bagaimana keadaan keponakanku?" tanya Anaya.


Surya sangat tahu jika semua orang terlihat mengkhawatirkan Ayaka, tetapi rasanya tidak baik memberondong pertanyaan kepada Ayaka di depan ruang obgyn seperti itu.


"Bagaimana kalau kita pulang dulu, tanya-tanyanya nanti aja di rumah. Kasihan Aya," ujar Surya yang melihat wajah pucat Ayaka.


Stefano tersenyum melihat kekhawatiran dari wajah semua orang yang ada di sana, dia merasa bersyukur karena istrinya itu ternyata banyak yang menyayangi.

__ADS_1


"Itu lebih baik, kita pulang dulu. Setelah itu aku akan menceritakan semuanya," ujar Stefano pada akhirnya.


__ADS_2