
Asmara merasa begitu kesal karena Kenzo dirasa begitu keterlaluan, bisa-bisanya pria itu mengecup pipi wanita itu. Padahal. mereka tidak memiliki status apa pun.
Mendapatkan perlakuan seperti itu dari Kenzo Asmara jadi berjanji di dalam hatinya, jika dia pasti akan mengerjai pria itu. Pria yang sudah membuat dirinya benar-benar merasa kesal sekali.
Asmara bahkan berencana akan mengantarkan semua pesanan ikan dari pelanggannya menggunakan mobil Kenzo, setelah itu dia tidak akan mencuci mobil tersebut.
Dia akan membiarkan mobil mewah itu bau ikan, bau amis yang menyengat. Rasanya itu adalah hukuman yang pas untuk Kenzo, menurut Asmara.
"Ya, sepertinya melakukan hal itu adalah hal yang baik. Karena elu udah melakukan hal yang tidak sepatutnya," ujar Asmara seraya pergi dari perusahaan Kenzo.
Di pertengahan jalan Asmara bahkan berpikir dengan begitu keras, nanti sore di saat dirinya memasak untuk Kenzo, dia akan kembali mengerjai pria itu. Mungkin dengan memasukkan banyak garam di masakan yang dia buat akan lebih menarik, pikirnya.
Asmara yang awalnya terlihat kesal kini malah tertawa-tawa sendiri, karena dia merasa lucu dengan rencana yang sudah dia susun.
"Rasanya itu adalah balasan yang setimpal, tuan bos," ujar Asmara yang kembali tertawa.
Jika Kanaya sedang sibuk menyusun rencana, berbeda dengan Kenzo yang saat ini sudah mulai bekerja. Pria itu terlihat tersenyum dengan begitu bahagia.
Aman yang baru saja datang sampai keheranan-heran dibuatnya, karena sahabatnya itu benar-benar dirasa aneh. Semenjak pria itu pindah ke kota Sorong, Kenzo bersikap tidak seperti biasanya.
Aman bahkan tidak mengenali Kenzo sebagai sahabatnya, sangat berbeda dari Kenzo yang selalu bersikap dingin dan dengan wajahnya yang datar tanpa ekspresi.
__ADS_1
Setelah tinggal di kota Sorong, pria itu lebih sering tersenyum. Lebih sering tertawa dan bahkan sering mengajak dirinya untuk bercanda.
Terlebih lagi ketika Kenzo bertemu dengan Asmara, Kenzo benar-benar seperti bukan dirinya. Kenzo seperti kesurupan, Aman benar-benar tidak mengenali sahabatnya itu.
"Bro! Apalagi yang elu lakuin pagi ini? Kenapa pagi-pagi udah tersenyum-senyum kaya gitu? Elu ngga lupa minum obat, kan?" canda Aman seraya duduk tepat di depan Kenzo.
Untung saat ini Kenzo sedang bahagia, kalau tidak pasti dia sudah melemparkan vas bunga yang ada di atas meja ke kepala Aman. Pria itu hanya menghentikan aktivitasnya, lalu dia menolehkan wajahnya ke arah Aman dan tersenyum dengan begitu hangat.
"Gue waras, Man. Sangat waras, bahkan pagi ini gue udah mendapatkan obat yang paling mujarab," jawab Kenzo.
Setelah mengatakan hal itu Kenzo kembali bekerja, Aman benar-benar tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh pria itu.
Kenzo hanya tersenyum ke arah sahabatnya itu, lalu dia kembali bekerja seraya membayangkan Asmara yang nanti sore pasti akan menjemput dirinya.
Satu hal lagi yang tentunya membuat Kenzo merasa bahagia, wanita itu akan ikut pulang ke rumahnya dan memasak untuk dirinya. Itu adalah satu hal yang sangat menyenangkan untuk Kenzo.
"Apa yang harus gue lakuin sama dia entar sore?" tanya Kenzo lirih.
Setelah mengatakan hal itu, Kenzo kembali bekerja. Dia bahkan terlihat bekerja dengan penuh keceriaan, hingga tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul empat sore.
Akhirnya pria itu memutuskan untuk segera merapikan barang-barangnya, dia nampak bersiap untuk menunggu dijemput oleh Asmara.
__ADS_1
Aman yang melihat akan hal itu sampai keheranan dibuatnya, karena biasanya Kenzo akan pulang telat. Bahkan, pria itu akan mengajak dirinya untuk lembur bekerja.
"Elu mau pulang sekarang?" tanya Aman.
"Iya, masih ada kerjaan sih. Tapi elu aja yang ngerjain, ya? Gue mesti balik," jawab Kenzo yang langsung melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam ruangan tersebut.
"Eh? Jadinya gue lembar sendiri nih?" tanya aman tak terima.
"Iya, elu lembur sendiri. Gue harus pulang, ada perlu soalnya," jawab Kenzo.
Aman benar-benar kesal mendengar apa yang dikatakan oleh Kenzo, karena selama ini biasanya mereka akan lembur berdua. Akan tetapi, hari ini dia harus lembur sendirian. Rasanya tidak akan menyenangkan.
"Sial! Kenapa gue lembur sendiri ?" tanya Aman.
Kalau boleh memilih Aman juga ingin pulang saja, dia tidak mau bekerja sendirian. Malas dan pastinya tidak akan ada orang yang bisa dia ajak berbicara.
"Udah sih lembur aja, ntar gue kasih bonus lebih," ujar Kenzo yang langsung meninggalkan Aman sendirian di dalam ruangan tersebut.
Aman rasanya ingin melemparkan sesuatu benda ke atas kepala Kenzo, karena pria itu benar-benar berbicara semaunya tanpa memedulikan dirinya.
"Dasar Vangke! Mau ke mana sih dia? Kenapa buru-buru amat?" tanya Aman penasaran.
__ADS_1