Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
Bab 46


__ADS_3

"Kenapa kamu tidak datang juga untuk mengunjungi anakmu?" tanya Angel dengan kesal.


Sam begitu kaget dengan kedatangan Angel ke rumah ibunya, dia tidak menyangka jika wanita itu berani kembali datang untuk menemui dirinya.


Walaupun memang ada Ayaka yang harus dia perhatikan, tetapi saat ini dia tidak ingin mengurusi Angel ataupun Ayaka terlebih dahulu.


Saat ini yang ingin Sam lakukan adalah menemui Aruna untuk mendapatkan pengampunan dari wanita itu, dia juga ingin menemui Ayana untuk meminta maaf kepada putrinya.


Dia ingin membuat putrinya tidak lagi bersedih, dia ingin membuat Ayana kembali memercayai dirinya. Sam tidak mau dibenci oleh putrinya sendiri.


"Untuk apa kamu datang ke sini?" tanya Sam.


Sam menatap Angel dengan tatapan tidak suka, tentu saja hal itu membuat nyali Angel ciut. Dia yang awalnya ingin bersikap kasar merubah haluan, dia berpikir jika dirinya harus bersikap lembut.


Tentu saja hal itu harus dia lakukan agar Sam luluh dan tidak marah lagi terhadap dirinya, dia harus berpura-pura baik agar Sam mau pergi bersama dirinya untuk menemui Ayaka.


Karena putri mereka kini terus saja menangis menanyakan keberadaan ayahnya, Angel menjadi tidak tega dibuatnya.


"Untuk menjemput kamu, Sam. Aya terus saja menanyakan tentang keberadaan kamu, Apakah kamu tidak kasihan terhadap putrimu? Walau bagaimanapun juga Aya adalah putri kamu sendiri, dia membutuhkan perhatian kamu, Sam. Datanglah walaupun hanya untuk memberikan semangat kepada putri kita," ujar Angel melunak.


Sam menatap Angel dengan tatapan ragu dan seolah tidak percaya. Karena memang Angel selalu memaksakan kehendak, jika keinginannya belum terpenuhi Angel akan berusaha untuk mendesak.


"Aku akan menemui kalian, tapi nanti," jawab Sam.


Ingin sekali Angel meremat mulut Sam yang mengeluarkan kata-kata tidak mengenakkan, tetapi Angel sangat sadar jika dirinya melakukan kekerasan atau bahkan melayangkan protesnya, Sam pasti akan menjauh dari dirinya.


Kini, Angel akan melakukan jalan halus untuk memuluskan niatnya. Dia sudah bertekad akan membuat Sam bertekuk lutut kepada dirinya, dia tidak boleh membiarkan Sam kembali pada Aruna.


"Oh, ayolah Sam. Hanya sebentar saja, setelah itu kamu boleh pergi untuk menemui Aruna dan Ay. Aku ikhlas," ucap Angel dengan memaksakan senyum manisnya.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Sam tidak percaya.


"Ya, lagi pula di antara kita tidak ada ikatan pernikahan. Kita terikat karena adanya Aya, kamu boleh memilih Aruna dan juga Ay. Asal kamu jangan lupakan Aya, karena dia adalah darah daging kamu."


Angel berbicara dengan begitu manis, tentu saja hal itu membuat Sam bisa tersenyum dengan begitu lebar. Almira bahkan ikut tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh wanita yang menjadi selingkuhan dari putranya tersebut.


"Mau langsung ke rumah atau kamu mau ngapain dulu gitu?" tanya Angel dengan begitu manis.


Sam terlihat kebingungan, karena pada awalnya dia berniat untuk mengganti pakaian dan segera menemui Aruna bersama dengan Ayana. Dia begitu merindukan kedua wanita cantik yang sangat berharga di dalam hidupnya itu.


Ya, Sam baru kini bisa merasakan jika Aruna dan juga Ayana adalah dua wanita yang begitu berharga di dalam hidupnya. Rasanya dia tidak sanggup jika harus berjauhan dari keduanya.


Sam begitu tergantung kepada Aruna, karena selama ini memang Aruna yang selalu melayani dirinya. Dari mulai bangun tidur sampai matanya terpejam kembali, Aruna yang selalu mementingkan apa pun tentang dirinya.


Melihat Sam yang diam saja, Almira menghampiri putranya tersebut. Walaupun dia tidak menyukai Angel, tetapi dia merasa kasihan terhadap Ayaka.


"Temuilah putrimu walau hanya sebentar, nanti setelah itu kamu bisa pergi ke rumah Aruna."


Hanya itu kalimat yang keluar dari bibir Sam, karena walau bagaimanapun juga apa yang dikatakan oleh Almira benar adanya. Sam menolehkan wajahnya ke arah Angel lalu berkata.


"Kamu tunggulah aku di luar, aku akan ganti baju sebentar." Sam langsung melangkahkan kakinya menuju kamar, Angel bersorak dengan gembira di dalam hatinya.


Angel menghampiri Almira, dia berusaha untuk tersenyum dengan begitu manis dan berkata kepada wanita yang sudah melahirkan Sam itu.


"Maaf karena selama ini aku bertahan sebagai wanita simpanan Sam, aku benar-benar mencintai Sam. Selain itu, aku juga tidak tega karena Sam selalu mengemis cinta kepadaku. Maaf," ujar Angel.


"Yang lalu biarlah berlalu, kini tinggal kita hadapi masa depan. Jangan diulangi lagi, karena kamu pasti tahu jika menjadi seorang simpanan itu adalah hal yang tidak baik," ujar Almira.


Almira menatap Angel dengan lekat, wanita itu memang terlihat begitu cantik dan juga memiliki body yang begitu bagus. Walaupun sudah memiliki seorang putri, tetapi Angel begitu pandai merawat diri.

__ADS_1


Sebenarnya Aruna tidak kalah cantik dari Angel, hanya saja Aruna terlalu sibuk mengurusi keluarga. Dia tidak pernah menyempatkan waktu untuk melakukan perawatan, hal itu membuat wajah Aruna kurang terawat.


"Tidak akan, Tante," jawab Angel. 'Karena sebentar lagi aku bukan hanya akan menjadi seorang selingkuhan Sam, tetapi aku akan menjadi istri Sam satu-satunya,' lanjut Angel dalam hati.


Setelah mengatakan hal itu, Angel langsung berpamitan untuk keluar dari kediaman Rahardi. Dia masuk ke dalam mobil mewah yang sudah dibelikan oleh Sam untuk dirinya, dia menunggu Sam di sana.


"Ayo berangkat," ujar Sam yang langsung masuk dan duduk di samping kemudi.


"Ya, Sayang," jawab Angel seraya menyalakan mesin mobilnya.


Sam tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh Angel, dia hanya terdiam seraya menatap ke arah jalanan. Kini pikirannya sedang bercabang, dia benar-benar pusing memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk mendapatkan Aruna kembali.


"Jangan melamun terus, kita sudah sampai." Angel tersenyum lalu turun dari mobil, Sam tersenyum kecut lalu ikut turun dari mobil dan mengikuti langkah Angel untuk masuk ke dalam rumah mewah yang sudah dia berikan kepada wanita itu.


Saat Sam masuk ke dalam rumah tersebut, Ayaka langsung berlari dan menghambur ke dalam pelukannya. Sam membalas pelukan putri cantiknya itu, lalu dia kecup puncak kepalanya dengan penuh kasih.


"Ayah datang juga, Ayah ngga bakalan tinggalin Aya lagi, kan?" tanya Ayaka seraya memeluk Sam dengan begitu erat.


Gadis kecil itu seakan ketakutan, dia takut kehilangan sosok ayahnya. Dia takut jika ayahnya akan direbut oleh anak lain, Ayaka ingin seperti anak lainnya yang selalu bisa bersama dengan ayah dan juga ibunya.


"Ya, Ayah tidak akan pergi ke mana pun," ujar Sam pada akhirnya.


Karena tidak mungkin saat ini Sam harus mengecewakan Ayaka, jika putrinya tertidur Sam bisa pulang secara diam-diam, pikirnya.


"Yey! Aya sangat senang, ayo kita ke kamar. Aya mau tunjukkin mainan baru," pinta Ayaka seraya menggoyang-goyangkan tubuhnya.


"Ya, Sayang," jawab Sam tidak bisa menolak.


Sam langsung melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar Ayaka, dia ingin bermain dengan putrinya tersebut.

__ADS_1


Setelah Sam dan juga Ayaka masuk ke dalam kamar, Angel terlihat menyunggingkan senyum licik di bibirnya.


"Lihat saja, Sam. Kali ini kamu tidak akan bisa kembali lagi kepada Aruna," ujar Angel pelan tapi penuh dengan penekanan.


__ADS_2