Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
BUSM2 S2. Bab 17


__ADS_3

Kenzo benar-benar tidak menyangka, jika saat ini dia bisa bertemu dengan seorang wanita cantik berkulit exotic dengan wajah yang begitu mirip dengan Anaya.


Wanita itu nampak berkulit hitam manis, tetapi tetap saja terlihat begitu cantik saat wanita itu tersenyum dengan begitu manis kepada dirinya.


Kenzo bahkan seakan terhipnotis, dia tidak bisa berkata apa pun. Dia hanya mampu memandang wajah cantik itu tanpa berkedip, tentu saja hal itu membuat wanita yang ada di hadapannya benar-benar merasa kebingungan.


Setelah wanita itu mengusap pipi dan juga bibirnya, akhirnya aku wanita itu menepuk pundak Kenzo dengan cukup kencang dan berkata.


"Bos! Elu kesambet setan Bandara? Kenapa diem aja?" tanya wanita itu.


Pria yang ada di hadapannya memang terlihat begitu tampan, tetapi sayangnya pria itu terlihat seperti orang linglung. Sangat disayangkan, pikir wanita itu.


"Eh? Anu, itu. Gue cuma kaget aja ketemu elu, elu mau ngapain?" tanya Kenzo.


"Mau nawarin jasa dong, elu mau pake jasa gue ngga bos?" tanya wanita itu seraya tersenyum manis.


Kenzo sangat mengakui jika wanita itu terlihat begitu cantik ketika tersenyum manis seperti itu, tetapi Kenzo tidak menyangka jika ternyata wanita yang ada di hadapannya itu adalah wanita yang tidak baik.


Dalam artian wanita malam atau mungkin wanita penghibur, karena pada kenyataannya wanita itu menawarkan jasa kepada dirinya. Jasa apalagi pikirnya, kalau bukan jasa pelayanan di atas ranjang.


"Maksudnya? Elu itu seorang wanita malam? Elu itu nawarin gue jasa buat itu, kan?" tanya Kenzo seraya menautkan kedua jari telunjuk kanan dan juga kirinya.


Sebuah pukulan langsung mendarat begitu kencang pada lengan pria itu, karena wanita cantik itu tidak terima dengan apa yg dikatakan oleh Kenzo.


Wanita cantik itu bahkan kini terlihat begitu marah kepada Kenzo, Kenzo sampai meringis dibuatnya. Karena ternyata wanita itu benar-benar sangat kuat.


Padahal, jika diperhatikan tubuh wanita yang ada di hadapannya itu beratnya di bawah rata-rata. Terlihat lebih kurus, tetapi saat memukul tangannya ternyata terasa begitu kencang.


"Ya ampun, Bos! Gue cuma mau nawarin jasa karena gue adalah seorang Tour Guide, bukan seorang pellacur. Gue lihat dari tadi elu celangak celinguk kayak orang nyari taksi. Daripada pake taksi, mending pake jasa gue aja. Siapa tahu elu mau sekalian jalan-jalan di kota ini," ucap wanita itu.


Kenzo langsung terkekeh mendengar penjelasan dari wanita yang ada di hadapannya, karena dia sudah salah menduga dan berpikir terlalu jauh.


"Oh! Sorry, ya udah kalau begitu kita kenalan dulu. Nama gue Kenzo, siapa nama elu?" tanya Kenzo.


Kenzo nampak mengulurkan tangannya, wanita itu terlihat menatap tangan Kenzo. Lalu, dia membalas uluran tangan dari pria itu. Hati Kenzo terasa menghangat, ada perasaan aneh yang hinggap di dalam hatinya.


Bahkan, hatinya terasa berdesir ketika tangannya diremat dengan perlahan oleh wanita itu.

__ADS_1


"Nama gue Asmara, tapi ingat! Jangan sampai elu terpikat sama gue, kasian elu-nya nanti." Asmara tertawa setelah mengatakan hal itu.


"Nama elu unik," ujar Kenzo yang setelah itu ikut tertawa bersama Asmara.


"Iya, gue tahu kalau nama gue sangat unik. Tapi, tolong tangan gue jangan dipegangin terus. Nanti disangkanya kita lagi pdkt, bukan lagi transaksi," ucap Asmara.


"Maaf," ucap Kenzo seraya melepaskan tangan Asmara.


"Jadinya gimana? Elu mau ambil jasa gue ngga, bos?" tanya Asmara.


Kenzo menatap wajah wanita itu dengan lekat, sungguh dia sangat suka melihat wajah wanita yang ada di hadapannya tersebut.


"Boleh-boleh, tarifnya berapa?" tanya Kenzo.


Dalam hati dia ingin tertawa saat sedang bertransaksi dengan Asmara, karena dia merasa sedang bernegosiasi dengan seorang wanita malam.


"Tergantung berapa jamnya gue ngelayanin elu, Bos. Kalau misalkan setengah hari, biasanya cuma lima ratus ribu, tapi kalau misalkan sampai malem bisa sampai 1 juta per harinya," jawab Asmara.


"Gede juga ya, duitnya? Harusnya elu udah kaya," ujar Kenzo.


"Hem! Bener juga, ya udah. Kalau gitu elu--"


Belum juga selesai Kenzo mengatakan apa yang ingin dia katakan, tetapi dia tidak bisa meneruskan ucapannya. Karena tiba-tiba saja seorang pria paruh baya datang menghampirinya.


"Maaf, Tuan. Saya datang telat, karena tadi saya harus mengantarkan istri saya pergi ke rumah sakit terlebih dahulu," ucap pria paruh baya itu.


"Bapak pasti sopir yang ditugaskan untuk menjemput saya, ya?" tanya Kenzo.


"Iya, Tuan. Sekali lagi saya minta maaf karena sudah datang terlambat," ucap sopir itu.


Mendengar apa yang dikatakan oleh sopir itu, Asmara nampak menunduk lesu. Karena itu artinya dia akan kehilangan pelanggan pertamanya setelah beberapa hari ini dia tidak mendapatkan pelanggan.


Melihat raut kecewa dari wajah Asmara, Kanzo merasa tidak tega. Maka dari itu Kenzo menolehkan wajahnya ke arah pak sopir dan berkata.


"Kalau memang istri Bapak sedang sakit, Bapak urus istrinya saja terlebih dahulu. Kalau membutuhkan uang, Bapak bisa bilang sama saya," ucap Kenzo.


"Tidak perlu, Tuan. Saya sudah menitipkan istri saya kepada putra saya," ujar Pak sopir.

__ADS_1


"Tidak apa, jagalah istrinya terlebih dahulu," ujar Kenzo.


Selain merasa kasihan kepada pria paruh baya itu, Kenzo juga seakan tidak ikhlas jika harus bertemu dengan Asmara tetapi hanya sebentar saja.


"Tapi, bagaimana jika Tuan ingin pulang?" tanya Pak sopir.


"Saya akan jalan-jalan dulu sama Asmara," ujar Kenzo yang langsung mengusap lengan Asmara dengan lembut.


Sebenarnya Kenzo bisa saja ikut pulang dengan pak sopir terlebih dahulu, setelah itu dia bisa beristirahat di dalam rumah barunya. Lalu, dia membiarkan pak sopir untuk pergi mengunjungi istrinya.


Namun, entah kenapa dia merasa tidak rela jika harus berpisah begitu saja dengan wanita yang bernama Asmara itu.


"Baiklah, Tuan. Saya akan pergi ke rumah sakit, terima kasih atas kebaikan Tuan," ujar Pak sopir.


"Iya, Pak. Nanti kalau ada apa-apa tolong hubungi saya," ujar Kenzo seraya memberikan nomor ponselnya kepada pria paruh baya itu.


Setelah kepergian pak sopir, Kenzo langsung menepuk pundak Asmara. Lalu, dia bertanya kepada wanita itu.


"Katanya tadi elu mau ngajakin gue jalan-jalan? Mobil elu mana?" tanya Kenzo.


"Ada di sana," jawab Asmara seraya menunjuk mobil sejuta umat milik bapaknya.


"Kalau begitu, ayo sekarang anterin gue pergi ke kedai makanan. Gue sangat lapar," ucap Kenzo.


Waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang, rasanya Kenzo benar-benar sangat lapar. Dia ingin mengisi perutnya terlebih dahulu, baru setelah itu dia ingin meminta Asmara untuk mengajak dirinya pergi ke tempat yang bisa membuat dia merasa nyaman.


"Boleh, boleh," jawab Asmara dengan begitu semangat. "Tapi, mobil gue nggak sebagus mobil yang pak sopir bawa. Elu ngga masalah?" tanya Asmara.


"Ngga dong, yang penting yang nyopirin elu. Gue nggak masalah sama mobilnya," jawab Kenzo.


"Ehm! Kenapa omongan elu terdengar seperti seorang pria yang sedang berbicara dengan kekasihnya?" tanya Asmara


"Elu berisik, kalau ngomong mulu yang ada gue telpon sopir gue aja."


"Jangan-jangan! Ayo kita pergi," ajak Asmara yang langsung menggandeng tangan Kenzo.


Kenzo tersenyum seraya memperhatikan tangannya yang sedang dipegang oleh Asmara, ada sesuatu yang tiba-tiba saja terasa menggelitik sampai ke dalam dasar hatinya.

__ADS_1


__ADS_2