Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
Bab 29


__ADS_3

"Oh! Seperti itu, lalu... apa hubungan kamu dengan Angel dan gadis kecil yang kamu gendong saat di resto tadi? Apakah selama ini kalian berselingkuh? Apakah selama ini kalian menjadi pasangan kumpul kebo?" tanya Almira dengan kasar.


"Mom! Maksud Mom apa? Siapa yang kumpul kebo? Siapa yang pergi ke Resto?" tanya Sam berkilah.


Walaupun di dalam hatinya dia merasa heran, kenapa Ibunya bisa mengetahui jika dirinya baru saja dari Resto. Namun, Sam tidak mau berkata jujur begitu saja kepada ibunya.


"Mom baru saja dari Resto, Mom melihat dengan mata kepala Mom sendiri jika kamu sedang makan bersama dengan Angel dan gadis kecil yang kamu perlakukan dengan penuh kasih. Jika kamu tidak menikahi Angel, itu artinya kamu kumpul kebo, Sam. Ya Tuhan! Hina sekali anakku ini!" jerit Almira dengan air mata yang mulai turun.


Almira memukul-mukul sofa yang dia duduki, kecewa sekali rasanya memiliki anak seperti Sam. Anak yang dia besarkan dengan penuh kasih ternyata sanggup menyakiti hati Aruna, sanggup menyakiti hati Ayana dan dirinya.


"Maaf," ucap Sam pada akhirnya.


Almira tertawa sinis mendengar kata maaf dari putranya, jika putranya mengutarakan kata maaf kepada dirinya, itu artinya Sam memang benar-benar melakukan hal yang bejat di belakang dirinya dan juga Aruna.


"Minta maaf sama Aruna sana!" kesal Almira.


Setelah mengatakan hal itu, Almira yang marah langsung keluar dari dalam kamarnya. Dia ingin mencari Aruna dan juga Ayana yang belum dia temui dari dia datang. Sam mengikuti langkah ibunya, dia takut ibunya akan melakukan hal yang tidak-tidak.


"Ay! Aruna!" teriak Almira.


Tidak ada jawaban sama sekali, Almira langsung masuk ke dalam kamar Sam. Dia kembali meneriakan nama menantunya, tetapi tidak ada jawaban sama sekali.


"Sam! Aruna ke mana?" tanya Almira yang merasa gelisah, terlebih lagi ketika dia melihat lemari pakaian milik Aruna yang terbuka.


"Aku tidak tahu, Mom. Aku kira dia pergi dengan Mom," jawab Sam.


Almira langsung menatap Sam dengan tajam saat mendengar jawaban dari putarannya, jika Sam menganggap Aruna pergi bersama dengan dirinya, itu artinya Sam tidak ada di rumah sejak kemarin siang.

__ADS_1


Pastinya Sam menginap di kediaman Angel, Almira benar-benar terlihat murka. Dia menunjuk wajah Sam dengan penuh kesalahan.


"Apakah tadi malam kamu menghabiskan malam dengan Angel, Sam? Kamu tidak tidur di rumah, hah?" tanya Almira.


"Anu, Mom. Aya tidak memperbolehkan aku pulang," jawab Sam berbohong.


Karena pada kenyataannya Angel yang tidak memperbolehkan dirinya pulang, tentu saja Sam menuruti karena Angel memberikan servis terbaiknya kepada Sam.


"Dasar anak sialan! Coba lihat apa yang hilang? Kenapa lemari pakaian milik Aruna terbuka? Mom takut dia kabur," ujar Almira.


Sam langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh Almira, dia memeriksa lemari pakaian milik Aruna. Sam sangat kaget karena yang hilang adalah berkas penting milik istrinya, bahkan buku nikah mereka saja tidak ada.


"Mom! Aruna ke mana? Kenapa buku nikah aku ngga ada?" tanya Sam.


Almira benar-benar kaget dibuatnya, kini ketakutan yang luar biasa hinggap di dalam hatinya. Dia benar-benar takut jika Aruna sudah mengetahui perselingkuhan Sam dengan Angel dan membawa Ayana pergi karena kesal.


"Aku tidak tahu Mom, karena kemarin malam Aruna tetap memperlakukan aku dengan baik. Tapi dia terlihat sangat aneh," ujar Sam.


Almira langsung memegangi dadanya yang terasa sesak, Ia benar-benar takut jika menantu kesayangannya mengetahui perselingkuhan yang dilakukan oleh putranya bersama dengan Angel.


Tubuhnya bahkan terasa lemas dan hampir saja terjatuh, Sam dengan cepat menuntun ibunya agar duduk di atas sofa.


"Tenang dulu, Mom. Siapa tahu Aruna pergi hanya untuk mengurus sekolahnya Ay, aku ke dapur dulu. Aku ambilkan air minum," ujar Sam berusaha untuk menenangkan hati ibunya.


"Awas saja, Sam! Jika Aruna meminta cerai karena mengetahui perselingkuhan kamu dengan Angel, Mom tidak akan pernah menganggap kamu sebagai anak lagi. Karena bagi Mom hanya Aruna menantu yang baik, bukan Angel!" tegas Almira penuh penekanan.


"Mom! Aku---"

__ADS_1


"Satu hal lagi! Anak kamu yang terlahir dari rahim Angel tidak akan pernah aku akui! Cucuku hanya Ay dan anak yang akan terlahir dari rahim Aruna," imbuhnya.


"Mom! Maaf karena aku sudah membuat kamu kecewa, tapi Mom. Aya juga anakku, dia--"


"Dia hanya anak haram yang tidak akan aku akui!" tegas Almira.


"Mom! Tidak ada anak haram, hanya apa yang aku lakukan saja yang haram. Ayaka bukan anak haram!" ujar Sam dengan napas memburu karena merasa kesal dengan apa yang dikatakan oleh ibunya.


"Bagus, Sam! Kamu rela membentak Ibu demi wanita dan anak haram itu," ucap Almira.


Almira yang merasa marah dan juga kesal terhadap putranya langsung keluar dari dalam kamar tersebut, dia langsung mencari pelayan yang berada di sana.


Walaupun Sam merasa kesal kepada ibunya, tetapi tetap saja dia mengikuti langkah ibunya. Karena dia sangat takut jika ibunya akan melakukan hal yang di luar dugaan.


''Bi, ke mana Aruna dan Ay?" tanya Almira.


"Ke rumah sakit, Nyonya. Non Ay demam, Kalau tidak salah kata encus dia terkena tipus,'' jawab Bibi.


"Astaga! Seharusnya aku tidak pergi ke puncak kemarin!" kesal Almira dengan sedih.


Almira dengan cepat mengambil tasnya, dia ingin segera pergi ke rumah sakit untuk menjenguk cucunya. Dia benar-benar merasa khawatir, Sam yang melihat Almira hendak pergi segera menghampiri ibunya.


"Bareng aku aja, Mom. Aku juga mau ke rumah sakit," ujar Sam.


"Tidak perlu, aku bisa bawa mobil sendiri," talok Almira.


Almira dengan cepat keluar dari dalam rumah menuju garasi, hatinya mencelos ketika melihat mobil mewah yang baru saja Aruna beli berada di sana.

__ADS_1


"Oh Tuhan! Semoga saja ini bukan pertanda buruk," ucap Almira lirih.


__ADS_2