Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
BUSM2 S2. Bab 26


__ADS_3

Kenzo terdiam seraya memperhatikan Asmara dari kejauhan, wanita itu terlihat sedih dan juga gundah. Karena dia sudah mendapatkan telepon dari yang memesan ikan tersebut.


Asmara sudah menelpon Aman, dia meminta bantuan kepada pria itu. Namun, Aman tidak bisa membantu Asmara. Karena mobil miliknya dipakai oleh sang ayah.


Kenzo benar-benar merasa kasihan terhadap wanita itu, karena Asmara terlihat gundah tentunya karena ulahnya.


Namun, jika tidak seperti itu Kenzo tidak akan mendapatkan simpati dari wanita itu. Akhirnya Kenzo keluar dari tempat persembunyiannya, lalu dia berjalan mendekat ke arah Asmara.


Akan tetapi, pria itu tidak menghampiri Asmara. Pria itu malah membuka sepatu yang dia pakai, lalu dia berpura-pura bermain air tidak jauh dari tempat Asmara berdiri.


"Wah! Ternyata airnya sangat dingin, tapi udaranya terasa hangat," ujar Kenzo setengah berteriak agar Asmara mendengar apa yang dia katakan.


Lebih tepatnya agar Asmara mengetahui keberadaan dirinya di sana, karena rasanya dia malu jika harus secara terang-terangan menghampiri Asmara dan menawarkan bantuannya.


Lagi pula, jika Kenzo melakukan hal itu Asmara bisa curiga kalau yang membuat ban mobilnya menjadi kempes adalah dirinya. Kenzo harus pandai bermain cantik.


Asmara yang sedang mengeluh kepada bapaknya tentunya mendengar apa yang dikatakan oleh Kenzo, Asmara langsung menolehkan wajahnya ke arah Kenzo.


Dia merasa kesal sekali karena melihat pria itu ada di sana, bahkan rasanya dia ingin memaki Kenzo atas kejadian tadi malam. Akan tetapi, saat ini bukan waktunya Asmara untuk marah-marah.


"Sepertinya meminta bantuan pria itu boleh juga," ujar Asmara.


Asmara nampak mendekat ke arah Kenzo, lalu dia menepuk pundak pria itu. Kenzo nampak membalikan tubuhnya dan berpura-pura kaget saat dia melihat Asmara ada di sana.


"Eh? Elu ngapain tepuk-tepuk pundak gue? Elu kenapa ada di sini? Elu ngikutin gue, ya?" tanya Kenzo.


Ehm! Kalau saja Asmara tidak membutuhkan bantuan dari Kenzo, pasti wanita itu sudah memukul mulut pria itu. Karena apa yang dikatakan oleh Kenzo sudah seperti tuduhan untuk dirinya.

__ADS_1


Padahal, nyatanya dia memang tinggal di pesisir pantai. Mana mungkin dia mengikuti Kenzo, karena di sana adalah tempat tinggal dari wanita itu.


"Aih! Gue yang harusnya nanya, kenapa elu ada di sini? Kalau gue ada di sini ya wajar, soalnya gue emang tinggal di sini."


Asmara sebisa mungkin berbicara dengan begitu sopan, walaupun tetap saja dia merasa begitu kesal kepada pria itu. Setiap kali menatap wajah Kenzo, entah kenapa Asmara selalu saja merasa kesal.


"Oh! Sorry gue ngga tahu soalnya, kalau elu nanya kenapa gue ada di sini, itu karena gue sedang menikmati matahari pagi." Kenzo tersenyum hangat setelah mengatakan hal itu.


Sebenarnya Asmara merasa aneh karena bisa kebetulan bertemu dengan Kenzo, terlebih lagi jarak dari rumah Kenzo menuju tempatnya lumayan jauh.


Jika memang pria itu ingin menikmati matahari pagi di tepi pantai, pria itu bisa melakukannya di pantai yang tidak jauh dari tempat penjual ikan bakar yang tadi malam mereka singgahi.


Namun, Asmara tidak mau banyak berpikir. Lagi pula saat ini dia sedang membutuhkan bantuan pria itu, dia harus terlihat berbaik hati di hadapan pria itu.


"Oh gitu, oiya Tuan Bos. Ban mobil gue kempes," ujar Asmara.


"Kalau ban mobil elu kempes memangnya kenapa? Mau minta tolong buat gantiin ban serepnya?" tanya Kenzo.


Kenzo sebenarnya tidak mengharapkan hal seperti itu, dia lebih mengharapkan Asmara meminta langsung bantuan dari dirinya. karena memang niat awalnya seperti itu adanya.


Kenzo sengaja membuat kempes ban mobil wanita itu, hal itu dia lakukan agar Asmara meminta bantuannya. Dengan senang hati Kenzo akan membantu wanita itu, karena Kenzo ingin selalu berdekatan dengan Asmara.


"Bukan seperti itu, ban serepnya ngga ada. Kalau gue minta tolong sama elu aja bisa?" tanya Asmara.


Ah! Kenzo merasa begitu bahagia sekali, bahkan dia langsung bersorak di dalam hatinya. Hanya saja, dia tetap menampilkan wajah datar tanpa ekspresinya di hadapan Asmara.


"Minta tolong apa?" tanya Kenzo mulai bersemangat.

__ADS_1


Asmara terlihat tidak enak hati untuk membicarakannya, tetapi tidak lama kemudian Asmara pun pada akhirnya mengatakan tujuannya menghampiri Kenzo.


"Minta tolong anterin gue ke kedai makanan yang ada di daerah Y, bisa?" tanya Asmara.


Asmara menatap wajah Kenzo dengan harap-harap cemas, dia takut jika Kenzo tidak akan mau mengabulkan permintaannya. Karena tadi malam dia sudah mengecewakan pria itu.


"Bisa ngga, ya?" tanya Kenzo seraya mengetuk-ngetuk jari telunjuknya pada dagunya.


Melihat gelagat dari Kenzo, Asmara benar-benar dibuat gelisah. Dia takut jika pria itu tidak mau mengabulkan permintaannya, dia takut jika Kenzo tidak akan mau membantu dirinya.


"Oh, ayolah. Gue butuh banget bantuan elu, gue upahin deh!" bujuk Asmara.


Daebak!


Wajah Kenzo langsung sumringah mendengar kata upah dari bibir Asmara, itu artinya Kenzo bisa bernegosiasi dengan wanita itu.


"Upah apa? Kalau uang gue ngga mau, banyak uang gue," ujar Kenzo.


Asmara memutarkan bola matanya dengan malas, karena dia juga tidak mau memberikan uangnya kepada Kenzo. Rugi, pikirnya.


"Gue rela deh jadi sopir elu selama dua minggu, gimana?" tanya Asmara.


Terpaksa Asmara mengatakan hal itu sebagai bentuk rayuan, rayuan agar pria itu mau menolong dirinya. Bukan rayuan agar pria itu mau meniduri dirinya.


Saat ini Asmara benar-benar membutuhkan bantuan pria itu, dia berharap Kenzo mau berbaik hati kepada dirinya. Walaupun rasanya itu adalah hal yang sulit.


"Bagaimana?" tanya Asmara kembali.

__ADS_1


__ADS_2