Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
BUSM2 S2. Bab 31


__ADS_3

Aruna benar-benar begitu merindukan putranya, satu bulan lebih tidak bertemu membuat dia ingin cepat-cepat pergi ke kota Sorong. Dia bahkan sengaja datang tanpa memberitahukan putranya terlebih dahulu.


Hal itu dia lakukan agar Kenzo merasa terkejut akan kedatangannya, tetapi ketika dia datang justru dirinya yang dibuat terkejut.


Aruna melihat seorang wanita yang begitu cantik sekali, wanita berkulit sawo matang itu memiliki wajah yang begitu mirip dengan Anaya.


Bahkan, dari gestur tubuhnya juga benar-benar sama. Dari cara bicaranya juga sama, hanya saja wanita yang kini berada di hadapannya terlihat lebih banyak bicara.


Wanita itu juga memiliki warna kulit yang gelap, tidak seperti Anaya yang memiliki kulit putih bersih. Satu hal lagi yang membuat dia sangat terkejut, Kenzo nampak begitu akrab dengan wanita itu.


Namun, Kenzo sama sekali tidak pernah menceritakan tentang keberadaan wanita itu. Setiap kali mereka melakukan video call, Kenzo hanya selalu menceritakan tentang kesehariannya dan juga usaha yang sedang dia rintis saat ini.


"Naya!" pekik Aruna.


Kenzo dan juga Asmara langsung menolehkan wajahnya ke arah Aruna, Kenzo tersenyum dengan begitu lebar lalu menghampiri kedua orang tuanya dan juga adiknya tersebut.


Berbeda dengan Asmara, wanita itu langsung bangun dan memundurkan langkahnya. Dia bisa melihat jika yang datang pasti keluarga dari Kenzo, karena wajah Mereka terlihat mirip.


"Buna! Ken kangen, kenapa mau datang tidak bilang-bilang? Kalau bilang, Ken pasti masakin makanan kesukaan Bunda," ujar Kenzo seraya memeluk ibunya dengan begitu erat.


"Buna mau kasih kamu kejutan, Sayang," jawab Aruna.


Sigit yang melihat Kenzo memeluk istrinya begitu cemburu, bukan hanya karena pria itu memeluk wanita yang dia cintai, tetapi Kenzo seolah tidak terlihat merindukan dirinya.


"Ken, Papa juga rindu. Papa mau peluk," ujar Sigit yang langsung merentangkan kedua tangannya.


Kenzo tertawa lalu melepaskan pelukannya dari ibunya, lalu Kenzo terlihat hendak memeluk Sigit. Namun, dengan cepat Alice memeluk Kenzo terlebih dahulu.


"Al juga rindu, Kak. Kakak apa kabarnya?" tanya Alice yang bahkan langsung menangis di dalam pelukan kakak kandungnya itu.


"Hei! Kenapa menangis, Kakak baik-baik saja. Apa kamu sedang putus cinta? Kenapa menangis?" tanya Kenzo.


Alice langsung memukul punggung kakaknya itu, lalu dia melerai pelukannya dengan kakaknya seraya menyusut air matanya dengan punggung tangannya.


"Al rindu, Kak. Bukan putus cinta, lagian Al belum punya pacar. Belum pengen pacaran," jawab Alice.

__ADS_1


Kenzo langsung terkekeh mendengar apa yang dikatakan oleh adiknya tersebut, karena nyatanya adiknya itu memang belum memiliki kekasih sampai saat ini.


Alice begitu manja kepada dirinya dan juga kepada kedua orang tuanya, gadis itu lebih dekat kepada dirinya dan juga kedua orang tuanya daripada kepada teman-temannya. Apalagi kepada teman-teman cowoknya.


"Maaf, adikku, Sayang. Sini peluk lagi," ujar Kenzo.


"Eh! Papa dulu yang peluk, Papa rindu juga!" ujar Sigit yang langsung memeluk putranya dengan penuh kasih sayang.


Alice tertawa dan ikut memeluk Kenzo, ketiganya tertawa dengan senang. Berbeda dengan Aruna, wanita itu malah menatap Asmara yang menunduk di pojok ruang makan tersebut.


"Ken! Gadis itu siapa? Apa itu Naya? Apakah Naya selamat dari kecelakaan kapal? Apa Naya tidak meninggal? Itu Naya kan, Ken?" tanya Aruna beruntun.


Asmara yang sejak tadi menunduk langsung menolehkan wajahnya ke arah Aruna, dia menatap wanita paruh baya itu dengan dahi yang berkerut dalam.


Wanita itu sedang mempertanyakan dirinya, tetapi yang tidak Asmara paham kenapa wanita itu menyebut dirinya dengan sebutan 'Naya', pikirnya.


Kenzo yang mendengar pertanyaan ibunya langsung menghampiri Asmara, lalu dia mengajak Asmara untuk mendapat ke arah keluarganya.


"Kenalkan, Bun. Ini Asmara," ujar Kenzo.


Aruna sempat saling pandang dengan Sigit, karena ternyata wanita yang ada di hadapannya bukanlah Anaya melainkan sosok wanita yang berbeda.


"Saya Aruna, bunda dari Ken." Aruna mengelus lembut lengan Asmara.


"Saya, Asmara," ujar Asmara.


Asmara tersenyum lalu dia mencium punggung tangan Aruna, dia juga melakukan hal yang sama terhadap Sigit. Namun, saat dia menatap wajah Alice, dia kebingungan karena wanita itu terlihat lebih muda.


"Anggap saja aku adik kamu, aku Alice." Alice tanpa ragu langsung memeluk Asmara.


Asmara sampai begitu kaget dibuatnya, dia makan terlihat mengangkat kedua tangannya ke udara. Aruna, Sigit dan juga Kenzo sampai tertawa dibuatnya.


"Balas dong pelukan, Al. Dia adik kesayangannya Ken," ujar Kenzo.


"Ah! Iya," jawab Asmara yang langsung membalas pelukan dari gadis cantik itu.

__ADS_1


Setelah terjadi obrolan singkat di antara mereka, akhirnya Kenzo mengajak keluarganya untuk berkumpul di ruang tamu. Dia bahkan dengan cepat meminta bibi untuk menyiapkan camilan dan juga minuman.


Melihat Kenzo yang kini sudah bersama dengan keluarganya, Asmara merasa tidak enak hati jika terus berada di sana.


"Ehm! Ken, gue balik aja ya? Dah malam juga," ujar Asmara.


Asmara nampak tersenyum canggung ke arah semua orang yang ada di dalam ruang keluarga tersebut, dia merasa tidak pantas berada di sana.


"Nginep aja, Kak. Mau ngga bobo sama Al?" tanya Alice.


Oh ya ampun! Adik dan juga keluarga Kenzo terlihat begitu manis sekali sikapnya, dia bahkan merasakan kehangatan keluarga di sana.


"Eh? Ngga bisa, belum izin sama bapak," jawab Asmara.


"Oh!" ujar Alice dengan kecewa.


Aruna yang melihat obrolan antara asmara dan juga putrinya terlihat tersenyum hangat kearah wanita itu, lalu Aruna mulai bersuara.


"Oiya, Sayang. Sini duduk sama Buna, Buna mau bicara sebentar boleh?" tanya Aruna.


"Iya, Tante. Eh? Buna," ujar Asmara ragu.


"Sini, jangan ragu." Aruna menepuk sofa kosong tepat di sampingnya.


Asmara menurut siapakah keinginan dari wanita itu, dengan langkah malu-malu dia menghampiri Aruna dan duduk tempat di samping wanita itu.


"Buna mau tanya, kamu tuh ada hubungan apa sama Ken? Apakah kalian sepasang kekasih?" tanya Aruna.


"Aku---"


Belum sempat Asmara menjawab pertanyaan dari Aruna, Kenzo langsung menghampiri Aruna dan duduk di antara Asmara dan juga ibunya tersebut.


"Ken sangat menyukai Asmara, Ken juga maunya menikahi Asmara. Tapi, Asmara nggak menyukai Ken, Bun. Dia jahat!" adu Kenzo.


"Eh? Bukan seperti itu, kita--gimana jelasinnya ya? Duh aku tuh...."

__ADS_1


Asmara nampak kebingungan, dia bakal terlihat menggaruk kepalanya yang tiba-tiba saja terasa gatal. Aruna sampai tertawa dibuatnya.


"Kenapa kamu tidak mau menikah dengan putra Buna? Apakah karena dia kurang tampan? Kurang kaya? Atau kurang perhatian?" tanya Aruna.


__ADS_2