
Semakin Belinda besar dia semakin selalu masuk ke rumah sehingga membuat kedua orang tuanya merasa sangat sedih sekali dengan kondisi Belinda yang tidak seperti anak pada seumuran nya.
Ronny kadang merasa sangat kesal sekali ketika setiap bulan memasukkan yang besar dan pengeluaran yang besar juga untuk pengobatan Belinda.
Sampai akhirnya Belinda yang sudah berusia 5 tahun yang sudah pandai berbicara walaupun terdengar suara nya yang lembut dan sedikit bergetar.
"Suster Diana, aku ingin sekali membeli buku cerita yang banyak. Aku ingin sekali di kamar ku banyak buku cerita agar setiap malam Suster membacakan cerita setiap aku mau tidur."
Suster Diana pun tersenyum manis kepada Belinda dia yang merasa sangat senang sekali ketika Belinda yang mau mendengarkan cerita.
"Iya sayang, sekarang kita sarapan pagi yaa. Ada Mama dan Papa yang menuggu kamu."
Belinda pun langsung memegang tangan Suster Diana, tangan mungil kecil yang sangat lembut sekali.
Terlihat orang tua Belinda yang sedang sarapan pagi.
"Selamat pagi Papa dan Mama."
__ADS_1
Belinda menghampiri ke dua orang tuanya untuk mencium pipi mereka.
"Selamat pagi juga putri cantik Mama."
Suster Diana memperhatikan Ronny yang tidak memberikan senyuman kepada Belinda di setiap pagi.
"Mama, aku ingin sekali membeli buku-buku cerita yang banyak sekali. Agar aku setia malam bisa di bacakan cerita oleh Mama, Papa dan Suster Diana sekarang bisakah Mama mangantar aku untuk membelikan nya."
Belinda berharap dia bisa pergi membeli bersama dengan orang tua nya.
Ronny mengakhiri sarapan pagi nya dia pun langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Belinda merasa sangat sedih sekali ketika dia mendengar perkataan dari Papa nya.
"Bukan keinginan ku untuk sakit, aku pun tidak mau selalu masuk ke rumah sakit. Aku juga ingin sehat seperti anak yang lain."
Belinda menagis histeris di hadapan Mama nya dan juga Suster Diana.
__ADS_1
"Belinda sayaaaaang jangan menagis yaa sayaaaaang, maafkan perkataan Papa kamu yaa sayang. Mungkin Papa sedang capek sekali kamu sekarang bisa membeli buku-buku cerita bersama dengan Suster Diana yaa."
Melinda memilih untuk menghampiri suaminya karena perkataan nya sudah membuat Belinda menangis histeris.
Melinda begitu sangat emosional sekali dengan sikap suaminya terhadap Belinda.
"Mas, kamu bisa tidak berbicara seperti itu kepada Belinda? Belinda adalah anak istimewa untuk kita kamu jangan berbicara seperti itu kepada Belinda."
Ronny pun langsung menatap wajah istrinya dengan wajah yang serius sekali.
"Melinda, bagaimana jika pemasukan lebih besar dari pengeluaran. Kita bisa bangkrut jika seperti ini aku tidak mau kita jatuh miskin lagi."
Melinda merasa jika suaminya yang sudah di gelapkan oleh harta kekayaan.
"Ingat yaa Mas, kita bisa seperti ini di kelahiran Belinda. Usaha kita bisa maju karena ada nya Belinda jadi memang itu semua adalah rezekinya Belinda, awas yaa kamu Mas jika seperti itu lagi dengan Belinda aku tidak akan mau ikut lagi jika ada jadwal promosi produk Parfume kita dan ingat juga nama produk Parfume kita pun Belinda itu artinya nama yang membawa keberuntungan untuk kita."
Karena merasa sangat emosional sekali Melinda pun memilih untuk pergi meninggalkan suaminya dan kembali menemani Belinda.
__ADS_1