Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (101)


__ADS_3

Kondisi Melinda yang semakin memburuk dia selalu saja berteriak-teriak sambil memanggil nama Putri Belinda, Melinda sampai tidak bisa pergi ke kantor nya dia yang kadang menangis, tertawa dan berteriak-teriak.


Suster Diana membuka pintu kamar, dia melihat Melinda yang duduk dengan tatapan mata yang kosong.


"Bu, makan dulu ibu harus sehat kembali seperti dulu. Bukan kah ibu yang harus kembali memimpin ke 6 toko Parfume ibu."


Melinda tetap melamun dia tidak menjawab perkataan Suster Diana, Suster Diana menyuapi Melinda bibir nya kelihatan sangat bergetar sekali.


Suster Diana dengan begitu sangat sabar sekali dia menyuapi Melinda dan memberikan obat penenang untuk nya.


"Aku harus membalaskan dendam ku kepada kedua lelaki jahat yang sudah membuat Putri Belinda tiada, nyawa harus di balas dengan nyawa. Aku harus membuat mereka berdua mempertanggung jawabkan perbuatannya yang sudah dia lakukan kepada Putri Belinda."


Suster Diana melihat Melinda yang begitu sangat yakin sekali jika Ronny dan Rizal adalah yang membuat Putri Belinda tiada.


Orang tua Melinda masuk ke dalam kamar Melinda, dia mendengar perkataan Melinda.

__ADS_1


"Nak, jangan berbicara seperti itu yaa karena kamu yang tidak mempunyai bukti nya. Sudahlah ikhlas kan kepergian Putri Belinda, biarkan dia tenang yaa jangan selalu berpikiran seperti itu."


Melinda menatapi wajah ke dua orang tuanya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Aku tidak akan pernah bisa ikhlas Bu, jika Putri Belinda meninggal karena perbuatan Papa kandungan nya sendiri. Aku melihat tangan Rizal yang sedang memegang pisau yang penuh dengan darah, itu tandanya mereka itu adalah pembunuh."


Suster Diana memilih untuk keluar dari kamar Melinda dan membiarkan Melinda mengobrol dengan ke dua orang tuanya.


"Melinda, bukan kah kamu akan mengadopsi anak perempuan yang ada di pantai asuhan?. Jika kondisi kamu seperti ini kamu tidak akan pernah bisa mengadopsi Elisa."


"Elisa, aku ingin bertemu dengan Elisa sekarang juga."


Melinda memaksa untuk keluar dari kamar nya tapi di tahan oleh kedua orang tuanya, karena tidak mungkin Melinda pergi ke pantai asuhan dengan keadaan seperti ini.


"Sabar sayaaaaang, nanti yaa kita pergi nya. Setelah kamu sembuh yaa tidak dengan kondisi seperti ini."

__ADS_1


Melinda yang sudah ingin membuka pintu kamar dia pun kembali duduk di atas kasur, dan di baringkan ke tempat tidur.


"Kamu istrirahat yaa sayang, agar kondisi badan mu membaik yaa. Setelah itu kamu bisa pergi ke panti asuhan yaa."


Reaksi obat penenang pun terasa Melinda merasa sangat kelelahan dia pun langsung seketika tidur.


"Melinda cepat membaik sayaaaaang, ingat ada ke 6 toko yang harus kamu perjuangan."


Ibu Melinda memilih untuk pergi ke salah satu toko tersebut dia ingin memberitahukan jika Melinda yang belum bisa memimpin toko tersebut.


"Suster Diana, saya pergi ke toko Melinda untuk mengantikan posisi Melinda. Jaga Melinda baik-baik yaa."


Suster Diana pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan masuk ke dalam kamar Melinda kembali.


"Semoga saja toko nya jauh lebih baik dari sebelumnya, dan Bu Melinda bisa menjadi pemimpin lagi bisnis nya."

__ADS_1


Suster Diana membuka pintu kamar Melinda, dia pun mengambil tas pink kesayangan Putri Belinda agar bisa di peluk oleh Melinda di saat sedang tidur.


__ADS_2