
Melinda dan Suster Diana pun memilih untuk masuk kembali ke dalam mobil, Suster Diana merasa sangat senang sekali ketika melihat Melinda yang kembali normal tidak teriak-teriak seperti sebelumnya.
Di perjalanan Melinda merasa sangat penasaran sekali dengan gedung yang sedang di bangun itu.
"Aku ingin kita berhenti di gedung itu, aku ingin sekali melihat nya."
Supir pribadi tersebut pun mengikuti apa yang di perintahkan oleh Melinda dan mereka berdua pun akhirnya turun.
Suster Diana berada di belakang Melinda suasana begitu sangat berbeda ketika mereka memasuki daerah tersebut.
"Bu, saya kok merinding yaa."
Ucap Suster Diana kepada Melinda dan Melinda pun merasakan apa yang di rasakan oleh Suster Diana.
"Iya saya juga merasakan hal yang sama, ayo kita lebih mendekat lagi."
Ada salah satu karyawan yang memperhatikan Melinda, dia langsung menghampiri Melinda.
"Ibu Melinda, akhirnya datang juga ke sini yaa."
Melinda merasa sangat binggung sekali kenapa di sampai di sambut seperti ini.
"Saya datang hanya untuk melihat saja sedang kamu sendiri sedang apa di sini?."
Karyawan tersebut merasa aneh dengan sikap Melinda bukankah ini akan menjadi toko parfume yang ke 7.
"Saya di perintahkan Bapak Ronny untuk memperhatikan kinerja para pegawai yang ada di sini, agar gedung ini secepatnya selesai."
Melinda begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan karyawan tersebut.
__ADS_1
"Jadi ini gedung milik Ronny,? gedung untuk apa ini besar sekali seperti ini?".
Melinda semakin penasaran sekali dan karyawan tersebut pun langsung menjelaskan semuanya kepada Melinda.
"Benar sekali Bu, ini akan di jadikan sebagai gedung ke 7 untuk toko Parfume dengan nama yang baru yaitu Romeo Parfume."
Melinda merasa sangat kecewa sekali dengan apa yang sudah di lakukan oleh suaminya, dia melakukan ini semua tanpa sepengetahuan nya dan seperti nya dia memanfaatkan di saat dirinya yang despresi karena kehilangan Belinda.
"Kapan peresmian nya,? dan apakah dia meminjam uang ke bank untuk membeli gedung tua ini?."
Karyawan tersebut tidak bisa menjawab pertanyaan dari Melinda.
"Maafkan saya Bu, saya tidak mengetahui nya."
Karyawan tersebut pun memilih untuk pergi begitu saja dan Melinda terlihat sangat kecewa sekali dengan sikap suaminya.
"Jahat sekali kamu Ronny, seperti nya kamu yang ingin menguasai bisnis ini. Tapi lihat saja tidak semudah itu kamu mendapatkan nya."
Melinda seperti bermimpi tapi dia terus saja melihat bahwa anak tersebut yang memang ada, Melinda ingin memberitahu Suster Diana tapi dia takut itu hanya halusinasi nya saja.
Melinda pun memilih untuk membalikkan badannya dan dia melihat kembali ke arah tersebut dan ternyata anak tersebut tiba-tiba saja lompat dan membuat Melinda berteriak-teriak histeris sambil menutup matanya.
Teriakan Melinda membuat semua orang yang ada di langsung tertuju pada Melinda dan Suster Diana pun mencoba untuk membangunkan Melinda.
"Bu Melinda, kenapa teriak seperti itu? Bu Melinda baik-baik saja kan?."
Ketika Suster Diana mencoba untuk mengangkat tubuh Melinda tiba-tiba Melinda yang langsung tidak sadarkan diri.
"Pak, tolong bantu saya Pak."
__ADS_1
Mereka pun langsung membantu Melinda untuk di bawa ke dalam mobil, Suster Diana merasa sangat hawatir sekali dengan kondisi Melinda.
"Bu, kenapa seperti ini lagi. Bukan kah sebelumnya ibu sudah normal seperti biasa nya."
Suster Diana memilih untuk tidak membawa ke Rumah Sakit karena obat yang masih ada di rumah.
Melihat Melinda yang tiba-tiba saja pingsan dan berteriak-teriak histeris, salah satu karyawan pun langsung mengirim pesan kepada Ronny.
*Pak Ronny, tadi Bu Melinda datang untuk melihat gedung ini tapi dia seperti tidak tahu apa-apa. Tiba-tiba saja Bu Melinda berteriak-teriak histeris dan langsung tidak sadarkan diri*
Membaca pesan dari salah satu karyawan nya, Ronny pun merasa sangat terkejut sekali ketika membaca pesan tersebut.
"Melinda yang sebelumnya dia despresi, tapi kenapa dia sampai bisa melihat kondisi gedung dia tahu dari mana. Sedangkan aku yang benar-benar tidak memberitahu apapun kepada Melinda."
*Yasudah tidak apa-apa apakah Melinda mengetahui semuanya,?*
*Saya yakin memberitahu semua nya Pak*
Merasa kesal dengan karyawan nya Ronny memilih untuk tidak membalas pesan dari karyawan nya tersebut.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Melinda, sudah jelas aku melihat dia di Rumah Sakit seperti orang yang sudah despresi tapi sekarang dia bisa mengobrol dan tiba-tiba saja berteriak-teriak kembali."
Ronny merasa sangat hawatir sekali jika Melinda yang kembali seperti dulu, maka dia akan mengambil alih bisnis nya karena Ronny yang mengetahui jika Melinda yang sangat pintar sekali.
"Lebih baik sekarang aku temui Melinda di rumah untuk memperjelas kondisi nya seperti apa sekarang."
Ronny pun langsung berjalan menghampiri mobil nya dia yang menuju ke rumah nya, di perjalanan Ronny tiba-tiba saja teringat masa-masa indah bersama dengan Putri Belinda.
Ronny mengingat di mana begitu bahagia nya ketika Ronny mengetahui Melinda yang positif hamil setelah penantian panjang selama tujuh tahun.
__ADS_1
"Aku menyesal tapi semua sudah terjadi, Maafkan Papa Putri Belinda."
Ronny merasakan sesak di dada nya ketika meminta maaf kepada Putri Belinda.