Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 75.


__ADS_3

Mereka berdua akhirnya sampai di pantai asuhan, Sister Diana sengaja membawa Melinda agar Melinda bisa bertemu dengan banyak anak-anak dan rasa sedih nya terhadap Putri Belinda sedikit menghilang.


"Hallo adik-adik kita membawa baju khusus untuk anak perempuan yaa, nanti kita akan kembali untuk membawa mainan anak-anak yang lucu-lucu."


Suster Diana memberikan baju tersebut kepada ibu panti asuhan dan Melinda pun seketika dia terdiam ketika melihat banyak anak kecil yang seumuran Belinda di hadapan nya.


"Bu Melinda kehilangan anak pertama nya, dia mengalami kecelakaan pada saat di bawa ke permainan. Dia menjadi despresi semenjak kehilangan Putri Belinda."


Para ibu panti asuhan pun seperti merasakan begitu sangat sakit nya jika ada di posisi Melinda, dan Melinda pun menangis ketika dia hampiri oleh salah satu anak di panti asuhan.


"Ibu kenapa menangis, ibu jangan menagis yaa. Ayooo bermain-main dengan kami."


Melinda pun bisa tersenyum kembali ketika dirinya di tarik tangan nya untuk bisa bersama dengan anak-anak di sekitarnya.


"Ibu Ingat Putri Belinda, dia adalah anak perempuan ibu. Dan ibu sangat sayang sekali kepada nya, ibu tidak mau kehilangan nya walaupun sekarang kenyataan dia sudah tidak ada."


Suster Diana pun menghampiri Melinda, dia mencoba untuk menghibur Melinda.


"Aku ingin ketika kita membawa Putri Belinda ke taman kanak-kanak, dia begitu sangat bahagia sekali walaupun dia yang hanya duduk di kursi roda tapi tidak bisa berlari-lari seperti anak-anak yang lain nya dia sangat bahagia sekali."


Melinda melihat ada anak perempuan yang mempunyai rambut panjang seperti Putri Belinda, dia pun merasa menghampiri nya.


Melinda melihat wajah cantik anak tersebut yang wajah nya sekilas mirip dengan Putri Belinda.

__ADS_1


"Boleh kah aku peluk kamu,? wajah mu mirip dengan Putri Belinda."


Anak kecil perempuan itu mun langsung mundur dia merasa sangat ketakutan sekali ketika melihat wajah Melinda.


"Sayaaaaang, ibu Melinda hanya ingin memeluk kamu saja. Dia tidak akan menyakiti kamu kok."


Anak kecil perempuan itu pun langsung menghampiri Melinda secara perlahan dan Melinda pun langsung memeluk erat dengan penuh perasaan seperti kerinduan nya kepada Putri Belinda.


"Sayaaaaang, Mama rindu kamu Nak. Mama sangat merindukan mu sayaaaaang."


Melinda merasa jika dia sedang memeluk Putri Belinda, dan Suster Diana mencoba untuk melepaskan pelukan erat dari Melinda karena dia merasa anak tersebut merasa tidak nyaman.


"Sudah yaa Bu, kasihan anak nya dia seperti sesak karena ibu yang terlalu kuat memeluk nya."


"Siapa nama mu Nak, ibu ingin mengetahui nya."


Anak perempuan itu tampak malu ketika di tanya nama oleh Melinda.


"Tidak usah takut sayaaaaang, nih perkenalkan saya Suster Diana kamu siapa?."


Suster Diana menjulurkan tangan nya kepada gadis kecil tersebut untuk bersalaman.


"Aku Elisa Maharani, umur ku 6 tahun."

__ADS_1


Umur anak tersebut sama seperti Putri Belinda, seminggu lagi usia Putri Belinda 6 tahun.


"Minggu depan usia Putri Belinda 6 tahun, kita harus merayakan nya di sini yaa. Putri Belinda pasti sangat bahagia sekali."


Suster Diana merasa Melinda yang mulai kelihatan membaik ketika dia bersama dengan anak-anak panti asuhan.


"Elisa cantik apa yang membuat kamu ada di pantai asuhan ini sayaaaaang, apakah karena ke dua orang tua mu yang sudah meninggal?."


Suster Diana ingin mengetahui cerita kehidupan Elisa yang jika di lihat dia seperti dari keluarga yang berkecukupan.


"Ibu dan Ayah ku bercerai, mereka pun meninggalkan ku dengan Nenek dan orang tua hidup dengan keluarga mereka masing-masing. Ketika aku berumur 4 tahun Nenek ku meniggal dan aku di masukkan ke pantai asuhan."


Suster Diana dan Melinda merasa sangat sedih sekali ketika mendengar cerita Elisa.


"Elisa jangan menangis yaa, kamu di sini bisa bahagia bersama dengan teman-teman kamu yang sayang sama kamu yaa."


Suster Diana pun memeluk erat tubuh Elisa, dan Melinda merasa jatuh cinta ketika pertama kali bertemu dengan Elisa.


"Bu, bagaimana apakah ibu sudah senang bermain-main di sini. Nanti Minggu depan kita kembali untuk memberikan bingkisan di hari ulang tahun Putri Belinda."


Elisa pun melambaikan tangan nya dia kembali masuk sedangkan Melinda yang masih saja menatap wajah cantik Elisa.


"Ayo kita pulang minggu depan kita kembali lagi."

__ADS_1


Suster Diana dan Melinda berpamitan dengan Ibu pantai asuhan dan mereka pun jika berkata akan kembali ke sini untuk memberikan bingkisan ulang tahun untuk memperingati hari ulang tahun Putri Belinda yang ke enam tahun.


__ADS_2