
Belinda tiba-tiba saja memeluk erat tubuh Suster Diana, dia seperti sangat ketakutan sekali.
"Sayang, kamu kenapa? apakah kamu baik-baik saja kan?."
Suster Diana menghawatirkan kondisi Belinda yang baru saja keluar dari Rumah Sakit.
"Suster aku merasa sangat takut sekali, aku tidak mau jauh dari Suster dan Mama. Aku tidak mau sendirian aku sangat ketakutan sekali."
Suster Diana mencoba untuk menenangkan Belinda.
"Belinda kenapa harus takut sayang, aku Suster yang selalu ada untuk Belinda."
Belinda pun melepaskan pelukan erat nya dia mengambil buku merah.
"Suster Diana harus janji yaa, jika Suster Diana itu harus selalu membaca buku merah ini setiap malam yaa."
Belinda menjulurkan tangan untuk bersalaman dengan Suster Diana seperti sebuah perjanjian agar selalu bisa membaca kan buku ini untuk dirinya.
"Iya sayang setiap jam 7 malam, Suster Diana akan selalu membacakan buku merah ini karena jam 7 adalah waktu Belinda tidur malam."
Belinda mengambil jam alarm, dia setting sendiri jam alarm tersebut.
"Nah, setiap jam 7 malam. Alarm ini akan berbunyi supaya Suster Diana tidak melupakan nya."
Belinda memeluk erat kembali tubuh Suster Diana, dengan buku merah dia pelukan nya tapi ketika jam alarm itu berbunyi buku merah tersebut tiba-tiba saja terjatuh dari pelukan Belinda.
Dan Suster Diana terkejut sekali ketika melihat Belinda yang sudah tertidur pulas di pelukan nya.
__ADS_1
"Malam ini tidak ada cerita tentang buku merah, ternyata kamu yang sudah tertidur pulas sayaaaaang."
Merasa Belinda yang sudah pulas, Suster Diana pun membaringkan tubuh Belinda ke atas kasur dengan selimut hangat dan boneka kesukaan nya.
Suster Diana melihat buku merah yang terjatuh dia pun langsung mengambil nya.
"Kenapa aku merasa sangat penasaran sekali siapa yang menulis buku ini yaa, lebih baik aku cari tahu di internet tentang buku merah ini."
Suster Diana pun mulai mencari tahu siapa yang menulis buku tersebut dan ternyata buku tersebut menceritakan tentang kisah pilu seiring kakak yang kehilangan adik perempuan nya.
"Aku yang kesepian, dan nama adik itu merah di panggil merah karena dia yang hilang dengan menggunakan baju berwarna merah sedangkan namanya itu adalah Merry."
Suster Diana merasa tidak sanggup untuk membaca ke jauh tentang Merry/merah gadis yang masih berusia 7 tahun tapi sudah bisa menulis buku harian dengan tulisan nya.
"Ahhh, kasihan sekali dia. Yang menjadi pertanyaan Merry itu dia masih hidup atau sudah tiada."
Merry si merah yang memakai gaun berwarna merah dengan rambut panjang hitam tebal dan poni dan warna kulit nya putih.
Seketika Suster Diana pun langsung melirikan mata nya kepada Belinda dia seperti melihat Belinda yang sedang tertidur berdua.
"Astaga Diana, tidak itu hanya Belinda tapi kenapa ciri mereka berdua yang sangat sama sekali yaa. Rambut Putri Belinda pun panjang dan berwarna hitam dan berkulit putih."
Suster Diana pun mencoba untuk menenangkan pikiran nya dia memilih untuk pergi keluar dari kamar Belinda dan menuju ke dapur untuk mengambil minum.
Suster Diana terlihat seperti sesak nafas sehingga Melinda yang juga mau pergi ke dapur dia melihat Suster Diana yang sangat mencurigakan sekali.
"Kenapa dengan Suster Diana, dia seperti yang sedang kekurangan nafas saja."
__ADS_1
Melinda pun langsung menghampiri Suster Diana dan melihat Suster Diana yang sedang mengatur nafas nya.
"Suster Diana apakah kamu baik-baik saja."
Melinda duduk di samping Suster Diana.
"Saya baik-baik saja Bu Melinda, lebih baik sekarang Bu Melinda menemani Putri Belinda di kamar karena saya ingin tidur di kamar tamu saja. Saya ingin Putri Belinda merasakan pelukan hangat Mama nya."
Melinda pun dengan senang hati dia pun langsung pergi ke kamar Putri Belinda, dia membuka pintu kamar dan menyalakan lampu kamar nya.
"Malaikat kecil ku, kamu adalah nyawa hidupku Nak. Mama sangat sayang sekali dengan kamu sayaaaaang dengan segala kelebihan mu."
Melinda pun menarik selimut dan dia pun tidur di samping Putri Belinda, tanpa sepengetahuan Melinda mungkin malam ini adalah malam terakhir mereka berdua.
Melinda tidak akan pernah menyangka jika suaminya yang akan memisahkan mereka berdua untuk selamanya.
"Mama aku sayang Mama."
Ucap Belinda sambil memejamkan mata nya.
"Iyaa sayaaaaang, Mama juga sayang kamu Nak. Mama ingin selalu ada di samping mu Nak selama nya."
Melinda mencium kening Putri Belinda dengan penuh rasa cinta.
"Sekarang Mama akan tidur bersama dengan kamu sayang, dan semoga saja setiap hari Mama bisa memeluk kamu."
Melinda memeluk erat tubuh mungil Putri Belinda.
__ADS_1