Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (116)


__ADS_3

Melinda pun keluar dari ruangan tersebut dia menuju ke ruangan pribadi nya dia ingin bertemu dengan asisten pribadi nya Febrian.


Febrian Irawan asisten pribadi Melinda yang umurnya di bawah Melinda tapi kepintaran tidak di ragukan lagi.


Melinda membuka pintu dan dia melihat Febrian yang sedang fokus dengan laptop nya.


"Bu Melinda, akhirnya kita bisa bertemu di sini."


Febrian bersalaman dengan Melinda dan Melinda pun duduk di samping Febrian.


"Maafkan aku yang belum bisa menemanimu dalam bisnis ini yaa, kamu bersama dengan Ibu ku dulu. Karena aku yang masih belum bisa mengendalikan emosi ku."


Febrian tersenyum manis kepada Melinda.


"Tidak apa-apa Bu, Bu Regina dia sangat luar biasa sekali. Dia juga yang mempunyai ide untuk membuat varian terbaru."


Melinda memang tidak bisa membohongi perasaannya jika kedua orang tuanya yang jauh lebih hebat dari nya, apalagi sekarang ke dua orang nya yang langsung akan mempromosikan produk terbaru Parfume tersebut kepada banyak teman bisnis nya.

__ADS_1


"Iya Febrian, orang tua ku ingin perusahaan ini lebih maju dari sebelumnya. Apalagi rasa benci nya dengan Ronny Mahendra, tujuan mereka itu adalah membuat toko Parfume Ronny bisa bangkrut."


Melinda pun berdiri dari tempat duduk dia melihat ada foto Putri Belinda di meja kerja Febrian.


"Kamu menyimpan foto Putri Belinda,? aku tidak percaya ini semua."


Melinda mengambil foto Putri Belinda yang sudah di edit dengan memakai baju princess dan mahkota di kepala nya.


"Cantik sekali, Putri Belinda sangat cantik. Saya adalah pengagum Putri Belinda."


Melinda menyimpan kembali foto tersebut, dia pun mulai memikirkan rencana kedepannya seperti apa.


Lagi-lagi Melinda menteskan air mata nya dan Febrian memberikan tissue kepada Melinda, Febrian yang merasa sangat kagum sekali dengan Melinda dia seperti tidak memikirkan tentang rumah tangga nya lagi.


Melinda merasa jika kehidupan nya sekarang adalah untuk membahagiakan anak-anak yang membutuhkan.


"Maafkan aku Febrian aku menangis di sini, aku pergi yaa dan semoga bisnis ini semakin lancar dan aku akan cepat kembali ke sini."

__ADS_1


Setelah berpamitan dengan Febrian, Melinda pun keluar dan berjalan menuju ke Dokter Robby dan Suster Diana.


Dokter Robby melihat Melinda seperti sudah menangis.


"Kamu kenapa lagi Melinda,? kamu menangis memikirkan apa?."


Melinda mengusap matanya dengan tangan nya.


"Tidak apa-apa aku ingin pulang sekarang juga yaa, Ayah dan Ibu aku pulang duluan yaa."


Melinda berpamitan dengan orang tua nya dirinya pun langsung masuk ke dalam mobil nya.


Suster Diana dan Dokter Robby mereka juga mengikuti apa yang di inginkan oleh Melinda.


"Robby, bisakah kamu mengantarkan aku sebentar saja ke rumah ku yang dulu. Ntah mengapa aku merasa ingin sekali ke sana."


Dokter Robby mengikuti apa yang di katakan oleh Melinda, sedangkan Suster Diana dia merasa sangat hawatir jika Melinda datang ke rumah tersebut.

__ADS_1


Suster Diana takut Melinda yang kembali despresi ketika melihat rumah tersebut.


__ADS_2