
Dokter Robby pun akhirnya datang ke rumah dia pun langsung mencari Suster Diana.
"Dokter Robby akhirnya datang sekarang Bu Melinda sedang berada di kamar nya bersama dengan boneka Barbie yang dia anggap sebagai Putri Belinda."
Dokter Robby pun mengetuk pintu kamar Melinda dan Melinda pun langsung terbangun.
"Siapa sih berisik sekali bagaimana jika Putri Belinda terbangun dari tidurnya."
Melinda pun langsung membuka pintu tersebut dan begitu sangat bahagia nya Melinda ketika bertemu dengan Dokter Robby.
"Robby, kamu datang di saat yang tepat sekali. Lihat Putri Belinda kembali tapi dia kembali menjadi boneka Barbie yang kotor dan kusam sekali."
Wajah Melinda begitu sangat sedih sekali dan Robby pun berjalan menuju ke tempat tidur Melinda.
Melinda menyelimuti boneka Barbie tersebut.
"Kenapa kamu bisa bilang jika boneka Barbie itu adalah Putri Belinda,? apakah kamu di mimpi kan oleh Putri Belinda?."
Melinda mengambil boneka Barbie tersebut dan memeluk Nya dengan sangat erat sekali.
"Karena aku melihat di kamar Putri Belinda, ada gadis kecil yang sedang asik bermain membelakangi ku dan ketika aku sentuh dia menghilang aku cari dia dan aku menemukan boneka Barbie ini di kamar mandi Putri Belinda."
__ADS_1
Ketika mendengar perkataan Melinda, Suster Diana pun memberanikan diri untuk untuk mengungkapkan perasaan kepada Dokter Robby.
"Dokter Robby, saya merasa meninggal Putri Belinda itu sangat tragis sekali sehingga apakah arwah Putri Belinda yang tidak tenang. Karena saya pun merasakan hal-hal yang tidak masuk akal."
Dokter Robby mengingat kematian Putri Belinda yang karena kecelakaan tapi cctv yang tiba-tiba saja mati sehingga pihak kepolisian yang tidak bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Belum lagi Ronny yang meminta jika kasus kecelakaan ini tidak harus di lanjutkan penyelidikan nya.
"Apa yang kamu rasakan Suster Diana,? setelah kematian Putri Belinda."
Suster Diana pun lebih memilih untuk menceritakan semuanya kepada Dokter Robby.
Dokter Robby pun kembali fokus pada Melinda ketika mendengarkan cerita Suster Diana.
"Melinda menurut mu siapa yang melakukan ini semua,? apakah Putri Belinda itu meniggal karena sesuatu hal?."
Melinda pun langsung melirikan mata kepada Dokter Robby dan melemparkan boneka Barbie nya.
"Putri Belinda masih hidup, dia masih hidup dia akan kembali ke rumah ini. Dia akan berlari dan memeluk ku dengan sangat erat sekali."
Dokter Robby merasa jika Melinda yang begitu sangat percaya diri jika Putri Belinda yang masih hidup.
__ADS_1
Dia pun berjalan menuju ke jendela kamar nya dan memandangi gedung merah yang menjadi bisnis milik suaminya.
"Aku hanya menghancurkan gedung itu, aku harus membuat usaha nya bangkrut. Dia jahat sekali dia telah mengambil bisnis ku."
Suster Diana pun menghampiri Melinda.
"Ibu harus sehat kembali yaa, ibu buktikan jika ibu bisa melakukan hal tersebut."
Melinda pun tiba-tiba saja langsung menangis mengingat kembali Putri Belinda.
"Putri Belinda, dia di manaaaaaaa sekarang. Aku sangat merindukan Putri Belinda."
Melinda mulai berteriak-teriak kencang kembali dan Dokter Robby mencoba untuk menenangkan pikiran Melinda.
"Apakah Melinda sudah meminum obat?."
Dokter Robby membawa Melinda ke kasur nya kembali.
"Ibu Melinda tidak pernah telat minum obat."
Melinda terus saja menagis sambil memanggil nama Putri Belinda.
__ADS_1