
Melinda memilih menghampiri ke dua orang tuanya kembali untuk meminta maaf atas semua yang dia lakukan di masa lalu.
"Sudahlah anak ku, Mama dan Papa sudah memaafkan mu. Sekarang kamu lebih baik untuk melanjutkan perjalanan hidup mu, karir bisnis mu yang sudah kamu perjuangan dengan suami mu."
Melinda meneteskan air mata nya kembali.
"Aku bisnis untuk Putri Belinda, walaupun setiap bulan aku yang harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit tapi itu karena memang Karir bisnis ku maju karena kelahiran Putri Belinda. Sekarang sudah ada lagi yang membuat ku semangat untuk berkerja."
Melinda bersender di pundak Mama nya, dia begitu sangat sedih sekali dan seperti tidak percaya jika Putri Belinda yang sudah tiada.
"Sayaaaaang, jangan seperti ini yaa. Kamu harus tetap sempurnakan yaa kamu jangan sampai bersedih terus-menerus yaa."
Suster Diana pun merasa sangat kasihan sekali melihat Melinda yang begitu sangat kehilangan Putri Belinda, Suster Diana pun memilih untuk pergi ke kamar Putri Belinda.
Suster Diana masih merasakan aroma Parfume yang sering di pakai oleh Putri Belinda.
"Ini adalah aroma Parfume Putri Belinda, apakah mungkin dia yang berada di sini."
__ADS_1
Suster Diana duduk di atas tempat tidur dia semakin merasa aroma menyengat perfume tersebut.
"Kamu sedang di sini Nak, kaku melihat Suster tapi mungkin Suster yang tidak bisa melihat kamu sayaaaaang."
Suster Diana memeluk bantal kesayangan Putri Belinda, sambil mencium nya.
Ketika Suster Diana yang sedang memeluk erat bantal tersebut tiba-tiba saja terdengar suara benda yang terjatuh.
*Brukkkkkkkkk*
Suster Diana begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar suara tersebut dia langsung mencari benda apa yang terjatuh.
Suster Diana pun langsung membereskan pecahan kaca-kaca tersebut dan pintu kamar mandi yang tiba-tiba saja tertutup sendiri membuat Suster Diana merasa sangat terkejut sekali.
"Tidak ada angin kenapa pintu tertutup sendiri seperti ini yaa."
Suster Diana merasakan hal yang tidak nyaman dia merasa merinding ketika air yang tiba-tiba menyala sendiri.
__ADS_1
Suster Diana merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi dengan nya dia pun memilih untuk keluar dari kamar mandi tersebut dan berlari ke luar kamar.
Nafas Suster Diana terlihat sangat tidak beraturan sekali, sampai Ronny pun melihat nya.
"Ada apa Suster Diana,? apa yang terjadi di kamar Putri Belinda."
Melinda langsung menghampiri Suster Diana dan Suster Diana pun merasa tidak mungkin dia menceritakan hal yang seperti ini karena mungkin akan membuat mereka tidak percaya dengan apa yang terjadi.
"Kaca kamar mandi pecah dan membuat ku sangat terkejut sekali."
Suster Diana mengatakan hal tersebut sambil menundukkan kepalanya.
"Yasudah nanti kita suruh pelayan yang lain untuk membersihkan nya, lebih baik kita jangan dulu masuk ke dalam kamar Putri Belinda karena pasti kita akan berhalusinasi dengan kenangan indah di dalam kamar itu."
Suster Diana pun memilih untuk duduk di samping Melinda dan Ronny memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar Putri Belinda.
"Untuk apa dia masuk ke dalam,? sedangkan semasa hidup Putri Belinda dia yang tidak pernah peduli terhadap Putri Belinda."
__ADS_1
Melinda semakin membenci Suaminya.