Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 79.


__ADS_3

Ronny sedang duduk di sebuah kursi depan pemandangan air laut di hadapan nya, tiba-tiba saja dia merasa ada seseorang di samping nya.


Seorang gadis kecil dengan rambut di hadapan kan ke depan, Ronny begitu sangat terkejut sekali ketika melihat gadis tersebut.


Ronny hendak pergi tapi tangan mungil yang sangat putih tersebut memegang tangan Ronny, begitu terasa sangat dingin sekali seperti es.


"Jangan tinggalkan aku, aku tidak mau sendirian."


Suara pelan yang terdengar begitu sangat bergetar sekali, Ronny pun mencoba untuk duduk kembali.


Dia ingin sekali melihat wajah anak perempuan tersebut, dia menudukan kepala nya.


"Apakah kamu yang membunuh pegawai ku Monica,? apakah kamu yang membuat kecelakaan itu terjadi?."


Ronny memberanikan diri untuk bertanya kepada anak perempuan tersebut walaupun sebenarnya dia merasa sangat ketakutan sekali.


Gadis kecil itu pun langsung memperlihatkan wajah nya kepada Ronny, mata merah menyala dengan wajah yang penuh dengan darah yang terus-menerus meneteskan keluar dari pori-pori wajah nya.


Ronny pun seketika langsung merasa ingin muntah melihat nya, ketika gadis kecil tersebut yang terus mendekati Ronny.

__ADS_1


"Tidak, tolong pergiiiiiiiiiiiii, pergi dari hadapan ku."


Ronny pun langsung terbangun dari mimpi buruk nya, keringat sampai membasahi tubuh nya.


"Astaga sangat seram sekali wajah gadis kecil itu, dia sampai menatapku dengan jarak yang sangat dekat sekali."


Ronny pun langsung pergi ke kamar mandi dia mandi karena mereka sangat kepanasan sekali.


Padahal ruangan nya full AC tapi Ronny tetap merasa sangat kepanasan sekali, dia memilih untuk berendam dengan aroma terapi di samping nya.


"Sangat panas sekali, aku sampaikan harus berendam seperti ini padahal ini masih jam 3 subuh."


Seketika Ronny pun langsung terbangun dan dia melihat tulisan dengan dengan warna merah pekat pada cermin nya.


*Aku masih ingin bermain-main, aku tidak mau kesepian*


Ronny merasa sedang bermimpi dan dia pun memejamkan mata nya kembali dan kembali membukanya, tulis pun seketika langsung menghilang begitu saja.


"Apa maksud dari tulisan tadi yaa, apakah gadis kecil itu yang ingin mencari korban berikutnya."

__ADS_1


Pikiran Ronny pun mulai negatif dia beranjak dan langsung keluar dari kamar mandi nya.


Ronny menelephone satpam yang berjaga di depan toko nya.


*Hallo bagaimana dengan kondisi toko sekarang,? apakah masih aman? sudah tidak ada wartawan yang datang ke lokasi?*


*Tidak ada Pak Ronny, toko sudah sepi dari jam 12 malam. Mereka sudah pergi meninggalkan toko, dan para polisi pun sudah tidak ada*


*Syukurlah, kamu tetap menjaga di sana yaa*


*Baiklah Pak Ronny*


Ronny mengakhiri panggilan telephone nya tapi dia yang tidak mungkin bisa tidur dengan nyenyak.


"Aku yang sudah pindah ke hotel tapi kenapa anak kecil itu selalu saja mengikuti ku, aku ingin sekali beristirahat untuk sejenak melupakan betapa banyak uang yang aku keluarkan untuk hari ini."


Ronny terus saja memikirkan bagaimana nasib bisnis nya kedepannya seperti apa.


"Jangan sampai aku mengalami kebangkrutan, jika toko-toko sudah aku jual lalu apalagi harta kekayaan ku. Hanya rumah yang sekarang di tempati oleh Melinda."

__ADS_1


Ronny merasa sangat pusing sekali ketika harus memikirkan kebangkrutan nya.


__ADS_2