Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode *218*


__ADS_3

Ronny dengan cepat dia langsung masuk ke dalam untuk mencari Rizal, karena tidak sabar ingin segera pergi ke panti asuhan.


"Ayo Rizal cepatlah kita pergi ke panti asuhan, semua persyaratan sudah aku pegang."


Rizal melihat Ronny yang begitu sangat bersemangat sekali dan dia pun langsung bereaksi.


"Yasudah ayo kita coba, lebih baik kamu bicara jujur kepada pihak panti asuhan jika Merry itu adalah Putri Belinda."


Ronny pun menganggukkan kepalanya dan mereka berdua keluar dari toko berjalan menuju ke mobil. Regina melihat Ronny dan sahabat nya pergi seperti tergesah-gesah sekali dan mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi.


"Mau pergi kemana yaa mereka berdua, tapi ketika mereka berdua pergi ini menjadi kesempatan aku untuk bisa masuk ke toko dan melihat apa kekurangan dari toko milik Melinda dan kelebihan dari toko milik Ronny."


Regina memakai kacamata hitam nya dia juga memakai masker, dia keluar dari mobil nya dan berjalan menuju ke dalam. Pelayanan yang sangat ramah sekali ketika penyambutan yang baru datang, Regina terharu sekali ketika melihat banyak nya foto Putri Belinda.


Regina pun pergi untuk mengambil salah satu Parfume yang ada dia sengaja untuk membelinya agar dia bisa mengetahui aroma Parfume tersebut.


Regina tidak berlama-lama dia pun langsung pergi ke kasir dan membayarnya, setelah itu Regina pergi dari toko tersebut.


Regina menyemprotkan Parfume tersebut ke baju nya, aroma Parfume yang seperti khas untuk anak kecil.


"Wangi nya sangat segar sekali memang cocok untuk anak-anak."


Regina memasukkan parfume tersebut ke dalam tas nya dan dia berniat untuk kembali ke toko Melinda untuk memberitahu kepada nya.


Di saat Regina hendak pergi ke kantor Melinda, Ronny dan Rizal pun akhirnya sampai di depan pintu gerbang menuju ke panti asuhan.


Ronny merasa sangat gugup sekali dia pun tidak bisa membohongi perasaannya dia sangat takut pihak panti asuhan yang tidak memberikan ijin kepada nya untuk bisa membawa Merry pulang.


"Rizal aku merasa sangat takut sekali, aku takut gagal membawa Putri Belinda pulang."


Ronny yang di awal kelihatan sangat bersemangat seketika dia pun langsung berubah menjadi diam dan melamun.


"Ronny, kamu itu adalah ayah kandung Putri Belinda. Kenapa harus takut , kamu sudah membawa semua bukti kan jadi tidak usah di takutkan lagi."

__ADS_1


Rizal turun dari mobil nya dan Ronny pun mengikuti nya, Ronny berjalan di belakang Rizal mereka berjalan menuju ke ruangan pihak panti asuhan.


Merry yang sedang berdiri di depan jendela kamar nya dia melihat kedatangan Papa nya dan juga Om Rizal.


"Itukan Papa dengan Om Rizal dan Papa seperti membawa sesuatu, seperti nya mereka berdua masuk ke dalam ruangan ibu panti ada apa ya."


Merry keluar dari kamar nya dia mencoba untuk mendekati ruangan panti asuhan dia merasa ingin tahu maksud dari kedatangan Papa nya dan juga Om nya.


Ronny dan Rizal pun akhirnya masuk ke dalam ruangan tersebut dan Ronny mulai memberanikan diri untuk berbicara kepada pihak panti asuhan.


"Selamat siang Bu, kedatangan saya ke sini saya ingin sekali bisa membawanya kembali pulang putri saya yang bernama Putri Belinda atau di sini di kenal dengan nama Merry."


Pihak panti asuhan pun merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Ronny, tapi mereka mencoba untuk membiarkan Ronny untuk menjelaskan nya.


"Putri Belinda, di nyatakan meninggal dunia ketika kita satu keluarga berada di salah satu wahana wisata. Saya sangat merasa kehilangan dengan meninggalkan Putri Belinda, tapi ntah bagaimana ceritanya ternyata teman saya bisa menemukan kembali Putri Belinda di panti asuhan ini."


Ronny memberikan bukti-bukti yang dia bawa dari mulai akte kelahiran dan juga foto-foto kebersamaan bersama dengan Putri Belinda tapi Ronny tidak membawa satu pun foto Melinda.


Setelah melihat bukti-bukti nya pihak panti asuhan pun menyuruh salah satu pegawai untuk mencari Merry untuk datang ke ruangan nya.


Tidak perlu waktu yang lama ternyata Merry dia sudah berada di depan ruangan tersebut.


"Merry ayo masuk sayaaaaang, ada yang ingin bertemu dengan mu."


Merry pun dengan cepat dia masuk ke dalam ruangan tersebut dan langsung berteriak.


"Papa, aku kangen Papa."


Merry memeluk erat tubuh Papa nya dan hal tersebut membuat pihak panti asuhan merasa sangat percaya bahwa Merry memang anak kandung Ronny.


"Merry, mungkin sekarang adalah hari terakhir kamu tinggal di panti asuhan. Kamu bisa pulang kembali bersama dengan Papa kamu yaa."


Merry merasa tidak percaya dengan apa yang sudah dia dengar, dia pun langsung menatap wajah Papa nya.

__ADS_1


"Iyaa sayaaaaang kita bisa tinggal bersama sayaaaaang, akhirnya Papa bisa membahagiakan kamu."


Merry pun langsung menagis kebahagiaan di hadapan Papa nya dan mereka berdua pun saling berpelukan kembali.


"Aku sayang Papa, Papa jangan tinggalkan aku yaa. Karena aku sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi."


Merry dengan berat hati dia pun harus meninggalkan Panti asuhan yang sudah membuat nya kuat dalam hidup tanpa kursi roda dan juga tanpa harus selalu pergi ke dokter setiap bulan.


Merry menghampiri Joanna dia memeluk erat Joanna.


"Aku harus pergi yaa bersama dengan Papa aku, aku berjanji setiap hari minggu aku akan datang ke sini untuk bisa bertemu dengan kalian semua."


Joanna terus saja menangis di pelukan Merry dia merasa jika Merry adalah sahabat terbaik nya.


"Merry, jangan lupa yaa sama aku walaupun kamu yang sudah menjadi anak orang kaya. Sejak awal aku memang merasa jika kamu itu bukan dari keluarga sederhana, dan sekarang akhirnya kamu bisa bertemu dengan keluarga mu yaa selamat yaa Merry."


Merry memberikan boneka kesayangan nya kepada Joanna.


"Ini untuk kamu Joanna, kamu pasti akan merasa dekat jika kamu memeluk boneka ini."


Joanna pun mengambil boneka kesayangan Merry, dan Merry pun berpamitan dengan ibu panti asuhan.


"Terimakasih banyak yaa Buu, sudah mau mengurus aku selama ini yaa. Semoga ibu selalu sehat yaa."


Kepergian Merry membuat para anak-anak panti asuhan mereka sangat sedih sekali karena Merry yang baik dan selalu membantu dan berbagi kebahagiaan dalam hal apapun.


"Sehat-sehat yaa sayang di sana sekarang kamu yang sudah menemukan kebahagiaan bersama dengan keluarga kamu."


Barang-barang Merry yang sudah di kemas dengan sangat rapih dan Merry pun harus meninggalkan pantai asuhan yang sudah merawat nya selama ini.


"Selamat tinggal semuanya, aku pasti akan merindukan kalian semua."


Ronny memegang tangan Merry, sedangkan Rizal yang membawa koper Merry. Mereka pun berjalan menuju ke mobil.

__ADS_1


__ADS_2