
Setelah menunggu akhirnya Dokter pun keluar dan memberitahu kondisi Putri Belinda yang harus di rawat di Rumah Sakit.
Seketika Suster Diana merasa sangat lemas sekali dia merasa tidak ada henti-hentinya sesuatu yang terjadi dengan Putri Belinda.
Mendengar hal tersebut Suster Diana pun langsung masuk ke dalam ruangan dan melihat tangan mungil yang di infus.
Suster Diana tidak henti-hentinya menangis di hadapan Putri Belinda. Dia mengusap rambut tipis nya dan mencium kening nya.
"Sayaaaaang, kamu harus kuat yaa Nak. Semoga setelah ini kamu akan ceria kembali seperti dulu yaa sayaaaaang."
Suster Diana pun merasa sangat binggung sekali apakah dia harus memberitahu kepada Melinda atau tidak.
"Bagaimana yaa, lebih baik aku mengirimkan pesan saja kepada Pak Ronny."
Suster Diana memilih mengirimkan pesan kepada Ronny Mahendra.
*Pak, Putri Belinda demam tinggi secara tiba-tiba setelah pulang dari Dokter Specialis Anak. Dan sekarang Putri Belinda harus di rawat di Rumah Sakit Bunda*
Suster Diana merasa tenang setelah dirinya sudah mengirimkan pesan kepada Ronny Mahendra.
Tapi Ronny yang memang sangat sibuk sekali dia tidak sempat membaca pesan dari Suster Diana.
Sampai akhirnya Ronny dan Melinda beristirahat di sebuah Apartemen yang mewah sekali.
"Wahh, luar biasa sekali fasilitas yang di berikan. Jangan sampai besok kita telat untuk gunting pita gedung terbaru kita."
Ketika Ronny yang merasa sangat bahagia sekali berbeda dengan Melinda yang lebih memilih untuk diam seperti terjadi sesuatu.
Ronny pun menghampiri Melinda yang duduk dengan kebingungan nya.
__ADS_1
"Melinda kamu kenapa melamun seperti ini,? apakah kamu sedang memikirkan Belinda. Sudah yaa Belinda baik-baik saja kita bisa menemani Belinda untuk melakukan terapi kan."
Melinda pun memilih untuk memegang terus handphone nya dia berharap jika Suster Diana memberikan kabar kepada nya.
"Tapi Suster Diana, kenapa dia tidak memberikan kabar kepada ku yaa. Seharusnya mereka sudah pulang dari Dokter Specialis Anak."
Melinda terlihat sangat hawatir sekali dengan putri nya tersebut.
"Dan perasaan ku ini kepada dari tadi tidak nyaman selalu, aku takut terjadi sesuatu dengan Belinda."
Melinda semakin tidak bisa mengendalikan diri nya dan Ronny pun melihat ada pesan masuk.
Ronny merasa sangat terkejut sekali ketika Suster Diana yang mengirimkan pesan kepada nya, dia pun merasa memang kondisi yang tidak baik-baik saja.
Ronny membuka pesan tersebut dan ternyata Putri Belinda yang sedang di rawat di Rumah Sakit. Ronny merasa sangat kebingungan sekali sedikit besok adalah hari yang spesial dia tidak mungkin bisa pulang jika dia pulang maka gagal semua yang dia inginkan.
Dia pun memilih untuk membalas pesan dari Suster Diana.
*Suster Diana maafkan kami berdua yang tidak bisa pulang, kita menjalankan pekerjaan ini sampai satu mingguan. Saya meminta tolong kepada Suster Diana untuk mau menemani dan mengurus Putri Belinda sampai dia sembuh sekali lagi saya meminta maaf*
Suster Diana yang membaca balasan pesan tersebut dia merasa sangat kesal sekali tapi ini memang pekerjaan nya.
*Tidak apa-apa Pak karena ini merupakan pekerjaan saya sebagai seorang Suster*
*Terimakasih banyak Suster Diana, nanti saya akan transfer uang untuk administrasi pembayaran Putri Belinda*
Suster Diana merasa sangat malas sekali untuk membalas nya kembali, Suster Diana memilih untuk menyimpan handphone nya di tas nya dan fokus pada Putri Belinda.
Melinda memperhatikan suami yang sedang serius sekali mengetik pesan, merasa di perhatikan Ronny pun langsung menghapus semua pesan dari Suster Diana.
__ADS_1
"Kamu sedang apa Pap, kamu sedang mengirimkan pesan kepada siapa?."
Melinda hendak mengambil handphone suaminya tapi Ronny memilih untuk menyimpan handphone.
"Aku sedang mengirimkan pesan bagaimana dengan besok, dan ternyata kita yang harus pergi awal ke tempat nya."
Melinda merasa jika suaminya itu telah berbohong kepada nya seperti ada yang di sembunyikan.
"Kamu tidak berbohong kepada ku,? kamu tidak sedikit mengirimkan pesan kepada wanita lain."
Ronny seketika langsung menghela nafas panjang nya ketika Melinda yang sudah berpikiran negatif terhadap nya.
"Jangan pernah berpikiran negatif terhadap suami sendiri yaa, aku akan selalu setia bersama dengan kamu yaa. Kita yang berjuang bersama-bersama jangan pernah berpikir seperti itu yaa sayaaaaang."
Ronny pun langsung mengajak istrinya untuk beristirahat karena dia merasa jika pikiran Melinda hanya tertuju pada Belinda.
"Aku ingin secepatnya selesai aku sangat merindukan Belinda, aku merasa ada terjadi sesuatu dengan Belinda karena hati ku ini yang tidak tenang selalu."
Ronny memegang tangan Melinda dia terus merasa panik dan memikirkan Belinda.
"Melinda, Belinda baik-baik saja bersama dengan Suster Diana. Dia akan menjaga Belinda dengan baik jika terjadi sesuatu dengan Belinda dia pasti menghubungi nomer handphone kita berdua. Ini tidak ada kan itu tandanya tidak terjadi apa-apa."
Ronny mencoba untuk meyakinkan Melinda karena bisnis nya bisa berjalan dengan lancar karena kecerdasan Melinda dalam berkomunikasi menarik hati para konsumen.
"Sekarang lebih baik kita berdua tidur yaa, tidur dengan nyenyak tanpa memikirkan hal-hal negatif yaa."
Ronny menarik selimut dia mematikan lampu agar Melinda bisa beristirahat dengan nyenyak dan merasa nyaman.
Melinda mencoba untuk memejamkan mata nya.
__ADS_1