Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 12.


__ADS_3

Melinda menghawatirkan kondisi Belinda bahkan dia seperti hilang konsentrasi nya di saat bersamaan dengan teman-teman nya.


Melinda lebih memilih untuk memisahkan diri nya, dia lebih memilih untuk duduk di depan kasir pembayaran Parfume.


Melihat sikap istri nya tersebut, Ronny pun langsung menghampiri Melinda dia merasa jika istri nya tersebut masih memikirkan tentang perkataan nya kepada Belinda.


"Aku harus minta maaf kepada Melinda dan aku merasa jika perkataan ku yang memang keterlaluan kepada Belinda."


Ronny duduk di samping Melinda tapi Melinda mengeluarkan handphone nya dia ingin menghubungi Suster Diana.


*Hallo Suster Diana, bagi dengan kondisi Belinda apakah dia baik-baik saja*


*Saya dan Belinda sudah membeli buku-buku cerita dan Belinda memakai kursi roda pada saat pergi mencari buku tersebut tapi pada saat sampai di rumah Belinda merasa sesak nafas tapi sekarang sudah di berikan oksigen dan sekarang sudah tidur*


Melinda merasa sangat sedih sekali ketika dia mendengar cerita Suster Diana tentang Belinda, ntah sampai kapan Belinda harus seperti itu dia masih kecil masih lemah.


*Suster Diana terus pantau Belinda yaa, saya nanti sore pulang.*

__ADS_1


Melinda mengakhiri panggilan telephone nya, dan melirik sinis kepada suaminya.


"Melinda, aku minta maaf atas perkataan ku kepada Belinda. Aku sangat menyesal sekali dengan perkataan ku itu."


Ronny terlihat sangat menyesali perkataan.


"Minta maaf kepada Belinda, karena kamu membantu hati nya sedih."


Ronny pun menganggukkan kepalanya.


Melinda menagis di hadapan suaminya dan Ronny tidak bisa berkata-kata lagi karena memang kenyataannya seperti itu.


"Kita hadirkan guru ke rumah untuk bisa mengajarkan Belinda untuk bisa menulis dan menulis, Belinda pasti senang dia pasti semangat untuk belajar nya."


Melinda pun berpikiran yang sama dia akan mengatakan hal tersebut kepada Belinda di rumah.


"Semoga saja Belinda mau, dan dia tidak merasa kecewa dengan tawaran ini."

__ADS_1


Ronny merangkul Melinda dia seperti memberikan semangat untuk istrinya tersebut.


"Kita sebagai orang tua harus bisa memberikan semangat untuk Belinda karena dia yang sangat istimewa sekali butuh semangat dari orang-orang yang ada di sekeliling nya."


Melinda melihat jam di handphone yang sudah menunjukkan pukul 15:10.


"Sudah jam segini aku pulang yaa, aku ingin melihat Belinda. Kamu jika mau menginap pun tidak masalah terserah kamu saja."


Melinda pun memilih untuk pulang karena cabang Parfume milik nya bersama dengan suaminya sudah mempunyai 5 cabang.


Tapi setiap keberhasilannya Belinda selalu saja sakit bahkan untuk pengobatan Belinda setiap bulan pun harus mengeluarkan biaya sampai belasan juta.


Untuk Melinda dia tidak mempermasalahkan hal tersebut karena dia berkerja keras untuk Belinda tapi Ronny merasa jika Belinda seperti memberikan dampak negatif terhadap usaha nya.


Ronny yang selama ini baru merasakan banyak uang karena terlahir dari keluarga sederhana dia tidak mau jika pengeluaran yang selalu meningkat dia seperti tidak mau merasa rugi walaupun itu untuk anak nya sendiri.


Ronny sedang mencari cara bagaimana agar Belinda bisa sembuh total tanpa harus melakukan pengobatan setiap bulan yang biaya sangat mahal sekali.

__ADS_1


__ADS_2