
Ronny terus saja mencari sumber aroma Parfume tersebut tapi dia tidak menemukan dan memilih untuk kembali ke lantai dua.
Gedung tersebut sampai tiga lantai, Ronny berniat di lantai ke tiga itu untuk kamar nya beristirahat.
Ronny ingin tinggal di sana tidak akan kembali pulang ke rumah yang dia tempati dengan Melinda.
Ronny pun berbicara dengan salah satu pegawai nya, yang seperti sibuk.
"Apakah kamu sudah menempelkan nama baru di botol Parfume dengan Romeo Parfume,?."
Pegawai tersebut pun menganggukkan kepalanya.
"Sudah semua tapi untuk Parfume yang sering di pakai untuk nona Belinda, kenapa tiba-tiba saja tidak bisa menempel yaa."
Ronny merasa tidak percaya dengan perkataan pegawai tersebut, parfume yang dengan aroma bunga mawar yang sangat segar.
"Tadi saya berjalan menuju ke lantai dua, saya mencium aroma Parfume ini. Tapi saya mencari sumber nya saya tidak menemukan nya."
__ADS_1
Ronny pun merasakan jika lebel tersebut tidak menempel, Ronny terus-menerus mencoba nya.
"Seperti nya tidak mau di gantikan nama nya Pak, karena ini adalah parfume yang sering di pakai nona Belinda. Lebih baik kita biarkan untuk satu produk yang masih memakai nama Parfume Belinda."
Ronny merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh pegawai tersebut, dia pun memilih untuk meninggalkan pegawai tersebut.
Ronny di hampir oleh salah seorang yang ikut serta dalam bisnis Ronny.
"Besok kamu harus membawa Melindungi dalam peresmian gedung ini, jangan sampai membuat orang curiga terhadap kamu."
Ronny merasa sangat terkejut sekali ketika asisten pribadi nya yang mengetahui semuanya.
Ronny berpura-pura tidak tahu tapi Riyan langsung tersenyum tipis kepada Ronny.
"Kau sudah menguras uang di bank hanya untuk membeli gedung tua ini yang kamu rubah menjadi sebuah gedung modern dan itu tanpa sepengetahuan Melinda,? kamu tahu sekarang Miranda yang tidak sedang baik-baik saja jiwa nya terguncang pada saat kehilangan Putri Belinda."
Ronny pun langsung emosional dengan Riyan.
__ADS_1
"Apa yang kamu inginkan Riyan,? kamu menginginkan uang ku ? kamu mencoba untuk mencari kesempatan itu agar mendapatkan uang lebih dari ku."
Riyan mendorong tubuh Ronny di saat dia yang semakin mendekati nya.
"Aku tidak butuh uang-uang mu, yang aku ingin kamu jangan menghianati bahkan memanfaatkan Melinda karena hanya akan membuat mu jatuh miskin kembali."
Ronny tertawa mendengar perkataan Riyan.
"Miskin kembali,? aku tidak akan pernah miskin dengan 7 produksi parfume ku ini. Dan Melinda tidak akan pernah bisa melakukan apapun karena gangguan kejiwaan nya yang sedang dia alami sekarang."
Riyan tidak menyangka jika Ronny yang begitu sangat jahat sekali terhadap Melinda.
"Riyan seperti nya aku tidak butuh orang seperti mu di bisnis baru ku ini, sekarang aku sudah pintar mencari uang tanpa bantuan kamu dan juga Melinda."
Riyan secara halus dia di pecat oleh Ronny dan Riyan pun dengan senang hati pergi karena Riyan yakin bisnis ini akan bangkrut tanpa Melinda.
Karena Melinda yang lebih mengunakan pemikiran nya bukan nafsu yang hanya ingin memiliki banyak cabang agar mudah mendapatkan banyak uang.
__ADS_1
"Baiklah saya permisi yaa, mulai sekarang saya keluar dari Belinda Parfume."
Riyan pun langsung meninggalkan tempat tersebut dan Ronny hanya tersenyum tipis melihat kepergian Riyan.