
Suster Diana dan Dokter Robby pun memaksa Melinda untuk masuk ke dalam mobil nya, karena melihat Melinda yang sudah sangat emosional sekali.
"Rasanya aku ingin sekali datang ke kantor Ronny, ingin rasanya aku menampar wajah nya dengan sangat kencang sekali."
Melinda sampai memejamkan mata nya dia menahan rasa emosional nya yang semakin meningkat.
"Sabar yaa Bu Melinda, semuanya akan indah pada waktunya. Pak Ronny dia pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuatannya."
Suster Diana mencoba untuk menenangkan perasaan Melinda dan Melinda pun juga mencoba untuk tetap tenang.
"Iya, aku yakin sekali jika Ronny dan Rizal mereka berdua akan berakhir di dalam penjara lihat saja nanti."
Dokter Robby pun menjalankan mobil nya untuk menuju ke rumah Melinda, Dokter Robby merasa sangat kasihan sekali melihat Melinda yang di manfaatkan oleh suaminya sendiri.
"Melinda bagaimana dengan hubungan rumah tangga mu bersama dengan Ronny,? apakah kamu akan melanjutkan nya ? melihat sekarang Ronny yang sudah tidak memperhatikan mu Melinda."
__ADS_1
Dokter Robby yang merupakan lelaki yang di jodohkan oleh orang tua Melinda yang masih mempunyai perasaan terhadap Melinda.
"Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, aku menunggu keputusan dari Ronny saja. Jika memang dia menginginkan sebuah perpisahan aku akan mengikuti nya, tapi jujur saja untuk sekarang aku yang tidak memperhatikan sebuah setatus yang aku inginkan adalah ketenangan dan kehidupan mu sekarang."
Perkataan Melinda membuat Dokter Ronny merasa sudah tidak ada lagi pintu hati untuk dirinya masuk, padahal Dokter Robby begitu sangat menginginkan bisa bersama dengan Melinda.
Mereka pun akhirnya sampai di rumah Melinda, Dokter Robby yang lebih memilih untuk diam di dalam mobil nya sedangkan Melinda dan Suster Diana turun.
Dokter Robby langsung pergi begitu saja dia yang tidak berpamitan terlebih dahulu kepada Melinda.
Melinda dan Suster Diana pun masuk ke dalam rumah, Suster Diana menyiapkan makanan untuk Melinda karena Melinda yang harus segera mengonsumsi obat.
Melinda duduk sambil menunggu Suster Diana, dia pun seketika saja mengingat kembali Elisa. Melinda merasa sangat merindukan Elisa dia pun berniat untuk bertemu dengan Elisa besok.
Melihat Suster Diana yang sudah membawakan makanan untuk nya, Melinda pun mengajak Suster Diana untuk pergi ke panti asuhan besok.
__ADS_1
"Suster Diana, aku sangat merindukan sekali Elisa bagaimana jika besok kita pergi ke pantai asuhan yaaa. Tapi sebelum kita pergi kita membelikan hadiah untuk mereka semua."
Suster Diana merasa tidak suka dengan Elisa, Elisa yang masih kecil tapi sudah bisa memanfaatkan kesempatan di saat dirinya di ajak jalan-jalan seperti waktu itu oleh Regina.
Tapi Suster Diana tidak bisa menolak permintaan Melinda.
"Baiklah Buu Besok kita ke pantai asuhan yaa, tapi sekarang ibu harus makan yang banyak yaa dan setelah itu ibu minum obat dan istirahat."
Melinda pun mengikuti apa yang di katakan oleh Suster Diana dia begitu sangat lahap sekali makan dan setelah itu dia pun langsung meminum obat yang sudah di sediakan oleh Suster Diana.
Melinda pun berjalan menuju ke kamar nya untuk beristirahat.
"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika Bu Melinda sampai jadi mengadopsi Elisa, aku tidak mau dia menggantikan posisi Putri Belinda."
Suster Diana pun memilih untuk masuk ke dalam kamar nya.
__ADS_1