
Keesokan harinya Ronny bersiap untuk pergi ke pantai asuhan bersama dengan Rizal, Ronny begitu sangat bersemangat sekali dia ingin segera memiliki Putri Belinda.
"Rizal, cepatlah kita pergi ke pantai asuhan sekarang juga."
Rizal melihat jam di handphone yang baru saja menunjukkan pukul 07:00.
"Ronny, lihat jam mungkin jam segini mereka baru bangun. Nanti saja jam 12 siang, Putri Belinda pasti bisa kau adopsi karena dia adalah anak kandung mu."
Ronny pun seketika dia langsung mengingat dia yang harus mempersiapkan berkas-berkas yang meyakinkan jika dirinya adalah ayah kandung Putri Belinda.
"Aku harus pergi ke rumah yang dulu, berkas-berkasnya pasti ada di sana."
Ronny pun segera pergi dan Rizal yang memilih untuk santai menunggu kedatangan Ronny dengan segala berkas-berkas nya.
"Putri Belinda, kamu akan segera mendapatkan kebahagiaan Nak. Om akan tunggu kamu di sini sayaaaaang."
__ADS_1
Ronny masuk ke dalam mobil nya dia menuju ke rumah tersebut, beruntung sekali rumah itu yang belum dia jual bahkan Ronny pun mencopot tulisan tersebut.
Ronny masuk ke dalam rumah dan dia mencari berkas-berkas tersebut akhirnya dia pun menemukan nya.
Ronny membawa akte kelahiran Putri Belinda dan foto-foto kebersamaan mereka berdua, Ronny begitu sangat berharap besar niat nya aku di permudah.
Ketika Ronny yang sedang menyiapkan untuk kemenangan nya mendapatkan Putri Belinda, Melinda harus di hadapkan dengan bisnis yang semakin menurun.
"Apa yang harus aku lakukan, setidaknya walaupun tidak meningkatkan tapi aku ingin sekali bisnis ku ini stabil seperti dulu."
"Ibu ke sini,? kenapa sebelum nya Mama tidak memberitahu aku Buu."
Regina pun duduk dan mereka berdua saling bertatapan wajah.
"Ibu tahu sekarang kamu yang sedang merasakan kesulitan dalam bisnis mu ini, dan Ibu datang ke sini ingin membantu kamu Melinda. Ibu tidak mungkin membiarkan kamu seperti ini, ibu tidak mau melihat kamu kesusahan."
__ADS_1
Melinda merasa sangat malu dia sampai menundukkan kepalanya di hadapan Ibu nya.
"Aku minta maaf Bu, aku yang sebenarnya merahasiakan ini karena aku tidak mau ibu merasa hawatir dengan aku."
Regina terdiam ketika mendengar perkataan Melinda.
"Aku melihat bisnis Ronny yang semakin meningkat tajam, dan bisnis ku yang menjadi seperti ini apa yang sebenarnya terjadi. Aku merasa sudah melakukan yang terbaik tapi aku merasa jika semuanya seperti di balik kan sekaligus. Padahal aku berniat untuk memberikan bisnis ini kepada Elisabeth jika nanti dia sudah besar karena namanya pun dari nama nya."
Regina harus bisa menerima kenyataan jika sekarang Elisabeth yang merupakan anak nya memang harus di berikan fasilitas untuk nya.
"Sekarang lebih kita bicarakan tentang bisnis yang sekarang, jangan membahas masa depan Elisabeth. Sekarang kita berpikir bagaimana cara nya untuk bisa membuat konsumen kembali ke toko kita."
Melihat Melinda yang sedang bersama dengan Ibunya, membuat Febrian memilih untuk tidak masuk ke dalam dia memilih menunggu pembicaraan mereka berdua selesai.
"Seperti kita harus membuat iklan di televisi, dan juga memperbanyak promosi di media sosial. Dan seperti varian aroma Parfume terbaru pun harus di tambah."
__ADS_1
Melinda pun mulai memikirkan rencana yang di usulkan oleh Ibu nya dia akan membuat iklan di televisi bersama dengan Elisabeth.