Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (148)


__ADS_3

Melinda terlihat sangat gugup sekali ketika dia masuk ke ruangan ibu panti asuhan, walaupun dia di temani oleh Dokter Robby dan Suster Diana.


"Selamat siang ibu panti, kedatangan saya ke sini saya ingin sekali bisa mengadopsi Elisa. Dan ini adalah Dokter Psikiater saya dia yang akan menjelaskan tentang kondisi saya sekarang."


Dokter Robby pun mulai menjelaskan kondisi Melinda.


"Jadi begini Bu, Melinda memang pernah mengalami despresi berat karena dia yang kehilangan anak nya. Tapi saya melihat suatu perubahan ketika Melinda yang bertemu dengan Elisa, Melinda merasa jika Elisa itu seperti Putri Belinda."


Ibu panti pun memperhatikan Melinda yang seketika langsung menundukkan kepalanya.


"Melinda tidak sepenuhnya merawat Elisa, karena akan di bantu oleh Suster Diana. Mungkin juga hari-hari Elisa akan lebih banyak bersama dengan Suster Diana bukan Melinda."


Melinda adalah salah satu yang sering berdonasi, dia juga selalu berprilaku baik kepada anak-anak panti asuhan.


"Jika kondisi Melinda kembali seperti semula saya akan mengambilkan Elisa kembali, saya tidak akan pernah memaksa Elisa untuk tinggal bersama dengan Melinda jika Melinda kembali seperti dulu."


Ibu panti asuhan pun akhirnya meminta untuk memanggil Elisa untuk datang ke ruangan nya.


"Dan jika Elisa merasa tidak nyaman pun saya juga akan mengembalikan Elisa kembali ke pantai asuhan ini."


Mata Melinda sampai berkaca-kaca ketika dia menunggu kedatangan Elisa, Elisa yang selalu saja mengurungkan dirinya karena banyak di bully oleh teman-temannya karena perlakuan sombong nya dia lebih memilih untuk diam di kamar.


Bahkan Elisa pun hanya keluar kamar di saat waktu nya makan saja, dia benar-benar merasa tidak nyaman dengan sikap teman-teman nya.


"Elisa sayaang buka pintu nya Nak, kamu di suruh ibu panti untuk datang ke ruangan nya."


Mendengar suara ketukan pintu dan juga perkataan agar dia segera pergi ke rumah ibu panti asuhan, Elissa pun langsung membuka pintu kamar nya.

__ADS_1


"Ada apa ibu panti memanggil ku, aku hanya diam saja di kamar tidak melakukan pelanggan."


Wajah Elisa terlihat sangat ketakutan sekali dan tangan mungil Elisa pun langsung di genggaman untuk menuju ke ruangan ibu panti asuhan.


Wajah Elisa yang begitu sangat sedih sekali, dia benar-benar merasakan ketakutan yang luar biasa. Sampai akhirnya Elisa membuka pintu dan dia melihat ada Melinda dia langsung menghampiri Melinda dan memeluk nya.


"Mommy Melinda, aku sangat merindukan sekali Mommy."


Melihat keakraban mereka berdua membuat ibu panti asuhan merasa sangat yakin jika Melinda adalah ibu yang baik untuk Elisa.


"Mommy juga sangat rindu kamu sayaaaaang."


Suster Diana hanya bisa terdiam saja di atas kebahagiaan Melinda dan Elisa.


"Elisa mulai sekarang kamu bisa tinggal bersama dengan Mommy Melinda, kamu akan di adopsi oleh Mommy Melinda."


"Mommy nggak bohong kan, aku mulai sekarang menjadi anak Mommy dan meninggalkan pantai asuhan ini?."


Melinda menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis melihat Elisa yang kelihatan sangat bergembira sekali.


"Selamat yaa Elisa, semoga kamu bahagia dengan orang tua mu yang baru. Sekarang masukkan barang-barang mu yaa dan ucapan selamat tinggal pada semua teman-teman yang ada di pantai asuhan ini."


Elisa pun tersenyum sinis ketika dia harus mengucapkan selamat tinggal kepada teman-teman nya dia begitu sangat bersemangat sekali.


"Elisa seperti nya kamu tidak perlu membawa pakaian kamu, kita beli saja yang baru yaa. Kamu cukup mengatakan salam perpisahan dengan teman-teman mu saja."


Elisa pun keluar dari ruangan tersebut dengan di temani oleh yang ada di pantai asuhan, semuanya pun mengikuti Elisa tapi tidak untuk Suster Diana yang memilih untuk menunggu di dalam mobil.

__ADS_1


Rizal melihat Suster Diana yang seperti sedang menangis setelah keluar dari pantai asuhan.


"Itu Suster Diana, kenapa dia menangis yaa. Apa yang sebenarnya terjadi di dalam. Ini sangat membuat ku semakin penasaran sekali."


Rizal yang memilih membuka jendela mobil nya saja dan memperhatikan Suster Diana.


"Kenapa hati ku begitu sakit ketika aku melihat Ibu Melinda yang begitu mudahnya sayang sekali dengan Elisa, kenapa aku merasa Putri Belinda itu masih ada."


Suster Diana menagis di sambil mengingat ketika dia yang sedang mengurus Putri Belinda.


"Sayaaaaang, Suster rindu kamu Nak. Kasih sayang Suster tidak akan pernah hilang hanya untuk kamu.


Rizal yang merasa sangat penasaran akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari mobil nya dan menghampiri Suster Diana.


"Ada yang sebenarnya terjadi kenapa kamu sampai menangis seperti ini,?"


Suster Diana begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Rizal yang bertanya kepada dirinya.


"Kamu,? kenapa kamu sampai ada di sini apakah kamu mengikuti kita semua."


Suster Diana memilih untuk mundur dia menjauhkan diri nya dari Rizal.


"Kamu tidak perlu takut, aku tidak akan pernah menyakiti mu.Tapi aku mohon jawaban lah kenapa kalian semuanya berada di pantai asuhan."


Suster Diana mengetahui jika kehadiran Rizal itu adalah perintah dari Ronny, dan Suster Diana memilih untuk jujur mengatakan semuanya.


"Ibu Melinda berniat untuk mengadopsi anak perempuan di pantai asuhan ini, dan sekarang anak perempuan tersebut akan menjadi anak nya Bu Melinda."

__ADS_1


Setelah memberitahu semuanya, Suster Diana pun memilih untuk langsung pergi meninggalkan Rizal, dan Rizal akhirnya bisa bernafas lega ketika dia mengetahui semuanya.


__ADS_2