
Kondisi Belinda mulai membaik pandangan mata Belinda tertuju pada jendela kamar nya, Belinda seperti melihat sebuah bayangan akan kecil seperti dirinya.
"Nak, kamu kenapa? apakah kamu baik-baik saja. Kenapa pandangan mata mu terfokus pada jendela itu."
Melinda sampai menghampiri jendela tersebut, dia sampai membuka gorden jendela itu.
"Tidak ada apa-apa di sini sayaaaaang."
Melinda kembali menghampiri Belinda.
"Yasudah kamu istirahat yaa, sebentar lagi Dokter akan datang untuk memeriksa kondisi kamu dan semoga saja kamu bisa pulang."
Belinda mengikuti apa yang di katakan oleh Mama nya, dia pun memejamkan mata nya.
Belinda berjalan menuju ke sebuah lorong yang sangat panjang, lorong tersebut begitu sangat gelap sekali tapi terlihat cahaya di ujung lorong tersebut.
Belinda terus saja berjalan hingga akhirnya dia pun sampai di depan cahaya yang sangat terang, dia melihat banyak sekali kelinci putih berlompatan.
Belinda merasa sangat senang sekali, dia bisa berlari-lari tidak merasakannya sakit di tubuh nya.
Belinda begitu sangat bahagia sekali dan dia melihat ada tebing tinggi di atas nya, Belinda begitu sangat serius sekali memandangi tebing tersebut sampai akhirnya dia seperti melihat sesuatu yang terjatuh dari tebing tinggi tersebut.
"Ahhhhhhhhh".
Teriak Belinda yang merasa ketakutan sekali ketika melihat seperti sosok manusia kecil yang di lemparkan dari tebing yang sangat tinggi.
Belinda pun terbangun dari mimpi buruk nya, dia sangat berkeringat sekali sampai membasahi tubuh nya.
Melinda melihat Belinda yang seperti sangat ketakutan sekali, dia pun langsung memeluk erat tubuh Belinda.
"Belinda sayaaaaang, kamu baik-baik saja kan?. Kamu kenapa Nak ? apakah kamu bermimpi buruk."
Belinda tidak menjawab pertanyaan dari Mama nya dia yang seperti sangat ketakutan sekali.
Sampai akhirnya Dokter pun datang untuk memeriksa kondisi Belinda, dan Belinda pun terlihat sangat gemetaran sekali.
__ADS_1
Belinda masih saja memeluk erat tubuh Mama nya, dia yang merasa sangat ketakutan sekali.
"Belinda sayaaaaang, ayo periksa dulu yaa sayaaaaang. Dokter ingin tahu kondisi badan kamu sekarang."
Dokter tersebut mencoba untuk melepaskan pelukan erat dari Belinda ke Mama nya.
Belinda pun demikian perlahan dia melepaskan pelukan erat nya.
"Tadi anak saya tidur sebentar dan terbangun seperti nya dia mimpi buruk, sehingga ketika dia bangun dia seperti sangat ketakutan sekali seperti itu."
Dokter pun tersenyum manis kepada Belinda.
"Coba ceritakan kepada Dokter tadi mimpi apa sayaaaaang, kenapa sampai gemetar seperti ini."
Belinda menggelengkan kepalanya berkali-kali dia tidak mau menceritakan semuanya kepada Mama dan Dokter.
"Yasudah, sekarang Belinda bisa pulang yaa. Istirahat yaa di rumah sayaaaaang."
Melinda sangat senang sekali ketika Belinda yang di persilahkan untuk bisa pulang hari ini.
Melinda mengeluarkan handphone nya dia berniat untuk menghubungi Suster Diana.
Beruntung Suster Diana yang sudah beres membersihkan kamar Belinda.
Handphone Suster Diana pun berdering kencang dan Suster Diana langsung menjawab panggilan telephone dari Melinda.
*Hallo Bu Melinda*
*Suster Diana, Belinda sekarang akan pulang. Kamu bisa ke rumah sakit untuk menjemput Belinda*
*Syukurlah, akhirnya Putri Belinda sudah bisa pulang. Baiklah Bu saya sekarang akan segera ke rumah sakit*
Suster Diana terlihat sangat bahagia sekali dia pun lebih keluar dari kamar tersebut, tapi ketika Suster Diana hendak membuka pintu kamar tiba-tiba saja.
*Brukkkkkkkkk*
__ADS_1
Terdengar suara yang jatuh, Suster Diana langsung membalikkan badannya dan ternyata buku merah yang terjatuh dan terbuka.
Suster Diana langsung menghampiri buku tersebut, dan sempat membaca isi bacaan dalam buku tersebut.
"Aku akan selalu bersama dengan mu, untuk membuat mu tidak kesepian."
Setelah membaca tulisan tersebut Suster Diana pun langsung menutup kembali buku merah tersebut dan menyimpan nya di pinggir bantal kesayangan Belinda.
Suster Diana mengabaikan tulisan pada buku tersebut dia pun harus cepat sampai ke Rumah Sakit.
Suster Diana pun di antar oleh supir pribadi, dia kelihatan sangat tidak sabar untuk bisa bertemu dengan Belinda.
Tapi ketika dirinya yang akan pergi, dia selalu mengingat jika Belinda yang selalu menanyakan buku merah tersebut.
"Pak, sebentar yaa ada yang lupa. Saya harus membawa buku merah kesayangan Putri Belinda di kamar nya."
Suster Diana pun langsung berlari kencang untuk mengambil buku tersebut, dan ketika dia mau keluar dari kamar itu dia seperti melihat ada seseorang di balik gorden jendela kamar.
Suster Diana merasa sangat penasaran sekali dia sampai membuka gorden jendela tersebut dan ternyata tidak ada apa-apa di sana.
"Mungkin ini hanya perasaan ku saja, aku harus secepatnya sampai di rumah sakit."
Suster Diana pun berlari menuju ke dalam mobil.
"Ayo Pak, cepatlah jalan."
Suster Diana memegang erat buku tersebut dia sampai memeluk nya, dia merasakannya sesuatu yang aneh ketika dia memegang buku tersebut.
"Aku tidak mengerti kenapa aku merasa ada sesuatu yang tidak bisa ku lihat tapi bisa ku rasakan, semoga saja ini harus perasaan ku saja."
Suster Diana memegang erat buku tersebut sampai akhirnya sampai di depan Rumah Sakit.
"Akhir kita sampai juga yaa, aku sangat merindukan sekali Putri Belinda."
Suster Diana pun berjalan menuju ke ruangan kamar nya tapi ternyata dia melihat Putri Belinda yang sedang duduk di kursi roda menunggu pembayaran administrasi.
__ADS_1