Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 23.


__ADS_3

Suster Diana merasakan perasaan yang tidak nyaman ketika dia masuk ke dalam mobil bersama dengan Belinda.


Belinda pun memperhatikan Suster Diana, dia seperti melihat Suster Diana yang ketakutan.


"Ada apa Suster,? apakah Suster baik-baik saja."


Suster Diana tidak mau memperlihatkan rasa tidak nyaman nya kepada Belinda.


"Tidak apa-apa sayang, Suster Diana hanya sedikit mual saja Ming karena tadi pagi sarapan nya sedikit."


Belinda pun terlihat sangat sensitif dan dia mencari buku merah nya.


"Buku merah ku, kenapa yaa. Kenapa aku tidak membawa nya. Apakah ada di dalam kamar yaa aku tidak mau buku merah ku hilang."


Belinda terlihat sangat panik sekali ketika mencari buku merah kesayangannya nya.


"Seperti nya ada di kamar sayang, di sebelah bantal bekas semalam belum Suster masukkan ke dalam rak buku."


Belinda bernafas lega dia sangat ketakutan sekali jika buku tersebut hilang.


Mereka berdua pun akhirnya sampai di rumah dengan selamat dan Suster Diana merasa lega sekali ketika sampai di rumah.


Perasaan tidak enak nya hanya khayalan nya saja, Suster Diana pun menurunkannya Belinda ke kursi roda dan tiba-tiba saja menginginkan Suster Diana memberhentikan roda nya.


"Jika keadaan ku yang sudah tidak bernyawa nanti maka baca kan cerita buku tersebut sampai selesai di depan ku, dan aku akan hidup lembaga."


Perkembangan Belinda yang begitu sangat misterius sekali membuat Suster Diana langsung memegang kedua pipinya.


Belinda terlihat seperti melamun dan tatapan mata yang kosong membuat Suster Diana merasa sangat ketakutan sekali.


"Putri Belinda, apa maksud perkataan mu tadi sayaaaaang siapa yang akan tidak bernyawa."

__ADS_1


Putri Belinda pun tiba-tiba saja langsung tidak sadarkan diri, dan membuat Suster Diana merasa sangat panik sekali.


Suster Diana langsung membawa Putri duyung ke rumah sakit dia yang terus-menerus menangis mendengar perkataan Belinda.


Suster Diana melihat wajah Putri Belinda yang sudah sangat pucat sekali dia memegang tangan nya yang sangat dingin.


"Aku tidak mau kehilangan nya, ini begitu sangat cepat sekali untuk ku. Berikan dia umur yang panjang agar dia bisa merasakan apa belum pernah dia rasakan."


Suster Diana terus saja memegang tangan mungil tersebut dan mencium nya hingga akhirnya Putri Belinda pun di bawa ke ruangan untuk di periksa.


"Apa yang sebenarnya terjadi apakah ini adalah sebuah misteri, aku tidak percaya dengan apa pun yang terjadi tapi kenapa Putri Belinda bisa sampai berbicara seperti itu."


Suster Diana sampai lupa untuk menghubungi Melinda, dia merasa sudah tidak perlu lagi karena Melinda yang pasti pulang tidak terlalu malam.


Suster Diana menunggu hasil pemeriksaan Dokter sambil memikirkan hal yang positif terhadap Putri Belinda.


***


Melinda pun langsung melemparkan barang-barang yang dia belikan untuk Belinda dia langsung berlari menuju ke mobil nya.


Tangan tiba-tiba saja bergetar ketika dia harus buru-buru pergi ke rumah sakit.


"Astaga, Belinda sayang kamu kenapa Nak. Mama tidak mau sampai kehilangan kamu sayang."


Melinda seperti hilang kesadaran dia mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali dia pun hampir saja menabrak tapi Melinda masih saja dengan kecepatan tinggi nya.


Sampai akhirnya Melinda sampai di rumah sakit dan mencari ruangan Belinda, Melinda melihat Suster Diana yang sedang menagis membuat nya semakin ketakutan sekali.


"Suster Diana bahwa dengan kondisi Belinda,? dia baik-baik saja kan. Belinda baik-baik saja kan."


Suster Diana seperti tidak bisa menceritakan apa yang dia dengar pada perkataan Belinda kepada nya.

__ADS_1


Dan akhirnya Dokter pun keluar dari ruangan tersebut.


"Putri Belinda, dia hanya pingsan saja jangan terlalu menghawatirkan yaa. Sekarang sudah sadarkan diri dan bisa di lihat."


Melinda dan Suster Diana pun masuk ke dalam secara bersamaan, Suster Diana melihat wajah Belinda yang berbeda tidak seperti pada saat dia bicara kepada nya.


"Suster Diana, kenapa melihat ku seperti itu yaa."


Bahkan Suster Diana pun baru menyadari jika suara Belinda yang berbeda juga, Suster Diana mengingat jika pada saat Belinda berbicara tadi bersama nya terlihat tatapan mata Belinda yang kosong dan suara yang bergetar tapi Suster Diana tidak mau membahas nya karena ini tidak seperti nyata.


"Belinda sayang maafkan Mama yaa, semua gara-gara Mama kamu jadi seperti ini sayang. Kamu kecapean yaa sayang."


Suster Diana memegang tangan Belinda, dia merasa suhu tubuh Belinda yang normal tapi pada saat Belinda pingsan seperti es batu dinginnya.


Melihat tingkah laku Suster Diana yang aneh, Melinda pun langsung bertanya kepada nya.


"Kamu kenapa aneh sekali sikap nya kepada Belinda, dan wajah kamu seperti menyimpan sesuatu yang terjadi."


Suster Diana merasa bingung dia harus berbicara apa kepada Melinda tapi dia pun mencoba untuk menjelaskan kepada Melinda.


"Sebelum Belinda pingsan saya seperti melihat bukan Belinda, saya tidak tahu bagaimana menjelaskan nya tapi itu yang saya rasakan dan pada saat Belinda pingsan tangan nya begitu sangat dingin sekali seperti seseorang yang sudah tidak bernyawa tapi sekarang aku pegang normal."


Melinda pun merasa percaya dan tidak percaya dengan perkataan Suster Diana tapi dari tatapan wajah nya yang sangat serius sekali.


"Suster Diana, mungkin itu hanya halusinasi saja yaa. Tapi jika itu kenyataan semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan Belinda yaa semoga semuanya baik-baik saja yaa sayang."


Seketika Suster Diana merasa ingin tahu tentang profil penulis buku merah tersebut, karena setiap dia menyentuh buku tersebut tangan nya selalu bergetar hebat seperti berat untuk membuka setiap lembaran cerita tersebut.


Suster Diana pun memilih untuk keluar dari ruangan tersebut dan membiarkan Belinda bersama dengan Mama nya.


"Astaga, aku tidak sedang berhalusinasi tinggi aku yakin perkataan itu keluar dari mulut Belinda tapi bukan Belinda yang bicara dan lalu siapa yaa. Diana jangan sampai kamu despresi hanya untuk memikirkan hal seperti ini.

__ADS_1


Suster Diana memilih untuk mencari minuman hangat agar dirinya bisa tenang.


__ADS_2