
Ronny membuka pintu kamar tersebut dia langsung berjalan menuju ke kamar mandi seperti yang di ceritakan oleh Suster Diana.
"Kenapa parfume ini begitu sangat menyengat sekali, seperti nya botol Parfume ini pecah."
Ronny langsung membuka pintu kamar tersebut dia melihat banyak nya pecahan kaca di lantai.
"Kaca ini sangat kuat dan tebal sekali, kenapa bisa sampai pecah seperti ini yaa."
Ronny pun mencoba untuk membereskan nya tapi tiba-tiba dia seperti mendengar suara hentakan kaki yang sedang berlarian di kamar.
"Astaga, sangat jelas sekali hentakan kaki tersebut seperti anak kecil yang sedang berlarian ke sana ke mari."
Ronny mencoba untuk fokus membersihkan pecahan kaca-kaca tersebut dan tangan tiba-tiba saja tertusuk kaca.
"Ahhhhhhhhh, kenapa harus seperti ini."
Ronny pun mencoba untuk membersihkan darah yang ada di tangan nya, tapi ketika Ronny menekan tombol air untuk mencuci lukanya.
__ADS_1
Darah segar yang keluar seperti semakin mengalir deras di lantai dan membuat lantai tersebut penuh dengan darah yang segar.
Ronny pun langsung mematikan air tersebut dia begitu sangat terkejut sekali luka yang hanya sedikit tapi kenapa sampai bisa mengeluarkan darah yang sangat banyak sekali.
"Ini sangat tidak masuk di akal, aku bisa despresi jika terus berada di dalam kamar mandi ini."
Kamar mandi itu pun menjadi bau darah segar dan membuat Ronny tidak tahan untuk berlama-lama berada di dalam kamar mandi tersebut.
Ronny pun mencoba untuk keluar dari kamar mandi tersebut tapi jejak kaki Ronny yang berwarna merah dan sangat mengerikan sekali.
Ronny mencoba untuk mencari kain untuk mengelap jejak kaki nya tersebut, dan dia pun seperti melihat sebuah rambut panjang yang tergerai di lantai.
Melinda melihat wajah Ronny yang penuh dengan keringat.
"Apa yang sudah kamu lakukan di dalam kamar Putri Belinda,? sampai kamu berkeringat seperti itu? apakah kamu sudah membersihkan pecahan kaca-kaca tersebut?."
Melinda menghampiri Ronny yang seperti kelihatan sangat ketakutan sekali.
__ADS_1
"Pecahan kaca-kaca yang sangat banyak sekali sehingga menimbulkan luka di tangan ku. Lebih baik kamu cari pelayan saja yang membersihkan nya."
Ronny pun seketika langsung pergi keluar dari rumah nya, dia pun mengabaikan kehadiran orang tua Melinda.
"Biarkan aku saja yang membersihkan nya."
Melihat Melinda masuk ke dalam kamar, Suster Diana pun ikut masuk untuk menemani Melinda.
"Bu, biar saya bantu juga yaa. Maafkan tadi sikap saya yang sangat ketakutan sekali."
Melinda pun hanya terdiam saja ketika Suster Diana yang ikut bersama dengan dirinya.
Melinda membuka gorden jendela kamar tersebut dan juga membuka jendela nya agar udara bisa masuk dan kamar lebih terasa segar.
Tidak seperti sebelumnya Suster Diana yang mencium aroma Parfume yang sering di gunakan oleh Putri Belinda.
Ketika Melinda membuka pintu kamar mandi tersebut, dia melihat pecahan kaca-kaca yang di atas nya seperti di tetesi oleh darah segar.
__ADS_1
"Apakah Ronny sengaja melakukan hal seperti ini,? seperti mistis saja dia meneteskan tetesan darah nya dia atas pecahan kaca-kaca."
Melinda pun langsung membersihkan nya dan dia masukkan pecahan kaca-kaca tersebut ke dalam kantong plastik.