
*** Keesokan harinya ***
Melinda harus bisa profesional dia harus tetep bekerja dan melupakan mimpi tersebut, walaupun dia merasa sangat berat sekali jika harus melupakan mimpi buruknya.
Elisabeth sudah ada di ruang makan dia menunggu kedatangan Mommy nya.
"Apakah Mommy akan berkerja hari ini,? setelah semalam mimpi buruk."
Suster Diana pun membalikkan badannya dia tertuju pada pintu kamar Melinda, tapi ternyata Melinda keluar dari kamar nya dia sudah cantik dan siap untuk berkerja. Suster Diana merasa sangat tenang sekali ketika melihat Melinda yang sudah bisa bangkit dari mimpi buruk nya.
"Selamat pagi Mommy, ohhhh Mommy cantik sekali hari ini."
Melinda pun tersenyum manis kepada Elisabeth.
"Terimakasih banyak sayaaaaang."
Suster Diana memberikan segelas susu hangat untuk Elisabeth.
"Mommy besok itu hari minggu seperti yang sudah kita rencanakan, kita pergi ke pantai asuhan untuk memberikan produk Parfume terbaru kita dan Suster Diana juga ingin memberikan sesuatu untuk Merry."
Suster Diana merasa sangat malu ketika Elisabeth harus mengatakan nya di depan Melinda.
"Wah, seperti nya kamu merasa tertarik dengan Merry yaa."
Suster Diana hanya bisa tersenyum dia tidak bisa menjawab nya karena Suster Diana tidak mengerti kenapa dia yang seperti mempunyai ikatan batin yang kuat dengan Merry.
Elisabeth selesai makan dia pun mulai bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, Elisabeth memakai sepatu dan tas baru nya yang bermerek.
"Mommy aku pergi ke sekolah yaa, Mommy selalu semangat yaa bekerja nya jangan memikirkan mimpi buruk semalam."
Melinda merasa di berikan semangat kembali untuk bisa beraktivitas kembali.
"Terimakasih banyak sayaaaaang."
Elisabeth bersalaman dan dia pun langsung pergi masuk ke dalam mobil nya. Melinda mencoba untuk menenangkan pikiran dan dia pun langsung pergi ke kantor.
Melinda masuk ke dalam mobil nya, dia terus saja memikirkan Putri Belinda.
__ADS_1
"Lebih baik sekarang aku datang ke makam Putri Belinda, aku ingin meminta maaf kepada nya."
Melinda bahkan berniat untuk merenovasi makam Putri Belinda.
"Aku ingin merenovasi makam Putri Belinda, di buat seperti kaca agar aku bisa menyimpan barang-barang milik nya di dalam."
Melinda pun datang dengan bucket bunga di tangan nya, Melinda melihat ada taburan mawar merah yang masih sangat segar.
"Apakah sebelum nya Ronny datang ke sini, karena tidak ada orang lain yang datang ke sini."
Melinda membersihkan makam Putri Belinda, dia pun tersenyum manis sambil mengusap batu nisan nya.
"Sayaaaaang, kenapa kamu datang di mimpi Mama sebagai orang yang jahat. Elisabeth itu dia seperti penyemangat untuk Mama tapi tetap saja kamu adalah anak kandung Mama.
Melinda menyimpan bucket bunga nya, dia pun tersenyum manis menahan rasa rindu nya kepada Putri Belinda.
"Mama rindu kamu Nak, Mama ingin memeluk erat tubuh mu sayaaaaang. Mama pergi dulu yaa sayaaaaang, Mama harus berkerja dulu."
Melinda pun pergi meninggalkan makam Putri Belinda, dia terus berjalan Melinda tidak menyadari ternyata ada keluarga dari orang tua yang menjadi korban tersebut yang di kuburkan dengan nama Putri Belinda.
"Kasihan sekali aku melihat nya, padahal anak yang masih hidup. Aku memasukkan anak nya ke pantai asuhan karena aku tidak bisa membiayai pengobatan nya."
Melinda meneruskan perjalanan nya menuju ke kantor nya, dia merasa lebih membaik setelah berada di makam Putri Belinda.
"Maafkan Mama yaa sayang."
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya Melinda pun sampai di kantor nya, dia melihat toko nya tidak seperti biasanya. Pengunjung toko yang tidak berkurang.
"Apakah ini hanya perasaan ku saja, pengunjung toko yang seperti berkurang tidak seperti biasa nya."
Melinda pun turun dari mobil nya, dia pun masuk ke dalam toko nya dan menghampiri salah satu kasir.
"Aku merasa konsumen kita yang tidak seperti biasa nya, Pengunjung kita berkurang."
Kasir tersebut tidak berani bilang kepada Melinda jika pada konsumen merasa sangat kecewa karena Melinda yang menganti nama produk Parfume nya.
"Iya Bu, seperti mereka ingin melihat peluncuran produk Parfume baru di Romeo Parfume Bu. Ada informasi yang saya ketahui jika Romeo Parfume juga akan Menganti nama Parfume mereka."
__ADS_1
Melinda pun langsung pergi untuk bertemu dengan Febrian dan mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
Melinda masuk ke dalam ruangan Febrian, Febrian yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya.
"Apakah benar Ronny akan Menganti nama Parfume nya,? dia akan Menganti dengan nama apa."
Febrian menghentikan pekerjaannya dia fokus dulu dengan Melinda.
"Saya kurang tahu Bu, akan di gantikan dengan nama apa tapi peresmian nya nanti siang."
Melinda pun merasa sangat penasaran sekali nama apa yang akan di gantikan oleh Febrian.
"Seperti Ronny begitu sangat membenci ku, ketika aku mengganti nama Parfume Belinda menjadi Elisabeth Parfume."
Bukan hanya Ronny, Febrian sendiri pun merasa sangat kecewa sekali dengan keputusan Melinda tapi Febrian yang lebih memilih untuk diam.
"Febrian semalam aku mimpi buruk sekali, aku bertemu dengan Putri Belinda tapi dia dengan sadis menusuk Elisabeth di depan mata ku dengan sangat tragis sekali."
Febrian pun begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar cerita mimpi Melinda dia merasa jika Putri Belinda memang tidak suka dengan kehadiran Elisabeth.
"Apakah mimpi itu pertanda akan terjadi sesuatu dengan Elisabeth, nyawa Elisabeth sedang di incar oleh orang lain."
Febrian dengan lantang nya dia berbicara seperti itu di depan Melinda.
"Tidak, itu tidak boleh terjadi. Elisabeth harus aku lindungi aku tidak mau kehilangan lagi anak perempuan ku."
Melinda begitu sangat ketakutan sekali mata dia sampai berkaca-kaca ketika mendengar perkataan Febrian.
"Sudahlah bu Melinda, saya rasa Putri Belinda itu merasa jika Ibu Melinda sudah melupakan nya. Padahal Putri Belinda baru dua bulan meninggal dunia seperti nya Putri Belinda merasa cemburu melihat keakraban kalian berdua."
Febrian pun memilih untuk kembali berkerja dia merasa malas menanggapi permasalahan Elisabeth.
"Yasudah maafkan aku yang sudah menggangu waktu kerja mu."
Melinda pun kembali ke ruangan nya, dia memikirkan perkataan Febrian.
"Apa yang di katakan oleh Febrian ada benarnya juga, seperti nya ada yang tidak suka dengan kehadiran Elisabeth. Dan aku merasa jika orang itu adalah Ronny, Ronny yang akan membunuh Elisabeth."
__ADS_1
Melinda pun sampai memegang kepala nya, dia begitu sangat menghawatirkan Elisabeth. Melinda mengeluarkan handphone dia sampai mengirimkan pesan kepada Suster Diana.
*Jaga baik-baik Elisabeth, aku sangat menghawatirkan nya. Setelah aku bermimpi Putri Belinda yang menusuk Elisabeth dengan pisau sampai tidak bernyawa*