
Keesokan harinya, Suster Diana masih tidur dia sambil memegang handphone dan Elisabeth yang sudah mandi dia berniat untuk pamitan dengan Suster Diana.
Elisabeth pun mencoba untuk mengetuk pintu kamar Suster Diana yang ternyata terkunci.
"Seperti nya Suster Diana masih tidur ya, yasudah biarkan saja dia beristirahat."
Elisabeth pun kembali menghampiri Mommy Melinda.
"Ada apa sayaaaaang,? kenapa kamu berlari-lari seperti itu?."
Elisabeth duduk di sebelah Mommy Melinda yang sedang sibuk membuat bekal makanan untuk mereka bawa ke tempat yang akan mereka berdua datangi.
"Tadi aku ingin berpamitan dengan Suster Diana tapi ternyata Suster Diana yang masih tidur dan pintu nya pun terkunci."
Mommy Melinda memasukkan semuanya ke dalam tas yang besar.
"Sudah biarkan saja, mungkin Suster Diana merasa capek dia juga harus beristirahat karena aktifitas nya setiap hari yang tiada henti."
Mommy Melinda dan juga Elisabeth bersiap-siap untuk pergi tapi mereka melihat kedatangan Omah Regina.
Elisabeth pun langsung memasang wajah malas ketika bertemu dengan Omah Regina.
__ADS_1
"Kalian berdua mau pergi ya,? lalu di mana Suster Diana sekarang. Ibu ingin mengajak nya jalan-jalannya."
Omah Regina memandangi wajah Elisabeth.
"Suster Diana masih tidur Bu, aku dan Elisabeth pergi dulu yaa Buu."
Mommy Melinda dan Elisabeth bersalaman dengan Omah Regina dan mereka berdua pun langsung pergi karena Elisabeth yang sudah tidak sabar ingin piknik bersama dengan Mlm nya.
Regina pun berjalan menuju ke kamar Suster Diana dia mengetuk pintu kamar Suster Diana berkali-kali tapi tidak ada jawaban nya.
"Seperti nya Suster Diana menunggu balasan pesan dari ku sehingga dia sampai tidur malam."
"Astaga jam berapa ini yaa, dan siapa yang menelephone aku ini."
Dengan pandangan mata yang masih buram Suster Diana melihat panggilan telephone yang masuk adalah dari Regiina.
"Bu Regina ternyata."
Dengan cepat Suster Diana pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.
*Hallo Ibu Regina*
__ADS_1
*Suster Diana, saya sudah ada di depan pintu kamar kamu. Tadi saya mencoba untuk mengetuk pintu berkali-kali tidak ada jawaban nya, saya tunggu di ruangan tamu yaa dan kita langsung pergi untuk menemui Putri Belinda*
*Baiklah Bu saya akan segera bersiap-siap*
"Akhirnya aku bisa bertemu dengan Putri Belinda, aku harus cepat-cepat ini."
Regina pun menunggu di ruangan tamu dan Suster Diana begitu sangat bersemangat sekali.
Elisabeth mencurigai jika Suster Diana yang akan bertemu dengan Putri Belinda, karena dia pergi bersama dengan Omah Regina.
"Aku tidak mau jika Putri Belinda sampai dekat dengan Suster Diana, dia adalah Suster ku. Putri Belinda tidak boleh mengambil perhatian."
Ucap Elisabeth di dalam hati nya dengan wajah yang kelihatan sangat kesal sekali.
"Sayang kamu kenapa seperti orang yang kesal seperti itu,? apa yang sedang kamu pikirkan sayaaaaang. Sekarang kita akan pergi piknik di taman bermain anak-anak seharusnya kamu bahagia dong sayaaaaang."
Elisabeth pun langsung tersenyum kepada Mommy Melinda, dia tidak mau Mommy Melinda sampai mengetahui apa yang sedang dia pikirkan sekarang.
"Aku merasa sedih Mommy yang akan meninggal kan aku selama tiga hari ke luar kota. Lalu bagaimana dengan aku Mommy, aku takut Omah Regina jahat dengan aku."
Pikiran Elisabeth yang selalu negatif terhadap Omah Regina membuat Mommy Melinda merasa sedikit kecewa.
__ADS_1