
Suster Diana membereskan barang-barang yang ada di dalam kamar Putri Belinda, dia akan menyimpan nya ke gudang.
"Putri Belinda yang tidak akan pernah kembali lagi, lebih baik aku simpan semua barang-barang nya ke gudang. Aku sudah tidak mau lagi seperti ini, ini sudah mempermainkan pikiran ku."
Melihat Melinda yang sudah tidur terbaring di tempat tidur, Suster Diana pun memasukkan semua nya termasuk buku-buku cerita milik Putri Belinda.
"Buku merah itu, aku merasa semua menjadi seperti ini karena buku merah itu. Aku selalu berhalusinasi karena buku merah itu."
Suster Diana pun mengambil buku merah itu dia akan memasukkan nya ke dalam kardus.
"Maafkan aku yang tidak bisa membaca mu sampai habis, karena Putri Belinda yang menginginkan mu sedangkan aku sebenarnya tidak mau untuk membeli mu."
Ketika Suster Diana memasukkan buku tersebut ke dalam kardus, tiba-tiba saja terdengar suara anak kecil yang sedang menangis di kamar mandi.
Suster Diana pun lagi-lagi merasakan hal tersebut, dia seperti berhalusinasi tetapi dia merasa suara itu sangat nyata sekali.
__ADS_1
Suster Diana memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar mandi, dia membuka pintu depan tangan yang bergetar dan dia tidak menemukan siapa pun di dalam kamar mandi tersebut.
"Tidak ada siapapun di dalam kamar mandi ini, seperti nya aku yang di permainan saja."
Suster Diana hendak menutup kembali pintu kamar mandi tersebut tapi dia seperti melihat tulisan di kaca kamar mandi.
Suster Diana langsung membaca tulisan tersebut.
*Tolong akuuuuuuu, temukan aku segera maka aku tidak akan pernah berada di sisi mu*
"Aku harus menemukan siapa,? siapa yang harus aku cari. Apakah aku harus mencari Putri Belinda, tapi bukan kah Putri Belinda yang sudah di makam kan dengan sangat kaya."
Suster Diana pun keluar dari kamar mandi tersebut, dia masih merasa bergetar di bagian tangan nya.
Suster Diana pun kembali ke kamar Putri Belinda, buku merah yang sudah dia masukkan ke dalam kardus tiba-tiba dia berada di lantai dan membuka halaman sendiri.
__ADS_1
"Kenapa lagi ini, apakah aku yang harus membaca kembali halaman buku tersebut."
Suster Diana kembali mengambil buku tersebut dan dia pun membaca nya.
"Sebuah gedung tua yang sudah banyak memakan banyak korban, aku melakukan nya karena aku yang tidak mau sendirian."
Suster Diana menutup rapat kembali buku merah tersebut dan dia merasa jika ini seperti sebuah petunjuk untuk nya.
"Gedung tua mana yang di maksud,??? apakah gedung tua yang sekarang di pakai oleh Bapak Ronny untuk bisnis Parfume nya. Lalu apa maksud dengan banyak nya korban."
Suster Diana duduk terdiam sambil memikirkan sesuatu yang terjadi, dia pun mengingat kembali ketika gedung yang di pakai oleh Ronny yang di datangi oleh banyak polisi.
"Ya benar, gedung yang di maksud itu adalah gedung yang sekarang di pakai oleh Pak Ronny. Tapi kan ini kejadian baru lama bagaimana mungkin bisa tertulis pada buku yang terbitan nya sudah sangat lama sekali seperti ini."
Suster Diana pun mulai berpikir kembali dia yang seperti sedang di permainkan oleh makhluk halus.
__ADS_1