Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (129)


__ADS_3

Ronny menatap wajah Melinda ketika Melinda yang sudah berkata seperti itu tentang gedung nya.


"Jaga ucapan kamu yaa Melinda, jangan kamu menjelekkan tentang gedung ku ini. Tidak ada apa-apa di dalam nya. Jika terjadi kecelakaan itu memang sudah takdir nya."


Suasana semakin memanas dan Ferdian pun lebih memilih Melinda untuk tidak berdekatan dengan Ronny karena mereka berdua yang sudah terbawa emosi.


"Sebenarnya kedatangan Pak Ronny ke sini untuk apa yaa,? jika untuk bertengkar saja lebih baik kembali saja ke toko milik Pak Ronny."


Ferdian merasa sangat kasihan sekali melihat Melinda yang seperti sedang menahan emosi nya.


"Bapak tau kan jika istri bapak ini menderita depresi,? dan despresi itu datang ketika Bu Melinda melihat wajah kalian berdua."


Melinda pun mulai memberanikan diri untuk bicara langsung di depan Ronny dan Rizal.


"Aku melihat wajah kalian berdua itu seperti wajah orang yang sangat jahat, bahkan aku merasa diantara kalian berdua yang membuat Putri Belinda meniggal dunia."

__ADS_1


Wajah Rizal kelihatan sangat panik sekali dan dia pun mencoba untuk menarik tangan Ronny agar segera pergi dari tempat tersebut.


"Aku adalah Papa kandung Putri Belinda, bisa-bisa kamu berpikir sejahat itu kepada ku Melinda. Kamu benar-benar sudah tidak seperti Melinda yang dulu."


Melinda pun tersenyum tipis sambil memandangi wajah Ronny.


"Sudah cukup yaa Ronny, kamu mengambil alih bisnis di saat kondisi ku yang sedang despresi. Dan kamu dengan tega Menganti nama Parfume kita tapi ternyata nama Romeo Parfume itu hanya membuat banyak pengeluaran dari pada pemasukkan. Kamu bodoh Ronny sangat bodoh."


Karena melihat mereka berdua yang tidak juga keluar dari ruangan nya, Melinda menarik tangan Febrian untuk keluar dari ruangan nya.


"Ronny, bagaimana ini. Melinda kenapa dia mencurigai kita berdua, ini sangat bahaya sekali dia pasti sekarang sedang mencari bukti. Ronny aku tidak mau masuk penjara yaa."


Rizal yang merasa sangat ketakutan sekali.


"Berhenti berbicara seperti itu Rizal, jangan membuat malu diri sendiri. Melinda yang hanya asal berbicara saja, dia hanya mencurigai tapi cctv sudah tidak ada."

__ADS_1


Ronny dan Rizal pun memilih untuk keluar dari ruangan Melinda dan ketika mereka berdua turun tangga semua mata tertuju pada mereka berdua.


Melinda dan Febrian sampai tersenyum manis melihat mereka berdua.


"Lihatlah suami ku yang tidak mempunyai perasaan puas dengan apa yang sudah dia lakukan kepada ku, sekarang dia datang ke toko yang sudah aku bayar untuk apa? kedatangan mereka berdua yang sungguh tidak jelas sekali."


Ronny dan Rizal merasa sudah di permalukan oleh Melinda mereka benar-benar merasa sangat malu sekali sampai langsung berlari ke luar menuju ke mobil nya masing-masing.


"Melinda dia yang begitu sangat tega sekali terhadap ku, lihat saja aku akan membalas dendam kepada mu Melinda. Apa yang kamu lakukan akan kamu rasakan kembali kamu yang akan mengalami kebangkrutan bukan aku."


Ronny yang begitu sangat marah sekali dengan Melinda membuat Rizal merasa ketakutan dengan apa yang akan di lakukan oleh Ronny kepada Melinda.


"Apakah Ronny akan membunuh Melinda seperti yang sudah dia lakukan kepada Putri Belinda, Astaga Ronny dia tidak menyadari jika apa yang di katakan oleh Melinda itu benar adanya."


Rizal memilih untuk diam di depan toko Belinda Parfume, karena jika dia pulang itu hanya membuat keributan untuk mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2