
Perjalanan menuju ke rumah Melinda, mereka pun melewati toko milik Ronny. Melinda begitu sangat fokus sekali memandangi toko tersebut.
"Toko yang penuh dengan arwah-arwah penasaran, toko yang dulu nya adalah sebuah gedung tua yang penuh dengan kisah menyeramkan memang sangat cocok untuk ke dua lelaki yang tidak mempunyai perasaan terhadap manusia."
Ucapan Melinda membuat Dokter Robby seketika terkejut mendengar nya, Dokter yang merasa jika Melinda yang mengetahui semuanya.
"Kamu tahu dari mana Melinda tentang semua ini,? sampai kamu mengetahui jika di toko tersebut yang penuh dengan arwah-arwah penasaran."
Melinda merasa tidak bisa menjelaskan semuanya kepada Dokter Robby, jika di awal dia despresi dia yang sering di ganggu oleh arwah anak kecil perempuan yang dia tidak tahu asal usul nya.
"Sudahlah tidak harus di bahas lagi karena aku merasa semuanya yang akan terungkap dalam akhir dari perjuangan Ronny untuk mempertahankan toko nya itu."
Mereka pun akhirnya sampai dan di kejutkan dengan tulisan rumah yang akan di jual, Melinda merasa sangat emosional sekali dia pun langsung keluar dari mobil nya.
"Ronny sudah tidak normal, untuk apa dia sampai menjual rumah ini."
__ADS_1
Suster Diana menghampiri Melinda dia melihat jelas jelas tulisan tersebut.
"Pak Ronny benar-benar sudah kehilangan akal, setelah enam toko dan sekarang rumah pun akan dia jual juga."
Dokter Robby memegang tangan Melinda yang kelihatan sangat bergetar sekali, Melinda pun memilih untuk mengeluarkan handphone yang ada di tas nya.
Melinda berniat untuk menelephone Ronny. Ronny yang sedang bersama dengan Rizal mereka yang masih merasa sesak dengan kejadian misterius terjadi merasa sangat terkejut ketika handphone Ronny yang berdering kencang.
"Melinda, dia bisa menelephone ku. Apakah dia sudah kembali normal seperti biasa."
*Hallo Melinda ada apa kamu menelephone ku*
*Ronny, apakah kamu benar-benar sangat miskin sekali. Sampai kamu harus menjual rumah setelah kamu menjual ke enam toko*
*Aku menjualnya karena kamu yang sudah tidak mau tinggal di rumah itu, lebih baik aku jual saja*
__ADS_1
*Seperti itu kah pemikirannya mu Ronny, seperti kamu memang tidak pintar untuk berbisnis. Kamu yang sudah mengeluarkan uang banyak tapi masih diam di tempat*
*Jaga ucapan mu Melinda, lihat saja usaha bisnis ku akan lebih maju dari mu*
Merasa sangat emosional sekali dengan Melinda, Ronny pun memilih untuk mengakhiri panggilan telephone.
"Melinda dia benar-benar merendahkan ku, dia pikir usaha bisnis ku ini akan bangkrut tapi tidak semudah itu. Aku ingin selalu berusaha untuk bisa menjadi pembisnis sukses."
Rizal yang berada di samping Ronny dia merasa tidak yakin dengan perkataan Rizal, bahkan Rizal dia merasa sudah sangat risih sekali untuk bisa berkerja sama dengan Ronny.
Rizal yang harus selalu berhadapan dengan mahluk halus bukan manusia.
"Aku akan menunggu kedatangan Irene, aku ingin sekali mengetahui ada apa saja di dalam gedung ini yang sangat menyeramkan sekali."
Rizal meninggalkan Ronny dia lebih memilih untuk kembali ke lantai dasar yang banyak orang dari pada harus diam di tempat yang sepi dan kosong seperti memangil mahluk halus untuk menemani nya.
__ADS_1
Melinda pun langsung mencopot tulisan yang ada di depan gerbang rumah nya tersebut dan merobeknya dengan penuh emosional.