
...*Keesokan harinya*...
Regina menghampiri Suster Diana, dia yang memutuskan agar Melinda tidak ikut bersama dengan nya untuk peresmian pembukaan toko nya.
"Suster Diana, ini masih jam 6 pagi dan Melinda belum bangun saya dan suami saya ingin pergi sekarang juga karena membawa Melinda hanya membuat hanya membuat dia semakin tidak bisa mengendalikan emosi nya."
Regina dan suami nya pun lebih pergi bersama dengan suami nya dia tidak mau melihat Melinda yang sudah bangun.
"Semoga saja semuanya berjalan dengan lancar tidak ada kendala agar Belinda Parfume kembali seperti dulu lagi dan Bu Melinda yang menguasai semua nya."
Suster Diana masuk ke dalam kamar Melinda, ternyata Melinda yang benar-benar masih tidur dia pun menyiapkan makanan dan obat untuk di konsumsi Melinda.
Handphone Suster Diana bergetar dan ternyata itu adalah pesan masuk dari Dokter Robby.
*Suster Diana, nanti sekitar jam 8 saya akan datang untuk melihat kondisi Melinda*
__ADS_1
*Baiklah Dokter Robby, Bu Melinda sekarang kembali seperti dulu lagi. Dia bahkan akan melakukan hak yang sangat membahayakan nyawa orang lain*
*Iya saya akan ke sana*
Suster Diana memasukkan kembali handphone nya dan dia pun membuka jendela kamar agar udara masuk.
Melinda pun terbangun dari tidurnya ketika Suster Diana membuka jendela nya, dan dia pun duduk sambil memegang kepalanya.
"Apa yang sebenarnya terjadi kenapa badan ku ini sangat sakit sekali yaa, aku merasa sudah terjadi sesuatu dengan ku."
"Bu Melinda semalam banyak berteriak-teriak, Bu Melinda juga tidak bisa mengendalikan emosi Ibu. Sehingga Bu Melinda pasti merasakan sakit di bagian tubuh Bu Melinda."
Melinda terdiam dan mencoba untuk mengingat semuanya, rasa dendam yang begitu sangat kuat sekali yang Melinda rasakan kepada Ronny dan Rizal.
"Yaa, aku menyimpan perasaan dendam kepada Ronny dan Rizal. Aku menyadari nya sekarang dan aku masih merasakan rasa sakit yang luar biasa terhadap mereka berdua."
__ADS_1
Melinda melihat foto Putri Belinda, dia pun langsung mengambil foto tersebut dan memandangi nya.
"Saya jika memang penyebab kematian itu karena Papa kandung mu sendiri, maka Mama tidak akan pernah bisa diam. Mama pasti akan membalas dendam mu itu Nak."
Melinda memeluk erat foto besar Putri Belinda, dia pun membayangkan bisa memeluk kembali Putri Belinda walaupun itu hanya dalam mimpi nya.
"Bu, nanti sekitar jam 8 Dokter Robby akan datang ke sini dia ingin bertemu dengan Ibu. Dan ibu bisa banyak bercerita dengan Dokter Robby."
Melinda hanya tersenyum tipis dia seketika saja mengingat jika hari ini orang tua nya akan mengadakan peresmian pembukaan toko-toko nya.
"Suster Diana, di mana Ibu dan Ayah apakah mereka berdua sudah pergi untuk peresmian toko yang baru?."
Suster Diana merasa binggung dia harus menjawab apa, apakah dia harus menjawab jujur dia takut Melinda yang menginginkan untuk pergi ke sana sedangkan kondisi Melinda yang belum stabil.
"Hmmm, mereka sudah pergi Bu. Karena melihat ibu yang masih beristirahat jadi mereka berdua memilih untuk pergi tidak mau menganggu ibu yang sedang istirahat pulas sekali."
__ADS_1
Melinda yang sangat menginginkan untuk datang ke acara peresmian pembukaan toko tapi dia juga sadar dengan kondisi nya.