
Ketika Elisabeth yang sedang memikirkan rencana jahatnya, Putri Belinda begitu sangat bahagia sekali ketika dia yang bisa menyapa para pengunjung yang ada di toko nya.
Para konsumen dan pegawai mereka yang hanya merasa jika banyak kemiripan dengan Putri Belinda, mereka tidak mengetahui jika memang anak kecil perempuan yang ada di hadapannya itu adalah Putri Belinda.
"Papa, aku ingin ice cream Pap."
Putri Belinda meminta di belikan ice cream dan Rizal pun langsung menghampiri Putri Belinda.
"Kita beli ice sambil membeli barang-barang untuk Putri Belinda juga yaa, karena tidak ada mainan-mainan untuk Putri Belinda di sini."
Rizal pun menghampiri Ronny dia meminta ijin kepada Ronny untuk membeli ice dan juga keperluan untuk Putri Belinda.
Ronny memberikan uang 20 juta hanya untuk membelikan barang-barang untuk Putri Belinda.
"Banyak sekali Ronny, apakah kamu tidak salah memberikan 20 juta untuk barang-barang keperluan Putri Belinda ?."
Ronny pun langsung pergi dia tidak menjawab perkataan dari Rizal.
__ADS_1
"Papa memberikan banyak uang yaa,? aku tidak akan menghabiskan nya kok Om. Tenang saja aku kasih kepada Papa."
Rizal pun tidak banyak bicara dia memakai kan masker dan juga topi untuk Putri Belinda, karena Putri Belinda yang masih memiliki luka di bagian wajah nya.
Rizal membukakan pintu mobil nya dan Putri Belinda pun langsung masuk ke dalam, Putri Belinda memandangi jendela kamar tidur Papa nya dia pun melihat seperti Merry yang melambai kan tangan kepada Puteri Belinda.
Putri Belinda pun membalas lambaian tangan Merry dan Rizal pun langsung memperhatikan Putri Belinda.
"Putri Belinda kamu melambaikan tangan dengan siapa?."
Rizal melihat tidak ada seseorang pun di atas gedung, tapi Rizal terus memperhatikan Putri Belinda yang ternyata fokus pada jendela kamar nya yang ada di lantai tiga.
"Ayo sayang masuk ke dalam mobil."
Putri Belinda pun masuk ke dalam mobil dia pun bersikap seperti biasanya. Rizal yang merasa penasaran dia pun bertanya kepada Putri Belinda.
"Belinda sayaaaaang, tadi kamu melambaikan tangan dengan siapa? mata kamu yang tertuju pada jendela kamar kamu dan Papa."
__ADS_1
Putri Belinda pun seketika dia langsung terdiam dia tidak mungkin menceritakan semuanya kepada Om Rizal.
"Kenapa diam sayaaaaang, ayolah cerita dengan Om. Om kan penasaran Putri Belinda melambaikan tangan dengan siapa."
Putri Belinda tetap saja terdiam dan membuat Om Rizal merasa sangat penasaran sekali.
"Yasudah yaa jika Putri Belinda yang tidak mau bercerita tentang seorang yang selalu Putri Belinda lihat. Tapi sepertinya apa yang Putri Belinda lihat belum tentu juga Om Rizal bisa melihat."
Putri Belinda langsung terkejut ketika mendengar perkataan Om Rizal dan Putri Belinda merasa jika Om Rizal mengetahui dia yang mempunyai teman kecil tidak kasat mata.
Mereka berdua pun akhirnya sampai di tempat yang di tuju, Om Rizal membawa Putri Belinda untuk bisa menikmati makan ice cream dengan puas.
Genggaman erat tangan Om Rizal yang selalu melindungi Putri Belinda, mereka berdua pun duduk dan Putri Belinda yang akhirnya bisa menikmati ice cream dengan sangat puas sekali.
"Om Rizal, dulu waktu aku masih sakit aku merasa makanan sehari-hari ku itu adalah obat-obatan dan makanan yang sering aku makan itu adalah sayuran segar. Aku tidak bisa menikmati makan apapun yang aku suka."
Om Rizal memeluk erat Putri Belinda.
__ADS_1
"Kamu sudah tidak akan lagi merasakan hal tersebut, karena sekarang kamu yang sudah sehat kembali dan bisa merasakan apapun makanan yang ingin kamu makan yaa."
Putri Belinda pun mulai memesan makanan yang di saat dia sedang sakit dulu tidak bisa merasakan nya.