Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 11.


__ADS_3

Melinda melihat Belinda yang sudah tersenyum kembali, dan dia memeluk erat Suster Diana.


"Belinda sayaaaaang, Mama pergi untuk berkerja dulu yaa sayaaaaang. Mama berikan uang yang banyak sekali untuk kamu bisa membeli buku dan mainan bersama dengan Suster Diana."


Melinda mencium kening Belinda dan bersiap untuk pergi.


"Suster Diana, saya pamit dulu yaa. Tolong jaga Belinda baik-baik yaa."


Suster Diana menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Melinda dan Melinda dengan berat hati dia harus meninggalkan Belinda demi untuk bekerja.


Melihat Mama nya pergi Belinda pun melambaikan tangan nya.


"Mama pergi lagi yaa, Mama sibuk mencari uang untuk aku berobat yaa."


Suster Diana langsung mengajak Belinda untuk mengantikan baju nya karena mereka berdua yang akan membeli buku-buku cerita untuk Belinda.


"Ayoo sayaaaaang kita bersiap-siap untuk pergi yaa, kamu harus cantik dan wangi yaa sayaaaaang."


Suster Diana mengendong Belinda karena Belinda yang kalau berjalan sangat lambat sekali.


Mereka berdua pun begitu sangat bersemangat sekali dan akhirnya mereka masuk ke dalam mobil.


"Suster Diana aku sangat bahagia sekali, bisa membeli buku cerita yeeeeee."


Suster Diana begitu bahagia jika melihat Belinda yang tersenyum manis.


"Iya sayang kita beli yang banyak yaa, kan Mama memberikan uang yang banyak kepada Suster Diana."


Belinda pun memakai kursi roda ketika dia turun dari mobil nya, agar Belinda tidak capek dan tetep sehat kembali.


Belinda yang belum bisa membaca dia melihat buku berwarna merah menyala dan dia menunjukkan buku tersebut.


"Suster aku ingin sekali buku yang berwarna merah itu loh, aku ingin sekali."

__ADS_1


Suster Diana mengambil buku cerita tersebut yang menggambarkan seorang anak kecil yang seperti kesepian.


"Lihat Suster seperti aku yaa, yang tidak memiliki teman. Wajah sedih sekali yaa dia duduk di depan gedung yang sangat menyeramkan sekali."


Suster Diana tidak mau membelikan bukan cerita tersebut, karena terlihat dari cover nya itu seperti cerita yang menyeramkan.


"Sayaaaaang jangan membeli cerita seperti ini yaa, sangat menyeramkan sekali loh sayaaaaang. Lebih baik kita membeli cerita tentang kerajaan dan putri-putri cantik di negri dongeng."


Belinda memeluk buku tersebut dan membuat Suster Diana tidak bisa berbicara apa-apa tidak melarang keinginan Belinda.


"Yasudah yaa Suster Diana sekarang mau cari buku yang lain yaa sayaaaaang."


Suster Diana berpikir jika buku tersebut hanya di baca satu kali saja dan Belinda akan bosan dan meminta cerita yang lain nya.


Suster Diana sampai membeli 20 buku cerita anak-anak 21 dengan buku yang berwarna merah itu.


"Belinda kita sudah membeli buku-buku cerita yang banyak sekali dan sekarang kita membeli mainan yaa untuk Belinda seperti yang Mama bilang."


Belinda menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil masih memeluk buku tersebut.


Belinda terlihat sangat bahagia sekali dia pun ingin segera membayar nya ke kasir.


"Ayo Suster Diana kita bayarkan semuanya di kasir yaa."


Mereka berdua pun akhirnya sudah membayar nya dan langsung masuk ke dalam mobil.


"Suster Diana aku merasa tidak sabar untuk bisa membaca nya, eh maksudnya di bacakan oleh Suster Diana karena aku yang belum bisa membaca."


Suster Diana pun tersenyum manis kepada Belinda dia memeluk erat Putri Belinda.


"Suster sayaaaaang sekali dengan Putri Belinda, jangan pergi dari kehidupan Suster Diana yaa sayaaaaang."


Belinda mencium pipi Suster Diana dengan penuh perasaan.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah pergi jauh dari Suster Diana, aku akan selalu bersama dengan Suster Diana."


Di perjalanan menuju ke rumah nya, Belinda tidak henti-hentinya dia bernyanyi dan bersenang-senang bersama dengan Suster Diana.


Sampai akhirnya mereka berdua pun sampai di depan rumah, tapi ketika Belinda mau turun dari mobil nya dia merasakan sesak nafas nya.


Dan itu membuat Suster Diana langsung kaget dan membawa Belinda ke dalam kamar nya dengan memberikan oksigen untuk nya.


"Sayaaaaang, seperti nya kamu yang kelelahan yaa sayaaaaang. Ayo lebih baik kamu istirahat dulu ya sayaaaaang."


Suster Diana memilih untuk menidurkan Belinda, karena kondisi Belinda yang sangat lemah sekali dia yang harus mendapatkan perhatian khusus.


Melihat Belinda yang sudah tidur, Suster Diana dia membereskan buku-buku yang sudah dia beli.


"Buku-buku tentang cerita Putri kerajaan yang pasti sangat di sukai oleh Belinda, tapi kenapa aku merasakan sesuatu dengan buku merah ini."


Karena merasa sangat penasaran sekali, Suster Diana mencari tahu tentang penulis buku ini.


Dan setelah mencari-cari informasi dari internet ternyata penulis buku tersebut sudah meninggal dunia.


"Jadi penulis buku ini sudah meninggal dunia dan judul buku ini adalah Aku yang kesepian apakah ini adalah sebuah kisah nyata kenapa aku merasa sangat seram sekali yaa untuk bisa membacakan cerita ini kepada Belinda."


Suster Diana terus saja memandangi buku bersampul merah tersebut.


"Aku tidak bisa membuangnya karena Belinda pasti akan mencari nya, dengan sangat terpaksa nanti malam aku harus membaca buku ini sebelum Belinda tidur."


Suster Diana menyimpan buku tersebut di sebelah bantal Belinda dan dia pun memilih untuk membersihkan kamar Belinda agar selalu bersih dan tidak berdebu.


"Aku tidak mau Belinda merasa sesak akan ku buka jendela kamar ini, agar udara yang bisa masuk ke dalam kamar ini."


Suster Diana membuka jendela kamar dan merasakan kesejukan udara masuk karena memang banyak nya pepohonan yang rindang yang sengaja di taman di depan jendela kamar Belinda.


Seketika Suster Diana memikirkan Belinda yang sebentar lagi dia pasti menayakan kapan dia bisa sekolah bertemu dengan banyak teman seperti anak seusianya.

__ADS_1


Belinda belum bisa keluar rumah beradaptasi dengan banyak orang karena dia yang begitu sangat sensitif sekali tubuh tidak sekuat anak-anak yang lain.


Bahkan untuk berjalan pun tidak bisa jarak jauh.


__ADS_2